Samsung Gunakan Wear OS di Galaxy Watch 4, Bagaimana Nasib Model Lawas?

Liberty Jemadu

Jum'at, 20 Agustus 2021 | 21:45 WIB
Samsung Gunakan Wear OS di Galaxy Watch 4, Bagaimana Nasib Model Lawas?
Harga Samsung Galaxy Watch 4 di Indonesia mulai Rp 3 juta. [Samsung]

Suara.com - Samsung menggunakan sistem operasi terbaru Wear OS Powered by Samsung untuk seri Galaxy Watch 4. Sistem operasi ini mereka kembangkan bersama Google untuk perangkat wearable. Lalu bagaimana nasib jam tangan Galaxy Watch seri yang lama?

Manajer Pemasaran Produk, Samsung Mobile, Samsung Electronics Indonesia, Taufiq Furqan, menyatakan seri lama Galaxy Watch, seperti Galaxy Watch 3 dan Galaxy Watch Active 2 tetap menggunakan sistem operasi lama, Tizen.

"Generasi sebelumnya tetap pakai OS Tizen, sementara Galaxy Watch 4 ke atas pakai Wear OS Powered by Samsung," kata Taufiq seperti dilansir dari Antara, Jumat (20/8/2021).

Jam tangan pintar Galaxy Watch model lama tidak akan bisa ditingkatkan ke sistem operasi Wear OS Powered by Samsung, namun, mereka menjanjikan akan terus ada dukungan pembaruan untuk Tizen.

Dengan Wear OS Powered by Samsung, seri Galaxy Watch bisa dipasangi aplikasi di ekosistem Google seperti Google Maps dan Google Play. Selain itu, jam tangan pintar juga bisa dipasangi aplikasi yang tersedia di Google Play Store seperti aplikasi pelacak olahraga dan streaming musik.

Meski pun memiliki akses ke Google, pengguna tetap bisa memasang aplikasi yang tersedia di ekosistem Galaxy. Untuk tampilan antarmuka, Galaxy Watch 4 menggunakan One UI, yang diperkaya dengan fitur sinkronisasi otomatis dengan ponsel.

Samsung resmi merilis jam tangan pintar Galaxy Watch 4 series di Indonesia pada Rabu (11/8/2021) lalu. Perangkat ini terdiri dari dua varian, yakni Galaxy Watch 4 biasa dan Galaxy Watch 4 Classic.

Masing-masing model juga tersedia dalam dua jenis ukuran. Galaxy Watch 4 hadir dengan ukuran 40 mm dan 44 mm, sementara Galaxy Watch 4 Classic muncul dengan ukuran 42 mm dan 46 mm. Kedua model ini juga hadir dengan layar Super AMOLED melingkar dengan casing berbahan logam.

Galaxy Watch 4 menampilkan layar AMOLED 1,19 inci dengan resolusi 396 x 396 piksel. Sedangkan Galaxy Watch 4 Classic mengemas layar 1,36 inci dengan resolusi 450 x 450 piksel. Galaxy Watch 4 series ditenagai prosesor Exynos W920 dengan fabrikasi 5nm.

baca juga

Chipset ini diklaim memiliki kinerja CPU 20 persen dan GPU 10 kali lebih tinggi untuk menampilkan performa lebih lancar. Prosesor ini dipasangkan dengan RAM 1,5 GB dan internal 16 GB untuk semua model Galaxy Watch 4.

Galaxy Watch 4 hadir dengan tampilan One UI Watch 3 berbasis Android Wear OS 3. Tampilan ini diklaim memberikan pengalaman lebih baik dengan ekosistem Samsung Galaxy lain, termasuk smartphone.

Harga Galaxy Watch 4 di Indonesia mulai Rp 3 juta sampai Rp 6 juta, tergantung pada ukuran layarnya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Samsung Ungkap Bocoran Terbaru Galaxy Watch FE, Meluncur Juli 2024!

Samsung Ungkap Bocoran Terbaru Galaxy Watch FE, Meluncur Juli 2024!

Tekno | Senin, 03 Juni 2024 | 12:22 WIB

Terkini

Media Inggris Ingatkan Kebakaran Hutan Bukan Cuma di Kalimantan, Papua Juga Parah

Media Inggris Ingatkan Kebakaran Hutan Bukan Cuma di Kalimantan, Papua Juga Parah

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:53 WIB

IHSG Makin Terpuruk ke Level 5.800, Ini Penyebabnya

IHSG Makin Terpuruk ke Level 5.800, Ini Penyebabnya

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:52 WIB

Kemendagri Evaluasi Layanan Satyalancana Karya Satya Bagi PNS Daerah

Kemendagri Evaluasi Layanan Satyalancana Karya Satya Bagi PNS Daerah

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Baby Oil Bisa Dipakai Apa Aja? Ini Efeknya untuk Kulit Anak dan Orang Dewasa

Baby Oil Bisa Dipakai Apa Aja? Ini Efeknya untuk Kulit Anak dan Orang Dewasa

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:48 WIB

Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Kebebasan Pers di Indonesia Disorot Lembaga Dunia

Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Kebebasan Pers di Indonesia Disorot Lembaga Dunia

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:47 WIB

Negara Kekurangan Lapangan Kerja, Rakyat Disuruh Berwirausaha

Negara Kekurangan Lapangan Kerja, Rakyat Disuruh Berwirausaha

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Malaysia Kaji Rencana Proyek Kereta Api Trans-Borneo Hubungkan Kalimantan hingga Brunei

Malaysia Kaji Rencana Proyek Kereta Api Trans-Borneo Hubungkan Kalimantan hingga Brunei

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:43 WIB

Tanda Tanya Kapolri Kompak Pindah Tiga Mantan Kapolresta Solo ke Lemdiklat

Tanda Tanya Kapolri Kompak Pindah Tiga Mantan Kapolresta Solo ke Lemdiklat

Jakarta | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:41 WIB

Prabowo Setuju Bantuan Asing Tangani Karhutla, BPNB: Kita Lihat Bantuan Apa Saja

Prabowo Setuju Bantuan Asing Tangani Karhutla, BPNB: Kita Lihat Bantuan Apa Saja

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:40 WIB

Jejak Akademis dan Desa, Rektor IPB Alim Setiawan Slamet Kini Resmi Jabat Wamentan

Jejak Akademis dan Desa, Rektor IPB Alim Setiawan Slamet Kini Resmi Jabat Wamentan

Bogor | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:39 WIB

×