alexametrics

Google dan YouTube Akan Blokir Iklan dari Konten yang Anti Perubahan Iklim

RR Ukirsari Manggalani | Dicky Prastya
Google dan YouTube Akan Blokir Iklan dari Konten yang Anti Perubahan Iklim
Ilustrasi perubahan iklim. [Shutterstock]

Google dan YouTube tak akan menampilkan iklan untuk konten yang menyebarkan misinformasi perubahan iklim.

Suara.com - Google mengumumkan bahwa perusahaan akan memblokir semua iklan (Adsense) yang berisi anti perubahan iklim. Mereka juga tak akan menampilkan iklan untuk konten yang menyebarkan misinformasi perubahan iklim.

Kebijakan ini akan diterapkan mulai bulan depan dan berlaku untuk semua konten di platform Google maupun video YouTube.

Ilustsrasi aplikasi Google AdSense pada sistem Android (Shutterstock).
Ilustrasi aplikasi Google AdSense pada sistem Android (Shutterstock).

Disebutkan bahwa kebijakan ini berlaku pada klaim yang menganggap perubahan iklim adalah penipuan ataupun bantahan soal emisi gas rumah kaca dan aktivitas manusia yang berkontribusi pada perubahan iklim.

"Kami telah mendengar langsung dari mitra periklanan dan penerbit yang menyatakan prihatin terkait iklan ataupun konten yang mempromosikan klaim tidak akurat terkait perubahan iklim," kata Google, dikutip dari CNN, Minggu (10/10/2021).

Baca Juga: Renault Twingo Urban Night Limited Edition, Hadir dalam Versi Mobil Listrik dan ICE

"Pengiklan tidak ingin iklan mereka muncul di samping konten ini, dan penerbit serta kreator konten tidak ingin iklan anti perubahan iklim ini muncul di halaman atau video mereka," tambahnya.

Selain itu, Google juga akan meluncurkan beberapa produk baru untuk meningkatkan kesadaran perubahan iklim, termasuk opsi baru di Google Maps yang menunjukkan rute ramah lingkungan ke pengguna.

Beberapa tahun terakhir, sejumlah perusahaan teknologi besar memang menghadapi tekanan meningkat agar mereka bisa berkontribusi dalam memerangi perubahan iklim. Salah satunya yakni memerangi misinformasi perubahan iklim di platform mereka.

Selain Google, Facebook bulan lalu juga mengumumkan bahwa mereka berupaya untuk memerangi konten misinformasi iklim. Perusahaan milik Mark Zuckerberg ini telah menyiapkan 1 juta dolar AS atau Rp 14,2 miliar untuk mendukung cek fakta terkait klaim misinformasi.

Baca Juga: Alumnus Teknik Mesin UGM, Menko Airlangga Hartarto Beri Bantuan Mobil Listrik

Komentar