alexametrics

Samarinda Disapu Banjir, BMKG Pantau Sirkulasi Siklonik di Kalimantan Bagian Utara

Liberty Jemadu
Samarinda Disapu Banjir, BMKG Pantau Sirkulasi Siklonik di Kalimantan Bagian Utara
Sejumlah anak berada didepan rumahnya yang dikepung banjir di Desa Blang Priya, Kecamatan Samudera Geudong, Aceh Utara, Aceh, Jumat (1/10/2021). [ANTARA FOTO/Rahmad]

Kota Samarinda dikepung banjir pada Senin (18/10/2021) sejak sekitar pukul 07.00 Wita,

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau adanya sirkulasi siklonik di Kalimantan bagian utara yang dapat berdampak terhadap cuaca di wilayah tersebut.

"Sirkulasi siklonik terpantau di Kalimantan bagian utara sehingga menyebabkan hujan di Kalimantan. Banjir di Samarinda karena ada sirkulasi siklonik itu," kata Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG A Fachri Radjab dalam konferensi pers terkait waspada La Nina dan peningkatan risiko bencana hidrometeorologi di wilayah Indonesia yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (19/10/2021).

Sirkulasi siklonik merupakan daerah pertemuan angin sehingga ketika angin bertemu terjadi penumpukan massa udara yang menyebabkan pertumbuhan awan hujan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur dikepung banjir pada Senin (18/10/2021) sejak sekitar pukul 07.00 Wita, akibat hujan dengan intensitas sedang dan lebat yang mengguyur merata di kota ini sejak tengah malam hingga Senin pagi.

Baca Juga: Sejumlah Pohon Tumbang hingga Baliho Roboh Saat Sleman Diguyur Hujan Deras

Berdasarkan pantauan, sejumlah kawasan yang terendam air akibat hujan lebat tersebut, antara lain di Jalan Gerilya, Jalan Abdul Wahab Sjahranie, Jalan Pasundan, Jalan Kadrie Oening, Jalan Cendana, Jalan Cipto Mangunkusumo.

Kemudian kawasan Lempake, kawasan Sempaja, Jalan Damanhuri, kawasan Kebun Agung, Jalan Lambung Mangkurat, Jalan Ahmad Yani, Jalan Suryanata, dan kawasan Gunung Lingai.

Di samping sirkulasi siklonik, saat ini Kalimantan Utara, sebagian besar Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan bagian selatan dan timur, Kalimantan Tengah bagian timur sudah memasuki musim hujan.

Selain musim hujan, BMKG juga mengimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terkait adanya fenomena La Nina yang terdeteksi dengan intensitas lemah dan diperdiksikan hingga sedang (moderate) sampai Februari 2022 yang dapat meningkatkan curah hujan. [Antara]

Baca Juga: Rawan Banjir, SAR Imbau Pengelola Wisata Jogja Bantaran Sungai Setop Kegiatan Saat Hujan

Komentar