Mudah Diingat, WHO Beri Nama Sederhana untuk Varian Covid-19

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 01 Juni 2021 | 14:30 WIB
Mudah Diingat, WHO Beri Nama Sederhana untuk Varian Covid-19
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan nama baru yang lebih sederhana, untuk menyebut setiap varian virus Corona (Covid-19) yang beredar.

Menurut WHO, varian Covid-19 harus dikenal dengan huruf alfabet Yunani, untuk menghindari stigmatisasi negara tempat virus itu pertama kali terdeteksi.

Sistem penamaan baru ini berlaku untuk varian yang menjadi perhatian dan varian tingkat kedua yang sedang dilacak.

"Mereka tidak akan menggantikan nama ilmiah yang ada, tetapi ini ditujukan untuk membantu dalam diskusi publik," kata Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis Covid-19 WHO, dikutip dari Science Alert, Selasa (1/6/2021).

Dalam sistem baru ini, varian Inggris B.1.1.7 akan disebut sebagai Alpha.

Varian B.1.351 yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan menjadi Beta, dan varian P.1 Brasil disebut Gamma.

Nama baru varian Covid-19. [Twitter]
Nama baru varian Covid-19. [Twitter]

Sedangkan, varian India B.1.617 dibagi menjadi sub-garis keturunan.

Varian B.1.617.2 menjadi Delta dan varian B.1.617.1 disebut Kappa.

Selain nama-nama ini, ada dua nama ilmiah lain yang digunakan untuk setiap mutasi.

baca juga

Sementara nama geografis berbeda telah digunakan untuk menggambarkan varian yang sama.

Misalnya, varian yang ditemukan di Inggris oleh negara lain juga sering disebut Varian Kent, daerah di tenggara Inggris tempat varian virus itu pertama kali ditemukan.

Selain itu, nama-nama garis keturunan seperti B.1.1.7.2 masih akan terus digunakan di kalangan ilmiah.

"Meskipun memiliki kelebihan, nama-nama ilmiah ini sulit untuk diucapkan dan diingat serta cenderung salah dilaporkan," tulis WHO dalam sebuah pernyataan.

Akibatnya, publik sering menggunakan sebutan varian berdasarkan tempat di mana virus itu terdeteksi, yang menstigmatisasi dan diskriminatif.

"Untuk menghindari ini dan untuk menyederhanakan komunikasi publik, WHO mendorong otoritas nasional, media, dan lainnya untuk mengadopsi penamaan baru ini," tambah WHO.

Sebelumnya, awal bulan ini, Presiden Joe Biden menandatangani undang-undang yang bertujuan, melindungi orang Amerika keturunan Asia karena mendapatkan serangan selama pandemi.

Logo Organisasi Kesehatan Dunia, WHO. [AFP]
Logo Organisasi Kesehatan Dunia, WHO. [AFP]

Kelompok anti-ekstremisme Amerika Serikat mengatakan jumlah serangan dan kejahatan rasial terhadap orang Asia-Amerika telah melonjak sejak awal pandemi.

Mereka menyalahkan mantan presiden Donald Trump, yang berulang kali menyebut Covid-19 sebagai "virus China".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Temukan 15 Varian Covid-19 India dari Penularan Lokal, Thailand Waspada

Temukan 15 Varian Covid-19 India dari Penularan Lokal, Thailand Waspada

Health | Sabtu, 22 Mei 2021 | 09:05 WIB

Meski Sudah Ada Vaksin, WHO Tetap Tak Sarankan Perjalanan Luar Negeri

Meski Sudah Ada Vaksin, WHO Tetap Tak Sarankan Perjalanan Luar Negeri

Health | Jum'at, 21 Mei 2021 | 06:00 WIB

Lacak Sumber Varian Covid-19 India yang Tulari Nakes, 200 Orang Ditracing

Lacak Sumber Varian Covid-19 India yang Tulari Nakes, 200 Orang Ditracing

Jakarta | Kamis, 20 Mei 2021 | 16:37 WIB

Luwu Utara Kejar Standar Pemeriksaan Covid-19 WHO

Luwu Utara Kejar Standar Pemeriksaan Covid-19 WHO

Sulsel | Rabu, 19 Mei 2021 | 14:26 WIB

Kasus IDI Kacung WHO, MA Tolak Kasasi Jaksa, Jerinx Akan Bebas?

Kasus IDI Kacung WHO, MA Tolak Kasasi Jaksa, Jerinx Akan Bebas?

Bali | Rabu, 19 Mei 2021 | 06:40 WIB

WHO: Jam Kerja Panjang Jadi Pembunuh di Tempat Kerja

WHO: Jam Kerja Panjang Jadi Pembunuh di Tempat Kerja

Health | Selasa, 18 Mei 2021 | 12:35 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×