alexametrics

Terancam Punah, 36 Kura-kura Galapagos Dilepas ke Habitat Asli

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Terancam Punah, 36 Kura-kura Galapagos Dilepas ke Habitat Asli
Ilustrasi kura-kura raksasa. [Shutterstock]

Dulu tercatat ada 15 spesies kura-kura raksasa yang endemik di Kepulauan Galapagos, tetapi wilayah tersebut dijajah pada akhir tahun 1800-an.

Suara.com - Sebanyak 36 kura-kura raksasa yang terancam punah (Chelonoidis chatamensis), akhirnya dilepas ke habitat aslinya di Kepulauan Galapagos setelah dibesarkan di tempat perlindungan penangkaran hewan.

Dulu tercatat ada 15 spesies kura-kura raksasa yang endemik di Kepulauan Galapagos, tetapi wilayah tersebut dijajah pada akhir tahun 1800-an, membuat kura-kura kesulitan mendapatkan makanan.

Jumlah hewan tersebut semakin menurun dan beberapa spesies dilaporkan punah.

Bahkan, Charles Darwin menulis tentang pemanenan spesies kura-kura yang hanya ditemukan di Pulau Floreana (Chelonoidis elephantopus), yang punah pada 1850.

Baca Juga: Heboh! Warga Rote Ndao Temukan Ikan Aneh, Mirip Wajah Kura-kura Ninja

Spesies kura-kura lainnya dianggap hilang, tetapi muncul kembali beberapa dekade kemudian sebagai hibrida dari dua spesies.

Berkat bantuan dari para konservasionis, sekarang diperkirakan populasi 6.700 kura-kura raksasa berkeliaran bebas di Galapagos.

Kura-kura raksasa Galapagos. [Galapagos.org]
Kura-kura raksasa Galapagos. [Galapagos.org]

Kelompok yang relatif baru terdiri dari kura-kura berusia antara enam dan delapan tahun serta memiliki berat lima kilogram.

Para ahli berharap kura-kura tersebut dapat tumbuh hingga 250 kilogram saat dewasa.

"Memelihara kura-kura muda di penangkaran hingga berusia sekitar lima tahun sebelum dilepaskan ke alam liar adalah hal penting dalam membangun kembali jumlah populasi dengan cepat," tulis Galapagos Conservancy di situs web resmi, dikutip IFL Science, Selasa (9/3/2021).

Baca Juga: Menggemaskan, Kura-kura Langka Ini Mirip Lelehan Keju

Konservasi tersebut mencatat bahwa kematian kura-kura di alam liar paling tinggi selama beberapa tahun pertama, seringkali terjadi karena kekurangan makanan atau air serta kura-kura yang menetas menjadi mangsa empuk bagi predator endemik dan invasif.

Komentar