Nyaris, Rongsokan Satelit Soviet dan Roket China Tabrakan di Orbit Bumi

RR Ukirsari Manggalani, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 16 Oktober 2020 | 17:20 WIB
Nyaris, Rongsokan Satelit Soviet dan Roket China Tabrakan di Orbit Bumi
Stasiun luar angkasa. [Shutterstock]

Suara.com - Satelit Soviet yang telah mati dan badan roket China terbuang hampir mengalami tabrakan berisiko tinggi. Untungnya, dua potongan besar puing orbital itu berhasil menghindar satu sama lain dan melintas di atas Samudera Atlantik Selatan pada Kamis malam (15/10/2020).

Perusahaan pelacak luar angkasa yang berbasis di California, LeoLabs, memberi tahu publik sebelumnya tentang pendekatan itu, saat keduanya terbang 616 mil di atas Bumi, di jalur yang membawa puing melintasi wilayah di lepas pantai Antartika.

Analisis LeoLabs sebelumnya menunjukkan bahwa kedua objek akan berjarak 25 meter satu sama lain dan kemungkinan terjadinya tabrakan sebesar 10 persen. Perusahaan menganggap potensi kecelakaan sebagai risiko yang sangat tinggi.

Tetapi pemindaian selanjutnya menunjukkan bahwa tabrakan tidak terjadi.

Animasi model dari LeoLabs tentang mendekatnya dua rongsokan milik Soviet dan China. Untungnya tidak terjadi sesuatu apapun [(c) LeoLabs via Twiter, Space.com].
Animasi model dari LeoLabs tentang mendekatnya dua rongsokan milik Soviet dan China. Untungnya tidak terjadi sesuatu apapun [(c) LeoLabs via Twiter, Space.com].

"Tidak ada indikasi tabrakan. Badan roket China CZ-4C R/B melewati LeoLabs Kiwi Space Radar setelah waktu pendekatan terdekat," cuit LeoLabs melalui akun Twitter pada Kamis (15/10/2020) malam.

Menurut LeoLabs, satelit Soviet yang mati dan badan roket China memiliki massa gabungan sekitar 2.800 kg. Kedua benda itu meluncur ke arah satu sama lain dengan kecepatan relatif 32.900 mil per jam sehingga jika terjadi tabrakan, akan sangat merusak dan menghasilkan awan puing yang sangat besar.

Tabrakan kemungkinan akan menyebabkan peningkatan yang signifikan, sekitar 10 hingga 20 persen di lingkungan puing-puing orbit rendah Bumi.

Meski tidak menimbulkan risiko bagi manusia di Bumi, tabrakan bisa menyebabkan lebih banyak puing mengorbit Bumi yang dapat meningkatkan risiko tabrakan lain di masa depan. Puing-puing itu juga bisa mengancam astronot.

Dilansir dari Space.com pada Jumat (16/10/2020), lingkungan puing-puing ini sudah cukup besar. Para ilmuwan memperkirakan sekitar 34.000 objek dengan lebar lebih dari empat inci sedang mengelilingi Bumi saat ini. Menurut Badan Antariksa Eropa (ESA), mungkin ada 900.000 atau lebih objek orbital dengan lebar antara 0,4 inci hingga empat inci di orbit Bumi dan sebanyak 128 juta objek dalam rentang ukuran 0,04 inci hingga 0,4 inci.

baca juga

Meskipun berukuran kecil, puing-puing itu dapat menyebabkan kerusakan besar pada satelit hingga Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Masalahnya, puing-puing akan terus bertambah karena semakin banyak satelit yang diluncurkan ke luar angkasa. Menurut banyak pakar, jika tidak ditangani dan lepas kendali, kondisi akan mengancam aktivitas luar angkasa dan eksplorasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KBRI Singapura Belum Kasih Kepastian Dugaan WNI Jadi Korban Tabrakan Kapal di Selat Singapura

KBRI Singapura Belum Kasih Kepastian Dugaan WNI Jadi Korban Tabrakan Kapal di Selat Singapura

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:16 WIB

KBRI Singapura Telusuri Dugaan WNI Jadi Korban Tabrakan Kapal di Selat Singapura

KBRI Singapura Telusuri Dugaan WNI Jadi Korban Tabrakan Kapal di Selat Singapura

News | Selasa, 22 September 2026 | 07:35 WIB

Kecelakaan Beruntun di Kembangan Tewaskan Satu Keluarga, Polisi Masih Selidiki Penyebabnya

Kecelakaan Beruntun di Kembangan Tewaskan Satu Keluarga, Polisi Masih Selidiki Penyebabnya

News | Senin, 07 September 2026 | 16:38 WIB

Tabrakan Beruntun di Tol Dalam Kota Dekat GT Senayan, Dua Orang Luka

Tabrakan Beruntun di Tol Dalam Kota Dekat GT Senayan, Dua Orang Luka

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:40 WIB

3 Opsi Mobil 60 Jutaan Plus dan Cara Jitu Cek Sasis Mobil Bekas Tabrakan Biar Nggak Rugi

3 Opsi Mobil 60 Jutaan Plus dan Cara Jitu Cek Sasis Mobil Bekas Tabrakan Biar Nggak Rugi

Otomotif | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:19 WIB

Profil Bupati Pandeglang: Lantik Tersangka Pidana Tabrakan Maut Jadi Staf Ahli Hukum

Profil Bupati Pandeglang: Lantik Tersangka Pidana Tabrakan Maut Jadi Staf Ahli Hukum

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2026 | 16:40 WIB

Kaca Pecah, Bus Transjakarta Ditabrak Sesama Armada di Depo Kampung Rambutan

Kaca Pecah, Bus Transjakarta Ditabrak Sesama Armada di Depo Kampung Rambutan

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 13:45 WIB

Apa Penyebab Motor Pedro Acosta Lumpuh? Mesin Hidup tapi Hilang Tenaga dan Bikin Alex Marquez Crash

Apa Penyebab Motor Pedro Acosta Lumpuh? Mesin Hidup tapi Hilang Tenaga dan Bikin Alex Marquez Crash

Otomotif | Senin, 18 Mei 2026 | 13:37 WIB

Kronologis Dua Pesawat Tempur Amerika Serikat Tabrakan di Udara

Kronologis Dua Pesawat Tempur Amerika Serikat Tabrakan di Udara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 09:27 WIB

Asteroid Terdeteksi Mendekat Sangat Cepat ke Arah Orbit Bumi, Jaraknya Lebih Dekat dari Bulan

Asteroid Terdeteksi Mendekat Sangat Cepat ke Arah Orbit Bumi, Jaraknya Lebih Dekat dari Bulan

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:43 WIB

Terkini

Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat

Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat

Jogja | Kamis, 24 September 2026 | 17:48 WIB

Mantan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara

Mantan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara

Foto | Kamis, 24 September 2026 | 17:47 WIB

Slow Dating: Tak Mau Terburu-buru atau Menghindari Hubungan Intens di Awal?

Slow Dating: Tak Mau Terburu-buru atau Menghindari Hubungan Intens di Awal?

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 17:45 WIB

Toyota Wisuda 76 Mahasiswa untuk Memperkuat SDM Industri Otomotif Nasional

Toyota Wisuda 76 Mahasiswa untuk Memperkuat SDM Industri Otomotif Nasional

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 17:44 WIB

Pimpinan DPR Temui Massa Aksi Hari Tani, Kritik Soal UU Reforma Agraria Ditampung

Pimpinan DPR Temui Massa Aksi Hari Tani, Kritik Soal UU Reforma Agraria Ditampung

News | Kamis, 24 September 2026 | 17:43 WIB

Banding Ditolak, Nadiem Makarim Tetap Divonis 9 Tahun

Banding Ditolak, Nadiem Makarim Tetap Divonis 9 Tahun

Foto | Kamis, 24 September 2026 | 17:40 WIB

Dari Debat hingga Ide Inovasi Energi, Ini Para Pemenang PGTC 2026

Dari Debat hingga Ide Inovasi Energi, Ini Para Pemenang PGTC 2026

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 17:36 WIB

Terkuak di Sidang Korupsi Kuota Haji! Ini Arti 'Jurus Tendangan Tanpa Bayangan' Eks Dirjen Kemenag

Terkuak di Sidang Korupsi Kuota Haji! Ini Arti 'Jurus Tendangan Tanpa Bayangan' Eks Dirjen Kemenag

News | Kamis, 24 September 2026 | 17:33 WIB

Anime From Old Country Bumpkin to Master Swordsman Resmi Berlanjut ke Season 3

Anime From Old Country Bumpkin to Master Swordsman Resmi Berlanjut ke Season 3

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 17:30 WIB

Hadapi Kekeringan, PDAM Makassar Usul Pembangunan Bendung Karet di Sungai Tallo

Hadapi Kekeringan, PDAM Makassar Usul Pembangunan Bendung Karet di Sungai Tallo

Sulsel | Kamis, 24 September 2026 | 17:28 WIB

×