alexametrics

Berusia 4,6 Miliar Tahun, Ilmuwan Temukan Meteorit Vulkanik Tertua

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Berusia 4,6 Miliar Tahun, Ilmuwan Temukan Meteorit Vulkanik Tertua
Ilustrasi meteorit. (Pixabay/AlexAntropov86)

Tim ilmuwan baru saja mengetahui bahwa batu luar angkasa itu berasal dari 2 juta tahun setelah pembentukan tata surya.

Suara.com - Para ilmuwan mengidentifikasi meteorit berumur 4,6 miliar tahun dan menjadi batuan vulkanik tertua yang pernah ditemukan.

Batuan vulkanik tertua ini dapat membantu para ahli memahami blok penyusun planet.

Ditemukan pertama kali di Gurun Sahara pada 2020, tim ilmuwan baru saja mengetahui bahwa batu luar angkasa itu berasal dari 2 juta tahun setelah pembentukan tata surya.

Kondisi tersebut membuat meteorit itu memecahkan rekor sebagai batuan vulkanik tertua.

Baca Juga: Ilmuwan Temukan Bukti Debu Asteroid Pemusnah Dinosaurus

"Saya telah menganalisis meteorit selama lebih dari 20 tahun dan ini mungkin meteorit baru yang paling fantastis yang pernah saya lihat," ucap Jean-Alix Barrat dari University of Western Brittany di Prancis, dikutip dari New Scientist, Rabu (10/3/2021).

Barrat menganalisis meteorit yang disebut sebagai Erg Chech 002 atau EC 002 dan menemukan bahwa meteorit itu tidak seperti meteorit lain yang pernah ditemukan.

Meteorit vulkanik tertua. [Newscientist]
Meteorit vulkanik tertua. [Newscientist]

Meteorit ini merupakan jenis batuan yang disebut andesit. Di Bumi, kebanyakan ditemukan di zona subduksi atau area di mana lempeng tektonik bertabrakan dan salah satunya didorong ke bawah. Kondisi ini sangat jarang ditemukan di meteorit.

Sebagian besar meteorit yang ditemukan di Bumi terbuat dari jenis batuan vulkanik lain yang disebut basal.

Analisis susunan kimiawi meteorit baru menunjukkan bahwa batu itu pernah meleleh dan mengeras hampir 4,6 miliar tahun lalu.

Baca Juga: Gumpalan Meteorit Seberat 14 Kilogram Ditemukan di Swedia

Artinya, kemungkinan batuan itu adalah bagian dari kerak protoplanet kuno yang pecah di masa lalu tata surya. Dengan kata lain, meteorit ini dapat mengungkapkan pembentukan awal planet di tata surya.

Komentar