alexametrics

Pemakaman Kuno Berusia 4.000 Tahun, Kerangka Hangus Ibu Hamil Anak Kembar Ditemukan

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Pemakaman Kuno Berusia 4.000 Tahun, Kerangka Hangus Ibu Hamil Anak Kembar Ditemukan
Ilustrasi alat-alat rumah tangga zaman perunggu. [Shutterstock]

Kerangka tersebut berusia 4.000 tahun dan pemakaman terletak di dekat kota Szigetszentmiklos, Hongaria.

Suara.com - Para peneliti dari institusi di Italia dan Hongaria menemukan kerangka seorang perempuan hamil dari Zaman Perunggu.

Analisis dari sisa-sisa sampel dan artefak yang ditemukan mengungkapkan, kerangka tersebut berusia 4.000 tahun dan pemakaman terletak di dekat kota Szigetszentmiklos, Hongaria.

Alih-alih dikubur dengan tanah seperti pemakaman pada umumnya, tim ahli menemukan pemakaman tersebut.

Terdiri dari ratusan pot atau guci tanah liat yang terkubur setengah kilometer dari tepi sungai Danube.

Pemakaman guci ini memberikan informasi mengenai data arkeologi yang mewakili budaya lama yang telah hilang yang dikenal sebagai Vatya.

Baca Juga: Merinding! 40 Makam Kuno Penuh Kerangka Manusia Terkubur dalam Pot

Pemakaman tersebut ditemukan selama penggalian untuk pembangunan supermarket baru di wilayah itu.

Pemakaman kuno berusia 4.000 tahun di dekat kota Szigetszentmiklos, Hongaria. [PLOS ONE]
Pemakaman kuno berusia 4.000 tahun di dekat kota Szigetszentmiklos, Hongaria. [PLOS ONE]

Secara total, 525 kuburan ditemukan di dalam setengah hektar tanah.

Sebagian besar terdiri dari pecahan tulang, abu, dan barang-barang kuburan yang terbuat dari keramik atau perunggu.

Para peneliti mengambil 41 sampel dari 29 makam, termasuk 26 guci kremasi, dan melakukan analisis di laboratorium untuk mengungkapkan mengenai siapa jenazah tersebut.

Dalam analisis tersebut, para ahli menemukan salah satu jasad seorang perempuan berusia akhir 20-an atau awal 30-an yang sedang hamil.

Baca Juga: Harta Karun Zaman Perunggu Berusia 2.500 Tahun Tak Sengaja Ditemukan

Ia dikubur bersama dengan bayi kembar yang masih berusia sekitar 30 minggu kehamilan.

Komentar