alexametrics

Realme Indonesia Pastikan Harga Ponsel Tak Naik Meski Ada Krisis Chip

Liberty Jemadu | Dicky Prastya
Realme Indonesia Pastikan Harga Ponsel Tak Naik Meski Ada Krisis Chip
PR Manager Realme Indonesia, Krisva Angnieszca, memperkenalkan Realme GT Neo 2 di Indonesia pada Selasa (26/20/2021). [Suara.com/Realme Indonesia]

Realme Indonesia sudah menyiapkan segala cara untuk mengatasi krisis chip.

Suara.com - Realme Indonesia mengaku krisis chip yang melanda dunia saat ini memang berefek ke perusahaannya. Akan tetapi, mereka memastikan fenomena tersebut tak berdampak ke kenaikan harga ponsel.

"Sebenarnya semua industri pasti terdampak, termasuk Realme. Tapi kalau dari kami, Realme tidak akan menaikkan harga ponsel karena alasan chip shortage (kekurangan chip)," ujar PR Manager Realme Indonesia, Krisva Angnieszca, dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa (26/10/2021).

Perempuan yang akrab disapa Vava ini mengaku, Realme Indonesia sudah menyiapkan segala cara untuk mengatasi krisis chip. Salah satunya adalah mencari vendor lain untuk menambal kekurangan produksi.

"Salah satu yang Realme tempuh yaitu mencari vendor lain untuk membuat produk buatan kami. Sehingga produk kami enggak kekurangan," kata Vava.

Baca Juga: Efek Krisis Chip, Apple Disebut Pangkas Produksi Lini iPhone 13

Lebih lanjut, ia berujar bahwa divisi marketing Realme pasti akan mencari solusi seperti vendor lain. Dengan itu, maka harga ponsel Realme di Indonesia tidak ikut naik akibat krisis chip.

"Jadi kami sudah mempersiapkan itu, dan harganya juga enggak akan naik," jelas Vava.

Sebagai informasi, krisis komponen yang kini melanda dunia turut berefek pada kenaikan harga ponsel. Salah satu brand smartphone yang berdampak adalah Xiaomi Indonesia.

Beberapa waktu lalu, Xiaomi mengumumkan bahwa sejumlah model ponselnya mengalami kenaikan harga Rp 100.000. Merek smartphone Xiaomi yang harganya naik yakni Redmi 9A, Redmi 9C, Poco M3 Pro 5G, dan Redmi Note 10 5G.

Baca Juga: Harga Ponsel Naik, Harga TV Xiaomi Turun

Komentar