Banjir Rob Jakarta Diprakirakan Semakin Sering Terjadi Karena Siklus Orbit Bulan

Liberty Jemadu Suara.Com
Selasa, 07 Desember 2021 | 22:01 WIB
Banjir Rob Jakarta Diprakirakan Semakin Sering Terjadi Karena Siklus Orbit Bulan
Lurah Pluit Helwin Ginting memonitor banjir rob yang melanda kawasan Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, jakarta Utara, Jumat (3/12/2021). [ANTRA/Abdu Faisal]

Suara.com - Profesor Riset Astronomi-Astrofisika dari Pusat Riset Antariksa, LAPAN-BRIN, Thomas Djamaluddin mengatakan bahwa banjir rob, seperti yang terjadi beberapa hari belakangan di Jakarta dan sejumlah daerah pesisir di Indonesia diprakirakan akan semakin sering terjadi.

Thomas, dalam blog pribadinya, Selasa (7/12/2021) menjelaskan ada beberapa faktor yang membuat banjir rob semakin sering terjadi di Tanah Air. Suara.com telah memperoleh izin untuk mengutip blog tersebut.

Pertama, jelas dia, adalah faktor faktor lokal wilayah pantai, yaitu terjadinya penurunan permukaan tanah atau land subsidence.

"Beberapa kajian menunjukkan adanya penurunan tanah di sejumlah wilayah pantai utara Jawa, seperti Jakarta. Diduga penyebabnya adalah faktor alami pemadatan tanah endapan," beber Thomas

Di beberapa kota besar, seperti Jakarta, diduga juga ada faktor antropogenik atau akibat aktivitas manusia, yaitu pengambilan air tanah yang berlebihan dan beban banyaknya bangunan.

Tetapi ada faktor lain yang membuat banjir rob semakin sering terjadi di daerah yang tidak mengalami penurunan permukaan tanah, seperti di Kepulauan Seribu.

"Sebab utamanya adalah efek pemanasan global dan efek siklus orbit bulan. Dua hal itu bersifat global," jelas Thomas.

Ia menguraikan, pemanasan global diprakirakan akan meningkatkan volume air laut karena pemuaian dan melelehnya gunung-gunung es. Sementara siklus orbit bulan akan menyebabkan bidang orbit bulan secara periodik - setiap 18,6 tahun - akan makin mendekati bidang ekuator.

"Itu berdampak peningkatan efek pasang maksimum," imbuh dia.

Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Berencana Relokasi Warga Terdampak Banjir Rob ke Rusun

Thomas mengutip studi badan antariksa Amerika Serikat atau NASA pada Juli 2021 kemarin yang menunjukkan bahwa akibat siklus orbit bulan banjir rob akan makin sering terjadi di pantai-pantai Amerika Serikat mulai 2030-an.

Menurut Thomas, temuan NASA itu juga akan dikonfirmasi oleh studi yang digelar oleh para peneliti Pusat Riset Antariksa, LAPAN-BRIN, bersama BIG dan beberapa perguruan tinggi di Indonesia pada 2022 mendatang. Mereka juga menduga efek siklus orbit bulan juga meningkatkan potensi banjir rob di Tanah Air.

Sebelumnya diwartakan bahwa banjir rob telah merendam sejumlah kota di Indonesia sejak pekan lalu. Banjir rob diketahui terjadi di Jakarta, Tangerang, Karawang, Indramayu, Pekalongan, NTB, beberapa daerah di Kalimantan, Makassar, hingga Maluku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI