alexametrics

1000 Starship Siap Digunakan Atasi Sampah Luar Angkasa

Dythia Novianty
1000 Starship Siap Digunakan Atasi Sampah Luar Angkasa
Ilustrasi roket Starship di Bulan[SpaceX].

Pemimpin SpaceX, Elon Musk, berencana mengirim manusia ke Mars dengan Starship.

Suara.com - Pemimpin SpaceX, Elon Musk, berencana mengirim manusia ke Mars dengan Starship untuk menjajah Planet Merah itu.

Tidak sampai di situ, rencananya Starship juga akan dikerahkan untuk membantu memecahkan masalah yang lebih mendesak.

Orbit bumi semakin menjadi berantakan dengan sampah luar angkasa.

Para ahli percaya bahwa sampah luar angkasa tersebut merupakan ancaman serius bagi rencana masa depan untuk menjelajahi perbatasan akhir.

Baca Juga: Jadi Sorotan, Elon Musk Ikutan Bercuit Free Britney

Menurut data yang diberikan oleh Badan Antariksa Eropa (ESA), ada sekitar 34.000 objek yang berdiameter lebih dari 10 cm dan 900.000 yang berukuran antara satu dan 10 cm mengelilingi Bumi.

Semakin banyaknya satelit yang diluncurkan ke jalur luar angkasa orbit Bumi, ketakutan akan potensi tabrakan berkecepatan tinggi dengan sampah antariksa ini semakin meningkat.

Ilustrasi sampah luar angkasa. [Shutterstock]
Ilustrasi sampah luar angkasa. [Shutterstock]

Tabrakan semacam itu dapat memicu kaskade sampah luar angkasa, menghasilkan lebih banyak awan puing yang menyebabkan tabrakan lebih lanjut.

Skenario ini, yang dikenal sebagai Sindrom Kessler, dapat mempersulit operasi di orbit Bumi jika keadaan menjadi cukup buruk.

Dilansir laman Express.co.uk, Selasa (6/7/2021), pendiri SpaceX percaya bahwa dia mungkin memiliki solusi yang tepat untuk masalah yang membayangi ini.

Baca Juga: Elon Musk Heboh di Twitter soal Baby Doge, Apa Itu?

Ditanya di Twitter tentang apakah SpaceX telah memikirkan cara apa pun untuk mencoba mengumpulkan puing-puing Luar Angkasa, Elon Musk menguraikan rencana untuk menggunakan Starship.

Komentar