Serangan Paus Pembunuh ke Kapal Meningkat, Ilmuwan Selidiki Penyebabnya

Dinar Surya Oktarini, Rezza Dwi Rachmanta

Kamis, 17 September 2020 | 15:32 WIB
Serangan Paus Pembunuh ke Kapal Meningkat, Ilmuwan Selidiki Penyebabnya
Ilustrasi paus pembunuh. (Pixabay/ skeeze)

Suara.com - Deretan serangan paus pembunuh atau orca (Orcinus orca) yang semakin meningkat masih menjadi misteri dan akan diselidiki lebih lanjut oleh ilmuwan. Beberapa kapal di Eropa telah diserang oleh paus pembunuh sehingga mereka kemudi mereka rusak.   

Serentetan serangan orca (Orcinus orca) atau paus pembunuh masih membuat bingung dan akan diselidiki lebih lanjut oleh ilmuwan. Beberapa kapal di Eropa diketahui telah diserang oleh paus pembunuh sehingga mereka kemudi mereka rusak.

Paus pembunuh biasanya cenderung menghindari konfrontasi dengan manusia sehingga peristiwa ini cukup langka.

Beberapa kapal diketahui langsung melakukan panggilan darurat setelah mereka ditubruk paus pembunuh berkali-kali.

Serangan paling banyak dilaporkan sepanjang pantai Portugal dan Spanyol. Insiden terbaru terjadi pada Jumat, 11 September, di lepas pantai A Coruña, Spanyol, yang melibatkan yacht sepanjang 11 meter (36 kaki) di mana kapal itu akhirnya dibawa ke Inggris.

Laporan dari Guardian, kapal itu dikepung orca atau paus pembunuh di mana mereka menabrak buritan sebanyak 15 kali, menurut keterangan dari direktur pelaksana Halcyon Yacht, Pete Green.

Paus pembunuh dan anaknya. (Pixabay/ skeeze)
Paus pembunuh dan anaknya. (Pixabay/ skeeze)

Salah satu serangan lainnya melibatkan kapal 14 meter yang mengharuskan mereka berputar 180 derajat setelah diserang 9 orca berulang kali selama satu jam.

Serangan berulang kali dari paus pembunuh dapat membuat kemudi kapal rusak sehingga mereka harus ditarik ke pelabuhan oleh kapal lain.

Dari Selat Gibraltar hingga Galicia, yacht telah menerima perhatian "tidak diinginkan" dari orca yang tidak puas dan para ilmuwan tidak tahu mengapa.

baca juga

Dilansir dari IFLScience, tidak jarang hewan yang dikenal cerdas ini mendekati perahu dan mereka sering terlihat secara pasif menyelidiki serta mengamati perahu dan perenang. Tetapi serangan seperti itu hingga saat ini belum pernah terdengar.

Ilustrasi paus pembunuh. (Pixabay/ skeeze)
Ilustrasi paus pembunuh. (Pixabay/ skeeze)

"Orca pada dasarnya ingin tahu, terutama anak-anaknya. Mereka akan sering berenang untuk menyelidiki perahu dan kadang-kadang akan mengamati perenang juga. Akan tetapi, tidak pernah menyebabkan kerusakan. Mendengar peristiwa tersebut (penyerangan kapal), itu adalah perilaku yang sangat tidak biasa dan mengkhawatirkan," kata perwakilan dari Whale and Dolphin Conservation di Inggris.

Ilmuwan lain bernama Dr Ruth Esteban yang telah meneliti orca selama dua bulan terakhir di Selat Gibraltar mengungkapkan bahwa perilaku itu mungkin berasal dari satu kawanan paus saja.

Ia menyoroti kemungkinan "fase aneh" dari orca muda yang berbagi perairan sama sehingga menyebabkan kontak. Selama bertahun-tahun orca telah dikaitkan erat dengan armada penangkap ikan tuna di Selat Gibraltar.

Paus pembunuh hidup secara berkelompok. (Pixabay/ djmboxsterman)
Paus pembunuh hidup secara berkelompok. (Pixabay/ djmboxsterman)

Terdapat hubungan tidak nyaman antara orca dan nelayan karena tuna merupakan buruan dari keduanya. Perahu sering mengusir paus pembunuh muda sehingga ada kemungkinan mereka bisa stres.

"Kami hanya dapat berspekulasi tentang perilaku mengkhawatirkan orca yang menyerang kapal yang mungkin terkait dengan stres. Itu karena populasi kecil yang terancam punah ini berjuang untuk menyesuaikan diri dengan penangkapan ikan berlebihan dari mangsa pilihannya, tuna sirip biru Atlantik," kata ilmuwan tersebut.

Ilmuwan masih akan menyelidiki penyebab utama dari meningkatnya serangan paus pembunuh ke badan kapal. Untuk sementara ini, otoritas maritim Spanyol telah menyarankan para pelaut untuk waspada dan "menjaga jarak" untuk mencegah serangan lebih lanjut.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Temukan Pabrik Wine Kuno dari Abad ke-7

Ilmuwan Temukan Pabrik Wine Kuno dari Abad ke-7

Tekno | Kamis, 17 September 2020 | 14:25 WIB

Nah Lho! Corona Mulai Sasar Tahanan Lapas Bulak Kapal

Nah Lho! Corona Mulai Sasar Tahanan Lapas Bulak Kapal

Jakarta | Kamis, 17 September 2020 | 11:37 WIB

Rekayasa Genetik, China Ciptakan babi Tahan Penyakit

Rekayasa Genetik, China Ciptakan babi Tahan Penyakit

News | Rabu, 16 September 2020 | 16:47 WIB

Terkini

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 23:46 WIB

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 22:10 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

×