Array

Interaksi Online Meningkat, Masyarakat Harus Paham Kekerasan Berbasis Gender Siber

Liberty Jemadu Suara.Com
Sabtu, 04 Desember 2021 | 03:19 WIB
Interaksi Online Meningkat, Masyarakat Harus Paham Kekerasan Berbasis Gender Siber
Komnas Perempuan mendorong masyarakat untuk memahami soal Kekerasan Berbasis Gender Siber atau KBGS. Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (Suara.com/Ema Rohimah)

Suara.com - Komisioner Komnas Perempuan Bahrul Fuad mengatakan bahwa peningkatan interaksi di dunia digital menuntut masyarakat untuk memiliki literasi digital mengenai kekerasan berbasis gender siber (KBGS) untuk melindungi diri dan orang lain.

"Masyarakat dan anak-anak muda ini tidak dibekali pemahaman yang baik tentang bagaimana cara memproteksi data diri dan melindungi diri dari ancaman KBGS. Ini menjadi keprihatinan kami di Komnas Perempuan," kata Bahrul Fuad di acara "Kekerasan Seksual di Mata Orang Muda" yang disiarkan Jumat (3/12/2021).

Pandemi COVID-19 mengakibatkan peningkatan interaksi masyarakat di dunia siber. Namun, di sisi lain, peningkatan tersebut tidak dibarengi dengan literasi digital mengenai kekerasan berbasis gender siber, sehingga terjadi peningkatan kasus KBGS.

Sebelum pandemi COVID-19, lebih tepatnya pada tahun 2019, Komnas Perempuan mencatat laporan KBGS sebanyak 87 kasus. Setelah pandemi COVID-19, terjadi peningkatan mencapai 300 persen dengan jumlah laporan yang diterima oleh Komnas Perempuan adalah sebanyak 383 kasus.

Oleh karena itu, berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, harus membekali masyarakat dengan literasi digital mengenai kekerasan berbasis gender siber untuk menekan angka kekerasan di dunia siber.

"Kita berharap bahwa anak-anak muda dan berbagai pihak ini dapat bahu membahu untuk memberikan usaha pencegahan kekerasan terhadap perempuan di masa pandemi ini dengan berbagai macam bentuk," ucap Bahrul.

Selain kekerasan berbasis gender siber, Bahrul mengungkapkan bahwa berdasarkan Catatan Tahunan Komnas Perempuan 2021, sebanyak 6.480 kasus kekerasan terjadi di ranah domestik atau rumah tangga. Kasus kekerasan di ranah domestik menempati posisi paling tinggi, yakni sebesar 79 persen dari jumlah keseluruhan laporan yang ditangani oleh Komnas Perempuan.

Adapun dampak dari kekerasan seksual terhadap perempuan secara umum, selain dampak pada fisik, adalah dampak psikologis, dampak sosial, dan juga dampak finansial.

"Sering kali korban kekerasan seksual ini kehilangan sumber ekonomi mereka dikarenakan mereka mengalami eksklusi sosial," tutur Bahrul. [Antara]

Baca Juga: Tiga Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswi Unsri Disidik, Dua Dosen Terlapor

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI