alexametrics

Resmi, Jack Dorsey Mundur dari Jabatannya Sebagai CEO Twitter

Liberty Jemadu
Resmi, Jack Dorsey Mundur dari Jabatannya Sebagai CEO Twitter
Jack Dorsey, pada Senin (29/11/2021) mengundurkan diri sebagai CEO Twiter. [AFP]

Jack Dorsey akan digantikan oleh Parag Agrawal sebagai CEO Twitter.

Suara.com - Jack Dorsey, pada Senin malam waktu Indonesia (29/11/2021), mengumumkan mundur dari jabatan CEO Twitter. Ia akan digantikan oleh Parag Agrawal yang tadinya menjabat sebagai chief tecnology officer (CTO).

Twitter mengatakan pengunduran diri Dorsey segera berlaku, tetapi ia masih duduk di dewan direksi perusahaan sampai pertemuan pemegang saham pada 2022 mendatang.

"Saya telah memutuskan untuk meninggalkan Twitter karena saya yakin perusahaan ini sudah siap untuk meninggalkan para pendirinya. Saya sangat percaya pada Parag. Ini saatnya dia memimpin," kata Dorsey seperti dikutip dari The Guardian.

Agrawal sendiri telah bekerja di Twitter selama 10 tahun. Ia menjabat sebagai CTO sejak 2017 lalu.

Baca Juga: Jack Dorsey Dikabarkan Mundur dari Jabatan CEO Twitter

Sementara dalam emailnya kepada para pegawai Twitter, Senin, Dorsey mengatakan setelah 16 tahun bersama perusahaan media sosial yang turut didirikannya itu, sekarang saatnya untuk pergi.

"Banyak orang membahas soal pentingnya sebuah perusahaan dipimpin oleh pendirinya. Saya sendiri sangat yakin bahwa hal itu akan sangat mengekang dan merupakan penyebab kegagalan," tulis Dorsey.

"Saya sudah bekerja keras untuk memastikan bahwa perusahaan ini bisa lepas dari para pendirinya," imbuh dia.

Dorsey adalah satu dari empat orang yang mendirikan Twitter pada 2006. Ia adalah orang yang mengunggah cuitan pertama yang berbunyi, "Just setting up my twttr." Ia meninggalkan Twitter pada 2008, sebelum kembali ditunjuk sebagai CEO pada 2015 lalu.

Ia mendirikan perusahaan pembayaran digital bernama Square pada 2009 dan sampai sekarang masih menjabat sebagai CEO di perusahaan tersebut.

Baca Juga: Bos Twitter Ejek Rencana Mark Zuckerberg soal Facebook Metaverse

Para pemegang saham Twitter sudah berkali-kali mendesak Dorsey untuk meninggalkan Square dan fokus pada perusahaan sosial media itu. Pada 2020 lalu sejumlah pemegang saham utama bahkan mendesak ia memilih antara Twitter dan Square.

Komentar