Parasetamol di Teluk Jakarta, Pemerintah Diminta Kuatkan Regulasi Tata Kelola Limbah

Liberty Jemadu Suara.Com
Minggu, 03 Oktober 2021 | 09:05 WIB
Parasetamol di Teluk Jakarta, Pemerintah Diminta Kuatkan Regulasi Tata Kelola Limbah
Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara. (Suara.com/Arga)

Suara.com - Pemerintah diminta untuk menguatkan regulasi tata kelola limbah air, baik rumah tangga maupun industri untuk mencegah zat berbahaya seperti obat-obatan mencemari lautan.

Imbauan ini disampaikan Zainal Arifin, pakar ekotoksikologi di Pusat Riset Oseanografi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) setelah studinya yang menemukan konsentarasi tinggi parasetamol di Teluk Jakarta mencuri perhatian publik pada pekan ini.

"Tugas setiap kita baik industri maupun masyarakat, untuk menjaga kesehatan manusia dan juga kesehatan lingkungan termasuk laut. Semua itu agar kita dapat hidup lebih bermakna,” kata Zainal seperti dilansir dari laman resmi BRIN, Sabtu (2/10/2021).

Selain itu, Zainal juga mendesak masyarakat untuk lebih bertanggung jawab menggunakan produk farmasi dan tak membuang sisa obat-obatan sembarangan.

"Sedangkan dalam pemakaian produk farmasi (obat, stimulan), publik perlu lebih bertanggung jawab, misalnya tidak membuang sisa obat sembarangan. Ini yang nampaknya belum ada, perlu ada petunjuk pembuangan sisa-sisa obat," tegas Zainal.

Sebelumnya dilaporkan bahwa konsentrasi parasetamol di perairan Teluk Jakarta lumayan tinggi dan faktanya lebih tinggi dari beberapa perairan yang pernah diteliti di dunia.

Konsentrasi tinggi parasetamol terdeteksi di Angke sebesar 610 nanogram per liter (ng/L) dan Ancol 420 ng/L. Jumlah ini lebih tinggi dibanding di pantai Brasil yang sebesar 34,6 ng/L dan pantai utara Portugis yang sebesar 51,2–584 ng/L.

Meskipun masih butuh penelitian lebih lanjut, tetapi studi di Korea Selatan menyebutkan bahwa zooplankton yang terpapar paracetamol menyebakan peningkatan stress hewan dan oxydative stress, yakni ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dengan sistem antiosidan, yang berperan dalam mempertahankan homeostasis.

Zainal sebelumnya mengatakan ada tiga kemungkinan sumber parasetamol di Teluk Jakarta. Ketiganya adalah ekskresi akibat konsumsi masyarakat yang berlebihan, rumah sakit, dan industri farmasi.

Baca Juga: BRIN Pastikan Lima Fungsi Kebun Raya Tetapi Dipenuhi Secara Imbang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI