Astronom Sebut Mestinya Ada Tujuh Planet Layak Huni di Tata Surya

RR Ukirsari Manggalani, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 07 Agustus 2020 | 14:34 WIB
Astronom Sebut Mestinya Ada Tujuh Planet Layak Huni di Tata Surya
Sistem tata surya TRAPPIST-1 yang memiliki tujuh planet mirip Bumi dan tiga di antaranya berpotensi memiliki kehidupan [AFP/R.Hurt / T.Pyle / European Southern Observatory].

Suara.com - Para ilmuwan percaya bahwa tata surya pasti memiliki satu dunia lain yang mampu mendukung kehidupan, dan para ahli berpendapat bahwa mungkin Planet Mars bisa menopang kehidupan. Namun, menurut sebuah penelitian baru, batas potensi planet layak huni jauh lebih tinggi, dengan tujuh planet layak huni di sekitar satu sistem bintang.

Ini berkaitan dengan penemuan tujuh planet berbatu di sekitar katai merah bernama TRAPPIST-1, di mana tiga di antara planet ini memiliki lokasi yang menunjukkan seharusnya dapat menampung air cair--dianggap sebagai penentu utama kehidupan.

"Ini membuat saya bertanya-tanya tentang jumlah maksimum planet layak huni yang mungkin dimiliki sebuah bintang, dan mengapa bintang kita (Matahari) hanya memiliki satu planet layak huni (Bumi). Rasanya ini tidak adil," kata Dr Stephen Kane dari University of California, Riverside, seperti dikutip IFL Science pada Jumat (7/8/2020).

Para ahli mengetahui dari pemodelan dan planet yang sudah berada di sekitar bintang lain, tidak dapat menempatkan planet lain terlalu berdekatan. Jika tidak, maka gravitasi antar planet akan menganggu orbit sama lain.

Ilustrasi tata surya (Shutterstock).
Ilustrasi tata surya (Shutterstock).

Namun, Dr Stephen Kane berpikir itu tidak akan bermasalah bagi Bumi jika Venus sedikit lebih jauh dari Matahari dan Mars sedikit lebih dekat, sehingga ia mulai memodelkan seberapa dekat jarak antar planet yang bisa dicapai sambil mempertahankan jarak sesuai. Dalam sistem bintang yang ideal, Dr Stephen Kane menyebut seharusnya ada tujuh planet.

Untuk memiliki zona layak huni yang cukup besar dan bisa memuat tujuh planet dengan jarak aman, sebuah bintang harus berukuran 10-20 persen lebih besar dari Matahari. Matahari dapat memuat enam planet non-interfering di zonanya sehingga membuat Dr Stephen Kane bertanya-tanya mengapa tata surya tidak memiliki lebih banyak planet yang bisa dihuni.

Sebagian besar sistem bintang mungkin tidak mencapai maksimum, tetapi tampaknya umum bagi sistem untuk menempatkan sebanyak mungkin planet ke dalam ruang yang tersedia. Dr Stephen Kane berpikir tata surya mungkin bisa mendapatkan empat atau lima planet layak huni jika saja Jupiter tidak terlalu masif dan mengganggu orbit lainnya.

Dalam penelitian yang telah diterbitkan di Astronomical Journal, para ilmuwan berharap studi ini mampu menunjukkan bahwa tanpa dunia seperti Jupiter, setidaknya tata surya akan mendapatkan lebih banyak planet dengan lokasi yang sesuai untuk mendukung kehidupan.

Untuk menguji teori ini, para ahli mencari bintang terdekat yang tampaknya tidak memiliki planet yang sangat besar. Salah satu contohnya, Beta Canum Venaticorum yang mirip Matahari, telah ditemukan tidak memiliki planet yang lebih besar dari Saturnus dan itu harus diprioritaskan untuk mencari planet dengan zona layak huni.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal "Venus" Lewat Buku Anak yang Cerdas, Lucu, dan Menghibur

Mengenal "Venus" Lewat Buku Anak yang Cerdas, Lucu, dan Menghibur

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:25 WIB

Belajar Mencintai Alam dari Film David Attenborough: A Life on Our Planet

Belajar Mencintai Alam dari Film David Attenborough: A Life on Our Planet

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 12:21 WIB

Rumah Layak Huni Dibangun di Bogor untuk Keluarga Berpenghasilan Rendah

Rumah Layak Huni Dibangun di Bogor untuk Keluarga Berpenghasilan Rendah

News | Selasa, 01 September 2026 | 06:21 WIB

Sindir Pramono? Maruarar Tanya Lokasi Rumah Kumuh di Jakarta, Mau Diperbaiki Prabowo

Sindir Pramono? Maruarar Tanya Lokasi Rumah Kumuh di Jakarta, Mau Diperbaiki Prabowo

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:16 WIB

Urutan Tata Surya dan Ciri-ciri Planet yang Bisa Kamu Hafalkan

Urutan Tata Surya dan Ciri-ciri Planet yang Bisa Kamu Hafalkan

Tekno | Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:20 WIB

Review Kingdom of the Planet of the Apes: Kebangkitan Era Baru Kaum Primata

Review Kingdom of the Planet of the Apes: Kebangkitan Era Baru Kaum Primata

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:09 WIB

Anggaran Rp50 Juta per Unit, Pemprov Sultra Siap Bedah 602 Rumah Tak Layak Huni

Anggaran Rp50 Juta per Unit, Pemprov Sultra Siap Bedah 602 Rumah Tak Layak Huni

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:05 WIB

Penjelasan NASA Bumi Tidak Mengelilingi Matahari

Penjelasan NASA Bumi Tidak Mengelilingi Matahari

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:55 WIB

Belum Mati, Ternyata Planet Venus Aktif Secara Geologis

Belum Mati, Ternyata Planet Venus Aktif Secara Geologis

Tekno | Selasa, 28 Juli 2026 | 16:30 WIB

LHS 1140b, Planet Mirip Bumi yang Terbukti Memiliki Atmosfer

LHS 1140b, Planet Mirip Bumi yang Terbukti Memiliki Atmosfer

Tekno | Senin, 27 Juli 2026 | 14:17 WIB

Terkini

Singapura Tambah 3 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla: Total Ada 10, Ini Daftar Lengkapnya

Singapura Tambah 3 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla: Total Ada 10, Ini Daftar Lengkapnya

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:26 WIB

Menikmati Wisata Thailand Tanpa Harus Terbang ke Bangkok, Kuliner dan Budayanya Jadi Daya Tarik!

Menikmati Wisata Thailand Tanpa Harus Terbang ke Bangkok, Kuliner dan Budayanya Jadi Daya Tarik!

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:26 WIB

Danantara Akan Kumpulkan Bos Perusahaan Teknologi Ternama

Danantara Akan Kumpulkan Bos Perusahaan Teknologi Ternama

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:24 WIB

Investasi Masuk Tapi Pengangguran Indonesia Menumpuk, Ekonom UGM Ungkap Masalahnya

Investasi Masuk Tapi Pengangguran Indonesia Menumpuk, Ekonom UGM Ungkap Masalahnya

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:24 WIB

Bedanya Viva Compact Powder Orange vs Lilac, Mana yang Lebih Cocok untuk Kulit Anda?

Bedanya Viva Compact Powder Orange vs Lilac, Mana yang Lebih Cocok untuk Kulit Anda?

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:23 WIB

Tak Cuma Umumkan Nama, Status Afiliasi Pemegang Saham 1% Ikut Dibuka

Tak Cuma Umumkan Nama, Status Afiliasi Pemegang Saham 1% Ikut Dibuka

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:21 WIB

KDMP Kini Jadi Saluran Pupuk Bersubsidi Petani

KDMP Kini Jadi Saluran Pupuk Bersubsidi Petani

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:17 WIB

Kabut Asap Karhutla Tak Terkendali, Adaptasi Jadi Dalih Kegagalan Negara?

Kabut Asap Karhutla Tak Terkendali, Adaptasi Jadi Dalih Kegagalan Negara?

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Saham Big Bank BUMN Mulai Melawan MSCI

Saham Big Bank BUMN Mulai Melawan MSCI

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Berawal dari Bullying, Kuasa Hukum Beberkan Penyebab Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe

Berawal dari Bullying, Kuasa Hukum Beberkan Penyebab Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:12 WIB

×