Jangan Bingung, Ini Perbedaan Rapid Test Antigen dan Antibodi

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Kamis, 17 Desember 2020 | 14:30 WIB
Jangan Bingung, Ini Perbedaan Rapid Test Antigen dan Antibodi
Ilustrasi rapid test antigen. [Medakit Ltd/Unsplash]

Suara.com - Pemerintah menetapkan bahwa dibutuhkan surat hasil pemeriksaan rapid test antigen jika ingin keluar masuk wilayah DKI Jakarta mulai pada 18 Desember besok.

Perubahan aturan ini membuat beberapa orang bingung dengan perbedaan rapid test antigen dengan rapid test antibodi.

Selain PCR, rapid test juga sering digunakan sebagai pemeriksaan awal atau skrining virus Corona (Covid-19). Meskipun sama-sama digunakan untuk mendeteksi, tapi terdapat perbedaan antara rapid test anigen dan rapid test antibodi.

Menurut sumber Rumah Sakit UI, rapid test antigen mendeteksi komponen virus dengan melakukan swab nasofaring. Jenis pengujian ini dapat mendeteksi infeksi aktif Covid-19.

Ilustrasi rapid test (Unsplash)
Ilustrasi rapid test (Unsplash)

Antigen sendiri merupakan benda asing, dapat berupa racun, kuman, atau virus yang masuk ke dalam tubuh. Saat virus Covid-19 masuk ke dalam tubuh, itu akan terdeteksi sebagai antigen oleh sistem imunitas.

Sementara rapid test antibodi dilakukan untuk mendeteksi antibodi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh pasien. Tes ini mengambil sampel darah di mana penguji akan menilai apakah pasien pernah terinfeksi.

Kedua jenis rapid test ini juga memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Rapid test antigen telah diperbolehkan Organisasi Kesehatan Dunia pada beberapa kondisi tertentu, seperti investigasi cepat pada kecurigaan wabah di suatu tempat. Rapid test antigen juga memiliki biaya yang lebih murah dari test PCR dan waktu tunggu hasil lebih cepat.

Namun, rapid test antigen hanya dapat mendeteksi sampel dengan viral load yang tinggi dan hanya dapat mendeteksi dua hari sebelum timbul gejala sampai dengan tujuh hari pertama setelah gejala.

baca juga

Sayangnya, alat rapid test antigen yang beredar saat ini juga memiliki akurasi yang sangat bervariasi sehingga pemilihan rapid test antigen harus dilakukan dengan hati-hati.

Menurut situs web Covid Portal, tes ini juga memiliki kelemahan lain karena tidak seakurat tes PCR standar.

Sedangkan rapid test antibodi dapat digunakan untuk survei epidemiologi dan mendeteksi apakah seseorang sudah memiliki kekebalan terhadap Covid-19. Biaya yang dibutuhkan pun lebih murah daripada rapid test antigen dan PCR serta waktu tunggu hasil lebih cepat dari PCR.

Tetapi sesuai namanya, rapid test antibodi tidak dapat digunakan untuk mendiagnosis Covid-19 dan sama seperti rapid test antigen, alat pengujian rapid test antibodi yang beredar saat ini pun bervariasi sehingga pemilihan harus dilakukan dengan hati-hati.

Petugas mengatur sampel dari pasien yang mengikuti test PCR di Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5). [Suara.com/Alfian Winanto]
Ilustrasi test PCR. [Suara.com/Alfian Winanto]

Tingkat akurasi rapid test antibodi pun memiliki akurasi yang paling rendah dibandingkan jenis pengujian lainnya.

Di sisi lain, WHO sendiri mensyaratkan agar rapid test antigen Covid-19 memiliki tingkat sensitivitas sekitar 80 persen dengan spesifisitas 97 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masyarakat Ramai-ramai Refund Tiket ke Bali dan Cancel Booking Hotel

Masyarakat Ramai-ramai Refund Tiket ke Bali dan Cancel Booking Hotel

Bisnis | Kamis, 17 Desember 2020 | 13:17 WIB

Kebijakan Swab Antigen Diterapkan, Apa Bedanya dengan PCR dan Rapid Test?

Kebijakan Swab Antigen Diterapkan, Apa Bedanya dengan PCR dan Rapid Test?

Jawa Tengah | Kamis, 17 Desember 2020 | 12:25 WIB

Ini Dia Perbedaan Swab Antigen, PCR dan Rapid Test

Ini Dia Perbedaan Swab Antigen, PCR dan Rapid Test

Surakarta | Kamis, 17 Desember 2020 | 12:23 WIB

Apa Perbedaan Swab Antigen, PCR dan Rapid test?

Apa Perbedaan Swab Antigen, PCR dan Rapid test?

Bogor | Kamis, 17 Desember 2020 | 12:03 WIB

Begini Kronologi Penipuan Alat Rapid Test yang Diotaki WN Nigeria

Begini Kronologi Penipuan Alat Rapid Test yang Diotaki WN Nigeria

News | Kamis, 17 Desember 2020 | 11:48 WIB

Apa Itu Swab Antigen?

Apa Itu Swab Antigen?

News | Kamis, 17 Desember 2020 | 11:40 WIB

Terkini

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

×