Ada Lautan Bersembunyi di Ceres, Planet Kerdil Antara Mars dan Yupiter

Rabu, 12 Agustus 2020 | 23:11 WIB
Ada Lautan Bersembunyi di Ceres, Planet Kerdil Antara Mars dan Yupiter
Foto Ceres, planet kerdil yang terletak di antara Mars dan Yupiter, hasil potretan wahana antariksa Dawn milik NASA (NASA/JPL-Caltech/UCLA/MPS/DLR/IDA/PSI).

Suara.com - Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, menemukan area yang diduga merupakan lautan, di bawah permukaan planet kerdil Ceres, demikian hasil studi yang diterbitkan di jurnal Nature Astronomy, Nature Geoscience, dan Nature Communications pekan ini.

Temuan ini diketahui berdasarkan analisis data yang dikirim Dawn, pesawat antariksa NASA yang diluncurkan pada 2007 lalu khusus untuk menyelidiki Ceres dan Vesta, dua planet kecil sabuk asteroid antara Mars serta Yupiter. Dawn sendiri telah pensiun sejak 1 November 2018.

Ceres sendiri merupakan objek luar angkasa terbesar yang berada di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter. Dalam penelitiannya, Dawn mendeteksi permukaan planet yang dipenuhi kadar garam tinggi, layaknya samudera di Bumi.

Untuk mendapatkan data tersebut, NASA Dawn terbang sedekat 22 mil dari permukaan Ceres. Data yang dikumpulkan termasuk bukti yang menunjukkan bahwa planet kerdil ini tetap aktif secara geologis dan memiliki gunung berapi yang aktif.

Penemuan ini sekaligus mengonfirmasi bahwa keberadaan reservoir (tempat berkumpulnya fluida hidrokarbon) yang mengandung garam telah membeku di permukaan planet akibat suhu ekstrem.

"Ini mengangkat Ceres ke status planet yang memiliki lautan. Kami tahu bahwa reservoir cair berskala regional tetapi kami tidak dapat memastikan bahwa itu mencakup keseluruhan planet. Namun, yang paling penting, Ceres memiliki cairan dalam skala besar," kata peneliti Dawn, Carol Raymond.

Sebelum menemukan fakta baru ini, para peneliti hanya memiliki sedikit informasi tentang Ceres. Mereka hanya tahu bahwa diameter planet kerdil ini sekitar 590 mil.

Setelah melewati beberapa percobaan, pusat penelitian terfokus Kawah Occator yang memiliki diameter 57 mil, yang terbentuk akibat benturan sekitar 22 juta tahun lalu di belahan utara Ceres.

Selanjutnya, para peneliti mengetahui bahwa area tersebut mengandung cairan garam yang telah meresap ke permukaan dan menguap. Cairan tersebut, mereka menyimpulkan, berasal dari reservoir air asin selebar ratusan mil dan berada di kedalaman sekitar 25 mil di bawah permukaan planet.

Baca Juga: Asteroid Hygiea Akan Diklasifikasikan Sebagai Planet Kerdil?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI