alexametrics

Kominfo Temukan 1,1 Juta Konten Pornografi di Internet Sepanjang 2021

Dwi Bowo Raharjo | Dicky Prastya
Kominfo Temukan 1,1 Juta Konten Pornografi di Internet Sepanjang 2021
Ilustrasi menonton video porno [Shutterstock]

Banyaknya konten pornografi di Indonesia lantaran makin menjamurnya akses digital.

Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika mengungkap ada 1.573.282 konten negatif yang tersebar di situs internet sepanjang Januari hingga Oktober 2021. Dari keseluruhan itu, Kominfo menemukan bahwa konten pornografi paling mendominasi.

Tenaga Ahli Menteri Kominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa, Devie Rahmawati menyatakan, ada 1.109.416 konten pornografi yang tersebar di internet. Sementara di bawahnya ada konten perjudian dan penipuan dengan angka masing-masing 435.425 dan 14.936.

"Data menunjukkan, ada 1.109.416 konten pornografi yang ada di internet. Ini adalah masalah serius yang luar biasa," tutur Devie dalam acara Media Gathering Kementerian Kominfo di Bogor, Jawa Barat, Kamis (2/12/2021).

Menurutnya, banyaknya konten pornografi di Indonesia lantaran makin menjamurnya akses digital. Selain itu, literasi masyarakat terhadap internet juga dinilai masih rendah.

Baca Juga: Kominfo Cabut Izin Frekuensi Net1

Devie mencontohkan, anak-anak bisa saja rentan sebagai korban pornografi dari orang-orang dewasa. Pelaku tersebut bisa menyembunyikan identitas di ruang digital, yang kemudian membujuk anak-anak untuk melakukan hal apapun, termasuk mengirimkan gambar-gambar tidak pantas.

"Ini juga karena orang tuanya belum memiliki pengetahuan umum tentang digital," paparnya.

Untuk itulah, Kominfo berupaya melakukan menggalakkan program literasi digital nasional bertajuk Makin Cakap Digital. Program ini, sebut Devie, dilakukan demi meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait literasi digital dengan webinar yang dilakukan setiap hari.

"Apa yang kami ajarkan harus dimiliki masyarakat Indonesia agar bisa hidup aman, sehat, dan selamat di ruang digital," pungkas Devie.

Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Guru Diharapkan Mahir Menggunakan Media Daring

Komentar