Indonesia Masih Susah Keluar dari Kubangan Jebakan Negara Berpendapatan Menengah

Liberty Jemadu

Rabu, 09 September 2026 | 12:49 WIB
Indonesia Masih Susah Keluar dari Kubangan Jebakan Negara Berpendapatan Menengah
Hasil kajian ADBI menunjukkan skor probabilitas Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah adalah 0,44, jauh dari ambang batas 0,6. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Hasil kajian ADBI menunjukkan skor probabilitas Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah adalah 0,44, jauh dari ambang batas 0,6.
  • Model machine learning menunjukkan transformasi struktural, kualitas institusi, dan kelayakan politik berkontribusi besar terhadap kemampuan suatu negara mencapai status berpendapatan tinggi.
  • Indonesia perlu memperkuat basis sumber daya melalui pendalaman manufaktur, peningkatan keterampilan, inovasi, serta konsistensi kebijakan guna meningkatkan produktivitas domestik.

Suara.com - Hasil kajian Asian Development Bank Institute (ADBI) menunjukkan Indonesia masih kesulitan keluar dari kubangan jebakan negara berpendapatan menengah atau middle-income trap (MIT).

CEO ABDI Bambang Brodjonegoro menjelaskan skor probabilitas Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah hanya 0,44, sementara ambang batasnya adalah 0,6.

Dalam konferensi bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan/PPN (Bappenas) di Jakarta, Rabu (9/9/2026) Bambang memaparkan hasil analisis berbasis machine learning yang mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kemampuan suatu negara mencapai status berpendapatan tinggi.

Analisis tersebut membandingkan dua model machine learning, yakni XGBoost dan Elastic Net.

Hasil kedua model menunjukkan bahwa transformasi struktural, kualitas institusi, dan kelayakan politik merupakan tiga pilar dengan kontribusi terbesar terhadap kekuatan prediktif kemampuan suatu negara keluar dari MIT. Menurut dia, ketiga pilar tersebut menyumbang lebih dari 73 persen kekuatan prediktif dalam model.

Selain ketiga pilar tersebut, analisis ADBI juga mencakup modal manusia (human capital), inovasi (innovation), kapasitas fiskal (fiscal capacity), dan kapasitas negara (state capacity).

“Sayangnya bagi Indonesia, Thailand, Vietnam, Filipina, serta Kamboja, Myanmar, India, dan negara-negara lainnya, masih menghadapi tantangan karena probabilitas keluar dari middle income trap masih relatif jauh dari ambang batas,” kata Bambang.

Bambang mengatakan skor Indonesia sebesar 0,44 masih berada di bawah sejumlah negara Asia lainnya. Thailand mencatat skor 0,56, sedangkan Vietnam mencapai 0,50.

“Jadi, saya dapat mengatakan bahwa negara-negara tersebut berada dalam posisi borderline. Ada kemungkinan untuk keluar dari middle income trap, tetapi belum dapat dipastikan,” ucapnya.

baca juga

Sementara itu, negara Asia lainnya seperti Jepang, Singapura, dan Korea Selatan mencatat skor probabilitas keluar dari middle income trap yang sangat tinggi, masing-masing sebesar 0,97, 0,95, dan 0,91, sebelum beralih menjadi negara berpendapatan tinggi.

Menurut Bambang, Indonesia perlu memperkuat kemampuan domestik dan meningkatkan produktivitas untuk meningkatkan nilai tambah domestik sebagai bagian dari upaya keluar dari middle-income trap.

Menurut dia, modal dasar Indonesia selama ini bertumpu pada sumber daya alam. Oleh karena itu, ia menilai Indonesia perlu memperkuat basis sumber daya tersebut melalui pendalaman manufaktur, pengembangan pemasok domestik, penarikan investasi asing langsung (FDI) yang berorientasi pada teknologi, peningkatan keterampilan dan inovasi, serta partisipasi dalam integrasi rantai nilai regional.

Selain itu, konsistensi kebijakan juga dinilai penting untuk mendukung transformasi struktural Indonesia menuju status negara berpendapatan tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia di Persimpangan: Menghindari Jebakan Stagnasi Ekonomi

Indonesia di Persimpangan: Menghindari Jebakan Stagnasi Ekonomi

Your Say | Minggu, 19 Juli 2026 | 16:05 WIB

Captain Phillips: Duel Psikologis Tom Hanks Lawan Perompak Somalia, Malam Ini di Trans TV

Captain Phillips: Duel Psikologis Tom Hanks Lawan Perompak Somalia, Malam Ini di Trans TV

Entertainment | Senin, 09 Februari 2026 | 19:15 WIB

Dukung Ide Pandawara Group Patungan Beli Hutan, Denny Caknan Siap Sumbang Rp 1 Miliar

Dukung Ide Pandawara Group Patungan Beli Hutan, Denny Caknan Siap Sumbang Rp 1 Miliar

Entertainment | Senin, 08 Desember 2025 | 14:53 WIB

Dukung PPPK Jadi PNS, Anggota Komisi II DPR Sebut Usulan Terbuka Diakomodir Lewat Revisi UU ASN

Dukung PPPK Jadi PNS, Anggota Komisi II DPR Sebut Usulan Terbuka Diakomodir Lewat Revisi UU ASN

News | Kamis, 30 Oktober 2025 | 12:45 WIB

King Abdi MasterChef Alami Pengalaman Tak Menyenangkan di Maskapai Penerbangan

King Abdi MasterChef Alami Pengalaman Tak Menyenangkan di Maskapai Penerbangan

Entertainment | Minggu, 12 Oktober 2025 | 15:00 WIB

Terkini

Gergasi Karya Danarto: Kisah Semut Mengusung Mayat dan Pohon Bermusyawarah

Gergasi Karya Danarto: Kisah Semut Mengusung Mayat dan Pohon Bermusyawarah

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Kemiskinan Struktural: Ketika Manusia Kehilangan Hak untuk Bermimpi

Kemiskinan Struktural: Ketika Manusia Kehilangan Hak untuk Bermimpi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:28 WIB

Ditahan Polisi, Bidan Desa di Rokan Hilir Ngaku Diperlakukan Tak Manusiawi

Ditahan Polisi, Bidan Desa di Rokan Hilir Ngaku Diperlakukan Tak Manusiawi

Riau | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:23 WIB

Omoda X Hadir dengan Thermal Night Vision: SUV Canggih Penantang Toyota RAV4 dari Chery

Omoda X Hadir dengan Thermal Night Vision: SUV Canggih Penantang Toyota RAV4 dari Chery

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:21 WIB

Kenapa Wardah Glasting Harus Dikocok Sebelum Pakai? Ini Alasannya

Kenapa Wardah Glasting Harus Dikocok Sebelum Pakai? Ini Alasannya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:19 WIB

Demo Mahasiswa di Hari Sumpah Pemuda, Ini 4 Titik Aksi di Jakarta

Demo Mahasiswa di Hari Sumpah Pemuda, Ini 4 Titik Aksi di Jakarta

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:19 WIB

Alvin Tedjo Walkot Keturunan Indonesia di Kanada: Ayah Dokter Gigi Kelahiran Padang, Istri Perawat

Alvin Tedjo Walkot Keturunan Indonesia di Kanada: Ayah Dokter Gigi Kelahiran Padang, Istri Perawat

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:19 WIB

Nathan Tjoe-A-On Main Penuh saat Willem II Bungkam Helmond

Nathan Tjoe-A-On Main Penuh saat Willem II Bungkam Helmond

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:18 WIB

Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?

Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:17 WIB

750 BUMN Ditutup Pada Era Prabowo, Puluhan Ribu Pekerja Terancam PHK?

750 BUMN Ditutup Pada Era Prabowo, Puluhan Ribu Pekerja Terancam PHK?

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:07 WIB

×