Catat 13 Kematian, Korea Selatan Tetap Lanjutkan Program Vaksin Flu

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 23 Oktober 2020 | 14:17 WIB
Catat 13 Kematian, Korea Selatan Tetap Lanjutkan Program Vaksin Flu
Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)

Suara.com - Korea Selatan menolak menghentikan program inokulasi flu musiman, meskipun ada seruan untuk pemberhentian program setelah 13 orang yang divaksinasi meninggal dunia dalam beberapa hari terakhir.

Otoritas kesehatan mengatakan pihaknya tidak menemukan hubungan langsung antara kematian dan vaksin yang diberikan. Program vaksinasi ini bertujuan untuk memberikan vaksin kepada sekitar 19 juta remaja dan lansia secara gratis.

"Jumlah kematian telah meningkat, tetapi tim kami melihat kemungkinan kecil bahwa kematian itu akibat vaksin," kata Jeong Eunkyeong, direktur Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea, seperti dikutip Asia One, Jumat (23/10/2020).

Korea Selatan telah memesan 20 persen lebih banyak vaksin flu tahun ini untuk menangkal "twindemic", seseorang yang memiliki flu dan mengembangkan potensi komplikasi Covid-19.

Ilustrasi influenza. [Shutterstock]

"Saya memahami dan menyesali bahwa orang-orang khawatir tentang vaksin tersebut. Kami sedang menyelidiki penyebabnya, tetapi akan sekali lagi memeriksa secara menyeluruh proses yang melibatkan berbagai lembaga pemerintah, dari produksi hingga distribusi," kata Park Neunghoo, Menteri Kesehatan, seraya mengonfirmasi bahwa program akan tetap dilanjutkan.

Program vaksin gratis ini menggunakan vaksin yang diproduksi oleh pembuat obat lokal GC Pharma, SK Bioscience, dan Ilyang Pharmaceutical Company, bersama dengan Sanofi asal Prancis dan GlaxoSmithKline dari Inggris. Vaksin tersebut kemudian didistribusikan oleh perusahaan lokal LG Chem dan Boryung Biopharma.

Untuk saat ini, GC Pharma, LG Chem, SK Bioscience, dan Boryung menolak memberikan komentar. Sementara Ilyang Pharmaceutical, Sanofi dan GSK tidak menanggapi permintaan komentar.

Tidak ada kejelasan apakah ada vaksin buatan Korea Selatan yang diekspor atau apakah vaksin yang dipasok Sanofi dan GSK juga digunakan di negara lain.

Menurut pemimpin partai oposisi utama People Power, Kim Chongin, program itu harus dihentikan sampai penyebab pasti kematian diverifikasi.

baca juga

Otoritas kesehatan mengatakan bahwa penyelidikan awal terhadap enam kematian tidak menemukan hubungan langsung dengan vaksin. Tidak ada zat beracun ditemukan dalam vaksin dan setidaknya lima dari enam orang yang diselidiki memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Program gratis ini telah menuai kontroversial sejak diluncurkan pada bulan lalu. Vaksin itu mulai ditangguhkan selama tiga minggu setelah sekitar 5 juta dossi vaksin ditemukan telah terpapar suhu kamar saat diangkut ke fasilitas medis.

Para pejabat mengatakan sebanyak 8,3 juta orang telah diinokulasi sejak program dilanjutkan kembali pada 13 Oktober, dengan sekitar 350 kasus reaksi merugikan dilaporkan.

Lelaki sedang menderita influenza atau flu. (Shutterstock)
Lelaki sedang menderita influenza atau flu. (Shutterstock)

Di sisi lain, pemerintah juga menawarkan program vaksin berbayar yang digabungkan dengan program gratis. Itu bertujuan untuk memberi vaksin pada sekitar 30 juta penduduk. Di bawah program vaksin berbayar, pembeli dapat memiliki penyedia vaksin dari kelompok yang lebih besar.

Menurut kantor berita Yonhap, jumlah kematian tertinggi di Korea Selatan terkait dengan vaksinasi flu musiman adalah enam pada 2005. Para pejabat mengatakan, sulit untuk membuat perbandingan dengan tahun-tahun sebelumnya karena lebih banyak orang yang menggunakan vaksin tahun ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satgas Klaim Vaksin Covid-19 yang Akan Digunakan Aman

Satgas Klaim Vaksin Covid-19 yang Akan Digunakan Aman

Health | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 05:10 WIB

Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Tidak Berspekulasi Soal Vaksin, Kenapa?

Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Tidak Berspekulasi Soal Vaksin, Kenapa?

Health | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 05:15 WIB

Pemerintah Targetkan Vaksin Dapat Digunakan Masyarakat Akhir Tahun

Pemerintah Targetkan Vaksin Dapat Digunakan Masyarakat Akhir Tahun

Health | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 06:10 WIB

Polemik Sinovac, Epidemiolog UI: Uji Klinis Vaksin Covid-19 Teruskan Saja

Polemik Sinovac, Epidemiolog UI: Uji Klinis Vaksin Covid-19 Teruskan Saja

News | Kamis, 22 Oktober 2020 | 20:53 WIB

Berkaca dari Brasil, PB IDI Minta Menkes Hati-hati Pilih Vaksin Covid-19

Berkaca dari Brasil, PB IDI Minta Menkes Hati-hati Pilih Vaksin Covid-19

Health | Kamis, 22 Oktober 2020 | 15:30 WIB

Guru Besar UI: Vaksin Itu Bisnis Besar Pengusaha Taipan!

Guru Besar UI: Vaksin Itu Bisnis Besar Pengusaha Taipan!

News | Kamis, 22 Oktober 2020 | 19:17 WIB

Terkini

SF Hariyanto Sambut Kapolda Riau Baru, Ucap Selamat untuk Herry Heryawan

SF Hariyanto Sambut Kapolda Riau Baru, Ucap Selamat untuk Herry Heryawan

Riau | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:04 WIB

Novel Izinkan Aku Mencintaimu: Saat Harus Mengurus Pernikahan Mantan

Novel Izinkan Aku Mencintaimu: Saat Harus Mengurus Pernikahan Mantan

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Besok Harga Turun! Pengamat Prediksi Harga Emas di Bawah Rp2,5 Juta

Besok Harga Turun! Pengamat Prediksi Harga Emas di Bawah Rp2,5 Juta

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Viral Karyawan SPPG Bikin Parodi Amnesia MBG Tolak Minta Maaf Tak Meras Salah, Anggota DPD: Pecat!

Viral Karyawan SPPG Bikin Parodi Amnesia MBG Tolak Minta Maaf Tak Meras Salah, Anggota DPD: Pecat!

Entertainment | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:57 WIB

Memahami Duka dan Continuing Bonds dalam Voicemails for Isabelle

Memahami Duka dan Continuing Bonds dalam Voicemails for Isabelle

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Komplotan Curanmor di Surabaya Gunakan Kode Siulan Saat Beraksi, Tiga Residivis Ditangkap

Komplotan Curanmor di Surabaya Gunakan Kode Siulan Saat Beraksi, Tiga Residivis Ditangkap

Jatim | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:47 WIB

Perbedaan yang Menjadi Kekuatan: Ulasan Enchanting the Sea with My ADHD

Perbedaan yang Menjadi Kekuatan: Ulasan Enchanting the Sea with My ADHD

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Peran TNI Terus Meluas, Imparsial Sebut Demokrasi dan Supremasi Sipil dalam Ancaman

Peran TNI Terus Meluas, Imparsial Sebut Demokrasi dan Supremasi Sipil dalam Ancaman

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:30 WIB

The Lonely Little Monkey, Buku tentang Mencari Teman dan Menerima Perbedaan

The Lonely Little Monkey, Buku tentang Mencari Teman dan Menerima Perbedaan

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Chanathip Tebar Ancaman ke Kevin Diks Cs: Saya Sudah Lama Menanti Lawan Indonesia

Chanathip Tebar Ancaman ke Kevin Diks Cs: Saya Sudah Lama Menanti Lawan Indonesia

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:30 WIB

×