alexametrics

NASA Klaim Goyangan Bulan Bisa Timbulkan Bencana Banjir Besar

Dythia Novianty
NASA Klaim Goyangan Bulan Bisa Timbulkan Bencana Banjir Besar
Ilustrasi Bulan. [Ponciano/Pixabay]

Pergeseran siklus di orbit bulan, ditambah dengan naiknya permukaan laut karena perubahan iklim, akan menyebabkan banjir besar.

Suara.com - Pergeseran siklus di orbit bulan, ditambah dengan naiknya permukaan laut karena perubahan iklim, akan menyebabkan banjir besar.

Studi terbaru menunjukkan bencana ini akan terjadi di seluruh dunia dalam dekade berikutnya.

CBS melaporkan, studi tersebut dilakukan NASA dan University of Hawaii.

Keduanya meneliti kenaikan permukaan laut yang sedang berlangsung dan situasi mengerikan yang akan dihadapi kota-kota pesisir selama pergeseran bulan berikutnya atau "goyangan".

Baca Juga: Perhatian, Ini Beda Varian Covid-19 Delta, Delta Plus, Kappa, dan Lambda

Apa yang disebut goyangan yang terjadi di orbit bulan adalah fenomena alami yang pertama kali didokumentasikan pada 1728.

Fenomena ini terjadi setiap 18,6 tahun dan mengakibatkan perubahan pasang surut.

Ilustrasi air pasang. [Alex Bljan/Unsplash]
Ilustrasi air pasang. [Alex Bljan/Unsplash]

"Dalam setengah dari siklus 18,6 tahun Bulan, pasang surut harian reguler Bumi ditekan: Pasang naik lebih rendah dari biasanya, dan pasang surut lebih tinggi dari biasanya," kata NASA.

Menurut NASA, di paruh lain siklus, pasang naik: pasang naik lebih tinggi, dan pasang surut turun.
Kenaikan permukaan laut global mendorong pasang naik hanya ke satu arah, yakni lebih tinggi.

"Jadi setengah dari siklus bulan 18,6 tahun melawan efek kenaikan permukaan laut pada air pasang, dan setengah lainnya meningkatkan efeknya,” jelas NASA.

Baca Juga: Akhirnya! Helikopter NASA Berhasil Selesaikan Penerbangan Paling Menantang

Sementara goyangan itu sendiri tidak menyebabkan kerusakan besar, para ilmuwan menemukan banjir pasang berikutnya akan jauh lebih buruk ketika memperhitungkan kenaikan permukaan laut karena perubahan iklim.

Komentar