Efek Bahan Bakar Fosil, Ini 3 Dampak Negatif yang Terjadi

Fitri Asta Pramesti

Senin, 08 Maret 2021 | 20:46 WIB
Efek Bahan Bakar Fosil, Ini 3 Dampak Negatif yang Terjadi
Efek bahan bakar fosil - ilustrasi minyak bumi. (Shutterstock)

Suara.com - Teknologi terbaru terus dikembangkan, dalam upaya meningkatkan efektivitas penggunaan bahan bakar dan menyediakan bahan bakar alternatif yang bisa digunakan manusia. Hal ini dikarenakan efek bahan bakar fosil yang saat ini digunakan, ternyata buruk untuk kondisi kehidupan dunia, mulai dari kerusakan lingkungan, pemanasan global, sehingga terganggunya kegiatan manusia secara umum.

Efek Bahan Bakar Fosil

  • Pemanasan Global

Mengapa pemanasan global menjadi efek bahan bakar fosil yang digunakan? Sederhananya, penggunaan atau pembakaran bahan bakar fosil yang saat ini digunakan di hampir setiap lini kehidupan menghasilkan gas residu, berupa Karbondioksida.

Gas ini sendiri tidak seluruhnya dapat diserap oleh tumbuhan (yang jumlahnya juga terus berkurang), sehingga berada di lapisan udara atas. Ketika kadar Karbondioksida terlalu tinggi, maka munculah fenomena efek rumah kaca, yang membuat bumi semakin panas dari waktu ke waktu.

  • Ketersediaan yang Terbatas

Jumlah bahan bakar fosil sendiri, baik minyak bumi atau batu bara, sangat terbatas. Eksploitasi besar-besaran yang dilakukan selama ini membuat jumlahnya terus menipis. Padahal faktanya, pembentukan bahan bakar fosil ini memakan waktu jutaan tahun hingga dapat digunakan.

Tentu saja, jika terus bergantung pada bahan bakar jenis ini, lama kelamaan manusia akan mengalami kesulitan jika sumber bahan bakar yang digunakan habis.

  • Polusi Udara

Mungkin dampak yang paling dekat dan efek bahan bakar fosil yang paling terasa adalah polusi udara yang semakin lama semakin membuat nafas tidak nyaman. Memang, majunya teknologi memungkinkan kendaraan atau mesin melakukan pembakaran dengan lebih baik, namun residu yang tercipta terus meningkat sehingga membuat udara semakin tidak nyaman dihirup.

Untuk merasakan perbedaan jelasnya, Anda bisa mencoba berkunjung ke area pegunungan atau perkebunan, dimana udara terasa lebih segar. Di perkotaan sendiri, udara terasa tak nyaman karena sudah terkontaminasi dengan hasil pembakaran bahan bakar fosil.

Efek buruk bahan bakar fosil sebenarnya sudah lama dipahami. Untuk itulah teknologi dan energi alternatif terus dikembangkan, agar dapat membantu mengurangi tingkat Karbondioksida dan zat berbahaya lain hasil pembakaran bahan bakar fosil.

baca juga

Dalam beberapa tahun belakangan nampaknya sudah muncul banyak alternatif. Semoga saja, kedepan makin banyak alternatif yang bisa digunakan dengan biaya yang lebih terjangkau sehingga dapat digunakan masyarakat luas.

Itulah penjelasan tentang efek bahan bakar fosil yang perlu kamu ketahui. Semoga informasi ini makin membuat kita bijak dalam memanfaatkan energi dan teknologi yang ada ya. 

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahan Bakar Fosil: Proses Pembentukan, Jenis, dan Kegunaannya

Bahan Bakar Fosil: Proses Pembentukan, Jenis, dan Kegunaannya

Tekno | Senin, 08 Maret 2021 | 20:17 WIB

Pentingnya Energi Terbarukan Untuk Atasi Krisis Perubahan Iklim

Pentingnya Energi Terbarukan Untuk Atasi Krisis Perubahan Iklim

Lifestyle | Rabu, 03 Maret 2021 | 15:55 WIB

Macam-macam Energi Beserta Contohnya

Macam-macam Energi Beserta Contohnya

News | Rabu, 03 Maret 2021 | 07:52 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×