Mengenal 8 Arah Mata Angin dan Cara Menentukannya

Rifan Aditya

Jum'at, 20 Agustus 2021 | 15:59 WIB
Mengenal 8 Arah Mata Angin dan Cara Menentukannya
Mengenal 8 Arah Mata Angin dan Cara Menentukannya - Ilustrasi kompas (pixabay.com/MarandaP)

Suara.com - Arah mata angin sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia sebagai petunjuk agar tidak tersesat. Misalnya, pelaut yang harus mengenal arah mata angin agar sukses dalam pelayaran. Bahkan pada masa lampau manusia menggunakan arah mata angin untuk memprediksi cuaca. 

Mata angin merupakan panduan untuk menentukan arah yang umumnya digunakan dalam navigasi, kompas, dan peta. Arah mata angin sangat membantu dalam menentukan posisi maupun arah dalam perjalanan. Oleh sebab itu, arah mata angin menjadi pengetahuan dasar yang penting diketahui.  

Dalam Kepramukaan, mata angin terbagi menjadi 4, 8, 16, bahkan 32 arah. Namun, yang paling umum dikenal hanya 8 arah mata angin. Delapan arah tersebut yang sering diajarkan di tingkat sekolah dasar dalam buku maupun lagu. 

Kedelapan arah tersebut ditentukan berdasarkan cardinal points dan ordinal points. Cardinal points atau ada pula yang menyebutnya ibu mata angin adalah empat mata angin yang dikenal selama ini, yakni Timur, Selatan, Barat, dan Utara. Sementara ordinal points merupakan pertengahan dari keempat arah tersebut. 

Berikut keempat arah cardinal point beserta derajatnya.

  • Utara = 0 atau 360 derajat
  • Timur = 90 derajat
  • Selatan = 180 derajat
  • Barat = 270 derajat.

Sementara itu, ordinal points juga memiliki empat arah, yakni: 

  • Timur laut = antara timur dengan utara, terletak di 45 derajat
  • Tenggara = antara timur dengan selatan, terletak di 135 derajat
  • Barat daya = antara barat dan selatan, terletak di 225 derajat
  • Barat laut = antara utara dan barat, terletak di 315 derajat

Bagaimana cara menentukan arah mata angin

Sejak dahulu telah dikenal berbagai metode untuk menentukan arah mata angin, mulai dari memperhatikan terbit dan terbenamnya matahari, rasi bintang, hingga melalui bayangan tongkat. 

Namun, perkembangan teknologi semakin memudahkan manusia dengan ditemukannya kompas. Kompas adalah alat navigasi untuk menentukan arah mata angin berupa panah penunjuk magnetis yang bisa menyelaraskan diri dengan magnet bumi dengan akurat.  

baca juga

Bahkan, kini telah ada aplikasi kompas pada smartphone yang bisa diunduh. Jadi manusia semakin mudah menentukan arah mata angin. 

Kontributor : Lolita Valda Claudia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fitur Kompas Kembali di Google Maps, Ada Dua Format

Fitur Kompas Kembali di Google Maps, Ada Dua Format

Kaltim | Selasa, 06 April 2021 | 13:36 WIB

Banyak Kompas Berjalan di Jogja, Ternyata Begini Patokan Mata Angin Mereka

Banyak Kompas Berjalan di Jogja, Ternyata Begini Patokan Mata Angin Mereka

Jogja | Jum'at, 19 Februari 2021 | 08:20 WIB

Cara Menentukan Arah Mata Angin dengan Kompas

Cara Menentukan Arah Mata Angin dengan Kompas

News | Senin, 14 Desember 2020 | 12:15 WIB

Terkini

Mengenal Keunggulan BRI Multiguna Pre-Approved Bagi Nasabah Terpilih

Mengenal Keunggulan BRI Multiguna Pre-Approved Bagi Nasabah Terpilih

Jabar | Rabu, 09 September 2026 | 13:02 WIB

Upin Ipin Sindir Kebakaran Hutan, Netizen: Titik Terendah Kita Diroasting Upin Ipin

Upin Ipin Sindir Kebakaran Hutan, Netizen: Titik Terendah Kita Diroasting Upin Ipin

News | Rabu, 09 September 2026 | 13:02 WIB

Watermelon Pool, Bacaan Segar untuk Anak yang Suka Berimajinasi

Watermelon Pool, Bacaan Segar untuk Anak yang Suka Berimajinasi

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 13:00 WIB

Pria 51 Tahun Ditemukan Tewas di Depan Tempat Karaoke Buduran, Mulutnya Mengeluarkan Busa

Pria 51 Tahun Ditemukan Tewas di Depan Tempat Karaoke Buduran, Mulutnya Mengeluarkan Busa

Jatim | Rabu, 09 September 2026 | 12:56 WIB

BRI Multiguna Pre-Approved, Alternatif Pembiayaan untuk Kebutuhan Anda

BRI Multiguna Pre-Approved, Alternatif Pembiayaan untuk Kebutuhan Anda

Jakarta | Rabu, 09 September 2026 | 12:55 WIB

3 Rekomendasi Lip Velvet Matte Ringan Tidak Bikin Garis Bibir Tegas

3 Rekomendasi Lip Velvet Matte Ringan Tidak Bikin Garis Bibir Tegas

Lifestyle | Rabu, 09 September 2026 | 12:55 WIB

BRI Multiguna Pre-Approved: Cek Penawaran dan Ajukan via BRImo

BRI Multiguna Pre-Approved: Cek Penawaran dan Ajukan via BRImo

Lampung | Rabu, 09 September 2026 | 12:49 WIB

Indonesia Masih Susah Keluar dari Kubangan Jebakan Negara Berpendapatan Menengah

Indonesia Masih Susah Keluar dari Kubangan Jebakan Negara Berpendapatan Menengah

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 12:49 WIB

3 Perbedaan Skin Tint vs Cushion vs BB Cream, Mana Paling Ringan?

3 Perbedaan Skin Tint vs Cushion vs BB Cream, Mana Paling Ringan?

Lifestyle | Rabu, 09 September 2026 | 12:45 WIB

Modus Pembakaran Hutan: Dibayar Rp500 Ribu, Lahan Hangus Ditanami Sawit

Modus Pembakaran Hutan: Dibayar Rp500 Ribu, Lahan Hangus Ditanami Sawit

Kaltim | Rabu, 09 September 2026 | 12:45 WIB

×