facebook

Jaringan 5G: Operator dan Penyedia Perangkat Sudah Siap, Pemerintah Belum

Liberty Jemadu | Dicky Prastya
Jaringan 5G: Operator dan Penyedia Perangkat Sudah Siap, Pemerintah Belum
Hasil uji kecepatan donwload 5G Smartfren di Jakarta, Senin (19/8/2019). [Suara.com/Tivan Rahmat]

Smartfren sudah siap menggelar teknologi jaringan 5G. Demikian juga produsen ponsel.

Suara.com - Smartfren mengatakan bahwa sebagian besar operator seluler dan penyedia perangkat di Indoneia sudah siap menggelar dan menyambut teknologi jaringan 5G. Yang belum siap justru pemerintah.

Deputi CEO Mobility Smartfren Sukaca Purwokardjono mengatakan bahwa pihaknya sudah menggelar uji coba 5G sejak 2019 lalu. Saat itu, kecepatan internet mampu menembus hingga gigabyte per second.

"Jaringan 5G sudah Gbps, sedangkan 4G masih Mbps. Pasti banyak kebutuhan-kebutuhan konsumen yang dipenuhi oleh 5G, baik itu entertainment, pribadi, atau bisnis," ujar Sukaca dalam sebuah diskusi online pekan ini.

Untuk fasilitas menara BTS, Sukaca menyebutkan bahwa menara yang sudah ada saat ini hanya perlu diperbarui agar mendukung 5G. Dengan begitu, menara BTS yang sekarang ada tidak perlu diganti.

Baca Juga: Jaringan 5G Oppo Reno5 5G Masih Dikunci, Bagaimana Dipakai di Luar Negeri?

"Sebagai operator kita udah siap teknologinya, tinggal tunggu pemerintah saja mau pakai spektrum mana," ujarnya.

Pemerintah lewat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada Desember 2020 lalu telah menghentikan proses lelang frekuensi 5G di Indonesia. Padahal saat itu sudah diumumkan tiga pemenang yakni Telkomsel, Smartfren, dan 3 Indonesia.

Meski demikian Kominfo mengatakan bahwa penggelaran jaringan 5G di Indonesia akan tetap berjalan. Teknologi ini diperkirakan akan mulai digelar pada akhir 2021.

Selain operator, penyedia perangkat seperti produsen ponsel dan chipset juga sudah siap. Hampir semua produsen ponsel dunia sudah memiliki gawai 5G. Produsen chipset sudah meluncurkan beberapa seri prosesor 5G.

"Kami siap mendukung dan membantu pemerintah dalam menggelar jaringan 5G di Indonesia," ujar Aryo Meidianto selaku PR Manager Oppo Indonesia dalam sambutannya di Oppo 5G Academy, Kamis (4/2/2021).

Baca Juga: Benarkah Teknologi 5G Ancam Privasi Pengguna?

Aryo memaparkan, Oppo sendiri sudah membuat tim standarisasi untuk 5G sejak 2015. Lalu pada 2018 mereka telah melakukan pengujian untuk penerapan jaringan 5G di smartphone.

Kemudian berlanjut pada 2019, di mana mereka sudah bersiap meluncurkan ponsel yang mendukung jaringan 5G. Ponsel pertama yang mendapat dukungan ini adalah Oppo Find X2 dan Find X2 Pro. Kemudian dilanjutkan dengan ponsel 5G terbaru lewat Oppo Reno5 5G.

"Kalau di indonesia, kita bekerja sama dengan operator lokal agar bagaimana operator bisa memakai 5G dengan jaringan 3,5Ghz. Kita akan menyesuaikan kebutuhan dari teman-teman operator. Kita enggak bisa sendiri-sendiri, makanya kita kolaborasi," ungkap Aryo.

Shannedy Ong selaku Country Director Qualcomm Indonesia juga telah menyatakan dukungannya. Saat ini, mereka sudah memproduksi berbagai macam chipset 5G, mulai dari smartphone flagship hingga entry-level.

"5G pertama kali ada tahun 2019. Nah saat itu kami meluncurkan chipset Snapdragon seri 800 untuk ponsel premium. Sekarang kami juga membuat chipset 5G untuk seri 400 (Snapdragon 480). Dengan ini, maka akan ada banyak perangkat 5G yang memiliki harga terjangkau," ungkap Shannedy.

Komentar