alexametrics

Selain Seroja dan Odette, BMKG Pantau Bibit Siklon 91s di Selatan Sumatra

Liberty Jemadu
Selain Seroja dan Odette, BMKG Pantau Bibit Siklon 91s di Selatan Sumatra
Siklon Tropis ODETTE di Samudra Hindia, tepatnya pada posisi 14.2LS dan 107.7BT atau sekitar 780 km selatan barat daya dari Cilacap. [Dok BMKG]

Siklon Tropis Seroja dan Odette sedang mengamuk di Samudra Hindia. Kini muncul bibit siklon 91s di selatan Sumatra.

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Jumat (9/4/2021) menyatakan pihaknya sedang memantau bibit siklon 91s yang muncul di selatan Sumatra.

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab di Jakarta, mengatakan bahwa bibit siklon 91s di selatan Sumatra dan Jaa itu kecenderungan pertumbuhannya rendah.

Bibit siklon 91s muncul ketika Siklon Tropis Seroja dan Odette sedang mengamuk di Samudra Hindia. Seroja bahkan telah memporak-porandakan sebagian Provinsi Nusa Tenggara Timur pada pekan ini.

"Selain Siklon Tropis Seroja dan Odette, kami terus mengamati ada satu bibit baru 91s di sebelah barat atau selatan Pulau Sumatera," kata Fachri seperti dilansir dari Antara.

Baca Juga: Warga Korban Bencana ke Bupati Lembata: Jangan Pulangkan ke Desa Ini Lagi

Lebih lanjut Fachri mengatakan bahwa bibit siklon 91s posisinya cukup jauh, sekitar 700 km sebelah selatan Jawa. Kecenderungannya untuk tumbuh menjadi siklon tropis rendah, tak setinggi Odette dan Seroja.

Fachri juga menegaskan bahwa terbentuknya dua siklon secara bersamaan, pada saat ini Siklon Odette dan Siklon Seroja di Samudra Hindia, merupakan hal lazim dan sangat memungkinkan.

"Terjadinya siklon tropis secara bersamaan saat ini yakni Siklon Tropis Odette dan Seroja merupakan kondisi yang memang lazim, dan dapat mungkin terjadi di daerah pertumbuhan siklon," ujar Fachri.

Ciri khas siklon tropis yang berkembang di Samudra Hindia sebelah Selatan Indonesia atau Samudra Hindia bagian Tenggara, kata dia, frekuensi terbanyak terjadinya di awal musim dan akhir musim.

"Awal musim sekitar bulan November, dan akhir musim yaitu sekarang ini, bulan April," tutup Fachri.

Baca Juga: Diterjang Badai Siklon Tropis Seroja, 2 Nelayan NTT Terdampar di Australia

Komentar