alexametrics

Bahaya, Jangan Pernah Simpan 5 Jenis Email Ini Lama-lama

Liberty Jemadu
Bahaya, Jangan Pernah Simpan 5 Jenis Email Ini Lama-lama
Ilustrasi email (Shutterstock).

Lima jenis email ini sangat digemari oleh para peretas. Data-data di dalamnya bisa menguntungkan para penjahat online.

Suara.com - Pelaku kejahatan siber sudah sejak lama mengincar kotak pesan surat elektronik, terutama untuk email bisnis, untuk mencuri data. Karenanya ada beberapa jenis email yang harus dihapus segera setelah diterima agar tak diambil peretas.

Perusahaan keamanan siber Kaspersky, pada Minggu (5/12/2021) mengatakan ada lima jenis email yang harus dihapus. Kelimanya adalah:

  1. Otentifikasi
  2. Notifikasi layanan online
  3. Dokumen pribadi
  4. Dokumen bisnis
  5. Data pribadi orang lain

Berikut ulasan lengkap jenis data yang harus dihapus dari email:

1. Data otentikasi
Beberapa perusahaan masih mengirimkan kata sandi melalui email ketika karyawan mereka menyetel ulang kata sandi untuk masuk ke laman kerja mereka. Terkadang karyawan juga mengirim informasi login dan kata sandi.

Baca Juga: Ikuti Langkah Berikut! Ini Cara Membuat Email Baru dengan Mudah di Gmail

Pesan seperti ini menjadi incaran peretas, mereka mendapatkan tambahan untuk melakukan rekayasa sosial dan meluncurkan serangan lainnya.

2. Notifikasi layanan online
Pengguna internet akan mendapatkan email dari layanan digital yang mereka ikuti, apakah pembaruan kebijakan sampai pemberitahuan untuk menyetel ulang kata sandi.

Sekilas pesan seperti ini tidak menarik, namun, bagi peretas email seperti itu menunjukkan layanan apa saja yang digunakan korban. Dalam banyak kasus, peretas akan meminta perubahan kata sandi pada layanan sehingga korban akan kehilangan akses ke akunnya.

3. Dokumen pribadi
Pengguna email perusahaan sering menggunakan kotak pesan email layaknya penyimpanan cloud, yaitu untuk menyimpan berkas pribadi seperti paspor, kartu identitas, pembayaran pajak atau dokumen lainnya yang berkaitan dengan pekerjaan atau perjalanan bisnis.

Kaspersky menyarankan segera hapus pesan tersebut dan hanya menyimpan dokumen penting di penyimpanan terenkripsi.

Baca Juga: Nggak Ribet! Ini 6 Cara Cek NIK KTP Secara Online

4. Dokumen bisnis
Email menjadi tempat pertukaran dokumen perusahaan dengan kolega dan sangat menarik bagi peretas.

Komentar