popIn Discovery Jadi Native Ad Platform Terbesar di Thailand

Fabiola Febrinastri

Senin, 25 Januari 2021 | 09:00 WIB
popIn Discovery Jadi Native Ad Platform Terbesar di Thailand
popln, native platform Asia. (Istimewa)

Suara.com - popIn Inc. telah mengumumkan pencapaian terbarunya, yaitu 600 juta PV (page view) per bulan di Thailand, yang membuatnya menjadi native ad platform terbesar di negara tersebut.

popIn Discovery adalah native ad platform terbesar di Asia, dan Thailand adalah negara Asia terbaru, dimana platform ini mengukuhkan posisinya sebagai ‘market leader’, mengikuti jejak Korea Selatan di Desember 2020.

popIn Discovery pertama kali memasuki Thailand di Mei 2019. Tingkat pertumbuhan PV-nya meningkat 6 kali lipat dari Januari 2020 hingga Desember 2020. Sebagian besar, karena kemitraan yang sukses dengan sejumlah media lokal berkualitas tinggi. Tingkat penjualan juga meningkat 28 kali lipat dalam periode waktu yang sama. Mitra utama popIn Discovery di Thailand adalah sebagai berikut.

Partner-partner utama popIn Discovery di Thailand meliputi:
1) LINE Thailand
2) Thairath
3) Kapook

popIn berupaya untuk terus memperluas jaringan native ad berkualitas tinggi dengan bermitra dengan lebih banyak media-media terkemuka dan berkualitas tinggi, juga di saat yang bersamaan menyediakan fitur-fitur baru untuk menyesuaikan kebutuhan para klien.

• Apa itu popIn Discovery?
popIn Discovery adalah native ad network yang menawarkan iklan dalam bentuk artikel rekomendasi. Karena iklan jenis konten ini menyerupai pokok bahasan artikel, iklan tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan pengenalan merek untuk perusahaan dan produk.

popIn Discovery menawarkan platform/penayangan native ad satu atap di seluruh Asia termasuk di Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Hong Kong, Thailand, Singapura, Tiongkok Raya dan Indonesia, dengan menawarkan jasa managemen iklan multibahasa dan pembayaran dengan mata uang Yen Jepang. Melalui kerjasama dengan media-media lokal di Asia, dimana beragam budaya hadir berdampingan, popIn Discovery memungkinkan pengiklan untuk mengamankan penempatan berkualitas dan materi iklan yang dilokalkan agar sesuai dengan selera budaya dari berbagai audiens.

Platform native ad terbesar Asia
Cakupan operasi: Jepang, Korea, Tiongkok Raya, Malaysia, Thailand, Singapura dan Indonesia.

Pembayaran
popIn menerima pembayaran dengan mata uang Yen Jepang untuk iklan di Tiongkok Raya, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Singapura dan Indonesia.
Biaya iklan akan dikonversikan berdasarkan nilai tukar yang berlaku.

Dukungan manajemen akun multibahasa
Saat ini, kami mendukung bahasa Mandarin aksara Tradisional, Mandarin aksara Sederhana, Korea, Inggris, Thailand dan Bahasa Indonesia.

baca juga

Indeks analisis
Untuk mengukur kepuasan pengguna terhadap konten artikel, perlu dipahami status membaca (READ) artikel tersebut (apakah telah dibaca dengan cermat atau belum). Algoritma "READ (*)" popIn menentukan apakah konten artikel dapat dilihat oleh pengguna atau tidak, dan mengukur status baca berdasarkan waktu baca yang telah berlalu dan jumlah informasi dalam artikel. Metode berpemilik ini menawarkan estimasi yang jelas tentang jumlah konten yang sebenarnya sedang dibaca dibandingkan jika hanya dilewatkan.

(*) Pada Agustus 2015, paten READ diberikan di Jepang, Korea, Tiongkok Raya. Nomor paten: 5797871

Informasi Lainnya
popIn memiliki kantor di Jepang, Tiongkok Raya, Korea Selatan, Thailand, Singapura, dan Indonesia, serta dapat mendukung perencanaan kreatif dan distribusi yang disesuaikan dengan seluruh pangsa pasar di Asia.
Penerjemahan kreatif materi iklan juga tersedia sebagai layanan jasa.

[Profil Perusahaan popIn Corporation]
Lokasi kantor pusat: Roppongi Hills Mori Tower 39th floor, 6-10-1, Roppongi, Minato-ku, Tokyo
Presiden: Tao Cheng
Terbentuk: Juli 2008
URL perusahaan: https://www.popin.cc/
Bisnis utama dan cakupan: Dengan misi membuat informasi menjadi lebih cerdas, kami telah mengembangkan dan menjual "popIn Discovery", platform penemuan konten yang mendukung iklan native, dan lampu langit-langit proyektor pertama di dunia "popIn Aladdin", sebagai bisnis IoT yang dimulai pada tahun 2017. Saat ini, kami sedang mengembangkan layanan pengenalan gambar berbasis AI baru yang disebut "popIn Action".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demo di Thailand Masuk Hari Ke-6, Massa Putar Lagu K-Pop Girls' Generation

Demo di Thailand Masuk Hari Ke-6, Massa Putar Lagu K-Pop Girls' Generation

News | Selasa, 20 Oktober 2020 | 21:33 WIB

Bagaimana Medsos Memainkan Peran Penting dalam Protes Thailand?

Bagaimana Medsos Memainkan Peran Penting dalam Protes Thailand?

News | Senin, 19 Oktober 2020 | 15:03 WIB

Alhamdulillah, Thailand Siap Produksi Massal Vaksin Covid-19 Akhir 2020

Alhamdulillah, Thailand Siap Produksi Massal Vaksin Covid-19 Akhir 2020

Tekno | Selasa, 14 Juli 2020 | 05:30 WIB

Thailand Akan Izinkan Sebagian Turis Datang ke Negaranya

Thailand Akan Izinkan Sebagian Turis Datang ke Negaranya

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2020 | 05:20 WIB

Terdampak Covid-19, Industri Otomotif Thailand Merosot 65 Persen

Terdampak Covid-19, Industri Otomotif Thailand Merosot 65 Persen

Otomotif | Senin, 25 Mei 2020 | 14:25 WIB

MotoGP Thailand Ditunda, Begini Respons Marc Marquez

MotoGP Thailand Ditunda, Begini Respons Marc Marquez

Sport | Senin, 02 Maret 2020 | 19:37 WIB

Terkini

Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:52 WIB

Denny Indrayana Tegaskan Gugatan di MK Bukan Sekadar Ijazah Gibran: Ini Political Corruption

Denny Indrayana Tegaskan Gugatan di MK Bukan Sekadar Ijazah Gibran: Ini Political Corruption

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:50 WIB

AI Mulai Masuk Pabrik UKM, Data Jadi Senjata Baru Dongkrak Produktivitas

AI Mulai Masuk Pabrik UKM, Data Jadi Senjata Baru Dongkrak Produktivitas

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 12:49 WIB

7 Penyebab Pakaian Tetap Bau Apek meski Sudah Pakai Pelembut Saat Dijemur

7 Penyebab Pakaian Tetap Bau Apek meski Sudah Pakai Pelembut Saat Dijemur

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:44 WIB

Jejak Ngeri F Alias Batak: Penggerak Pelajar Buat Rusuh, Bawa Sajam, hingga Incar Kantor Polisi

Jejak Ngeri F Alias Batak: Penggerak Pelajar Buat Rusuh, Bawa Sajam, hingga Incar Kantor Polisi

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:43 WIB

Lipstik Wardah Glasting Ada Berapa Shade? Cek Pilihan Warnanya untuk Wanita Indonesia

Lipstik Wardah Glasting Ada Berapa Shade? Cek Pilihan Warnanya untuk Wanita Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:36 WIB

Tak Cuma Hiburan, BagaimanaSeni Bisa Jadi Jalan untuk Menggerakkan Aksi Iklim

Tak Cuma Hiburan, BagaimanaSeni Bisa Jadi Jalan untuk Menggerakkan Aksi Iklim

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:33 WIB

MediaTek C10 Max Bawa Performa AI 55 TOPS, Siap Jadi Penantang Snapdragon X

MediaTek C10 Max Bawa Performa AI 55 TOPS, Siap Jadi Penantang Snapdragon X

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 12:33 WIB

Buku Hakim Sarmin Presiden Kita: Membaca Politik Lewat Tawa dalam Dua Lakon

Buku Hakim Sarmin Presiden Kita: Membaca Politik Lewat Tawa dalam Dua Lakon

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 12:30 WIB

Limbah Data Center Perusahaan Teknologi Ini Diduga Bawa Bakteri Berbahaya ke Air Kota

Limbah Data Center Perusahaan Teknologi Ini Diduga Bawa Bakteri Berbahaya ke Air Kota

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:30 WIB

×