Habiskan "Anggaran Besar", Ubisoft Batalkan Proyek Game RPG Baru

Agung Pratnyawan Suara.Com
Rabu, 29 Juli 2020 | 20:50 WIB
Habiskan "Anggaran Besar", Ubisoft Batalkan Proyek Game RPG Baru
Ilustrasi Ubisoft. [Shutterstock]

Suara.com - Bergabungnya desainer game Mike Laidlaw beberapa waktu lalu membuat fans menaruh perhatian besar pada game RPG anyar milik Ubisoft. Kabar tak mengenakkan berhembus di mana Ubisoft dilaporkan membatalkan game "big-budget" RPG mereka.  

Sebagai informasi, Mike Laidlaw, desainer video game Dragon Age telah bergabung dengan Ubisoft Entertainment pada akhir 2018 lalu.

Saat itu, ia dikabarkan langsung mengerahkan pengembangan game RPG dengan kode Avalon.

Menurut laporan dari Bloomberg, itu adalah game petualangan beranggaran besar yang melibatkan kisah Raja Arthur dan Meja Bundarnya.

Game diharapkan menghadirkan sensasi dunia fantasi pedang serta sihir yang penuh dengan ksatria berdasarkan legenda dari Abad Pertengahan.

Mike Laidlaw, desainer game Dragon Age. (Twitter/ Mike_Laidlaw)
Mike Laidlaw, desainer game Dragon Age. (Twitter/ Mike_Laidlaw)

Bloomberg melaporkan bahwa karyawan yang tergabung dalam proyek Avalon membocorkan sebuah "pembatalan" yang cukup mengagetkan.

Proyek Avalon dibatalkan oleh Chief Creative Officer Ubisoft bernama Serge Hascoët yang memiliki pengaruh "kuat".

Ia juga berpengaruh atas franchise blocbuster Far Cry, Assassin's Creed, dan banyak game Action yang diterbitkan Ubisoft.

Tetapi Hasco bukan penggemar genre fantasi dan menetapkan standar tinggi untuk tim Avalon di Kota Quebec, Kanada.

Baca Juga: Cuphead Diduga Hadir ke PS4, Ini Detailnya

"Jika mereka akan membuat game fantasi, itu harus lebih baik dari Tolkien," kata Hasco seperti yang dibocorkan oleh karyawan itu.

Game RPG anyar berkode Avalon dikabarkan memiliki elemen mirip Monster Hunter. (YouTube/ Monster Hunter)
Game RPG anyar berkode Avalon dikabarkan memiliki elemen mirip Monster Hunter. (YouTube/ Monster Hunter)

Cengkeramannya pada kekuasaan juga menghambat kreativitas di Ubisoft, menurut orang-orang yang akrab dengan prosedur internal perusahaan.

Eksekutif perusahaan itu rupanya tidak menyukai setting pada game dan beberapa hal lainnya.

Dikutip dari Games Radar, Laidlaw dan timnya membuat beberapa kompromi untuk membujuk Hascoet, tetapi tidak berhasil.

Sangat mengejutkan karena pengaruh eksekutif yang akhirnya menang, Laidlaw meninggalkan Ubisoft Quebec pada Januari tahun ini.

Hascoët sendiri meninggalkan Ubisoft pada bulan Juli tahun ini setelah adanya tuduhan pelanggaran.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI