alexametrics

Peneliti Temukan Aplikasi Digital Berisi Malware di Android, Bisa Rampok Uang Pengguna

RR Ukirsari Manggalani | Dicky Prastya
Peneliti Temukan Aplikasi Digital Berisi Malware di Android, Bisa Rampok Uang Pengguna
Ilustrasi malware [Shutterstock]

Malware ini menginfeksi pengguna lewat aplikasi yang ada di peramban tertentu.

Suara.com - Peneliti keamanan siber dari ThreatFabric menemukan ada malware berbahaya yang tersebar di aplikasi Android. Bahkan, salah satu aplikasi tersebut telah diunduh lebih dari 300.000 kali di Google Play Store.

Melansir NDTV, Minggu (5/12/2021), malware ini bisa mencuri data sensitif seperti kata sandi dan kode otentikasi dua faktor untuk akses aplikasi perbankan, merekam tombol yang dipilih, hingga merekam semua yang ditampilkan di layar ponsel.

Malware ini menginfeksi pengguna lewat aplikasi yang ada di Google Play Store seperti scan dokumen, pembaca QR Code, hingga aplikasi kesehatan.

Ilustrasi Google Play Store (Shutterstock).
Ilustrasi Google Play Store (Shutterstock).

Peneliti mengungkap ada empat jenis malware yang disebut Anasta, Alien, Hydra, dan Ermac. Dari semuanya, Anasta yang disebut paling banyak tersebar karena sudah diunduh lebih dari 100.000 kali.

Baca Juga: 3 Cara Download Video Facebook Gratis, Gampang Banget!

Awalnya, aplikasi memang tidak memiliki malware saat diinstal pertama kali di perangkat pengguna. Aplikasi tersebut juga bisa lolos dari pendeteksi malware Google Play Protect.

Namun setelah lama dipakai, aplikasi itu akan merekomendasikan pembaruan dari pihak ketiga di luar Play Store. Dari sanalah malware itu menyusup ke perangkat pengguna.

Berikut aplikasi Android yang memiliki malware berbahaya:

  1. QR Scanner
  2. QR Scanner 2021
  3. PDF Document Scanner
  4. PDF Document Scanner Free
  5. Two Factor Authenticator
  6. Protection Guard
  7. QR CreatorScanner
  8. Master Scanner Live
  9. CryptoTracker
  10. Gym and Fitness Trainer

ThreatFabric mengatakan bahwa malware tersebut memiliki kemampuan untuk menembus pendeteksi malware otomatis. Untuk itulah pengguna diminta waspada dalam memberikan akses aplikasi beserta pembaruannya.

Baca Juga: Pinjol Ilegal Masih Menjamur Karena Aplikasi Mudah Dijajakan di Google Play Store

Komentar