alexametrics

Miris! Bayi Ini Terlahir dengan Mutasi Covid-19

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Miris! Bayi Ini Terlahir dengan Mutasi Covid-19
Ilustrasi bayi. (Unsplash/@irinamurza)

Tes darah pada bayi menunjukkan bayi itu memiliki oksigen yang sangat rendah, namun uji swab tenggorokan juga menunjukkan bahwa ibu dan bayinya terkena Covid-19.

Suara.com - Para ahli menemukan kasus virus Corona (Covid-19) yang bermutasi di dalam bayi saat masih dalam kandungan pertama kalinya.

Seorang perempuan hamil dengan dugaan Covid-19 dilarikan ke Rumah Sakit Universitas Skane di Malmo, Swedia, karena menderita sakit perut yang parah tiba-tiba.

Para dokter memperhatikan bahwa bayi yang belum lahir memiliki detak jantung sangat rendah, yang bisa menjadi tanda bahwa bayi tersebut tidak mendapatkan cukup oksigen.

Tim medis melakukan operasi caesar darurat untuk menyelamatkan bayi tersebut. Tes darah pada bayi menunjukkan bayi itu memiliki oksigen yang sangat rendah, namun uji swab tenggorokan juga menunjukkan bahwa ibu dan bayinya terkena Covid-19.

Baca Juga: Mutasi Covid-19 Inggris Masuk RI, Wamenkes: Kita Tak Tahu Kapan Berakhir

Dengan menggunakan uji swab tersebut, genom virus diurutkan untuk memastikan kemungkinan bayi telah terinfeksi Covid-19 saat masih dalam kandungan.

"Kami menemukan bahwa genom virus pada ibu dan bayinya identik. Karena bayi diisolasi dari ibunya langsung setelah operasi caesar dan tidak bersentuhan dengan anggota keluarga lain saat tes ini dilakukan, temuan tersebut memastikan bahwa bayi itu memang terinfeksi sebelum dilahirkan," kata Mehreen Zaigham, Postdoctoral Research Fellow, Obstetric & Gynecology di Rumah Sakit Universitas Skane.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Beberapa hari kemudian, sekuensing genetik baru menunjukkan bahwa populasi virus bayi telah berubah dan mengandung versi virus, yang bermutasi bersama dengan strain virus asli dari induknya.

Zaigham mengatakan bahwa itu adalah kasus pertama dari perubahan genetik virus Corona dalam penularan dari ibu ke janin sebelum lahir.

Meskipun virus biasa bermutasi, mutasi yang disebut A107G ini terjadi hanya lima hari setelah bayi lahir.

Baca Juga: Update Covid-19 Global: AS Diprediksi Bisa 'Bebas Covid' April 2021

Perubahan genetik mungkin telah dirangsang oleh bayi yang bersentuhan dengan lingkungan di luar rahim ibu. Namun, cepatnya mutasi tunggal ini terjadi membuat tim ahli terkejut.

Komentar