Kominfo Buka Peluang Bahas Metaverse dan NFT di G20

Rabu, 26 Januari 2022 | 22:18 WIB
Kominfo Buka Peluang Bahas Metaverse dan NFT di G20
Ilustrasi Metaverse. [Freepik]

Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tak menutup kemungkinan untuk membahas teknologi yang sedang populer seperti metaverse hingga non-fungible token (NFT) di gelaran G20.

"Di dalam pembahasan G20 itu sebenarnya dibatasi jadi tiga sub utama seperti konektivitas, literasi digital, dan aliran data lintas negara. Namun tak menutup kemungkinan di salah satu isu itu membahas perkembangan teknologi baru," ungkap juru bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (26/1/2022).

Dedy mencontohkan di isu literasi atau kecakapan digital. Tema ini disebut tidak akan terlepas dari perkembangan digital yang saat ini hadir.

Ia memaparkan, perkembangan teknologi saat ini dibagi ke dalam terminologi yang disebut Web 1.0, Web 2.0, dan Web 3.0. Web 1.0 adalah teknologi internet pertama yang menghasilkan produk seperti situs.

Kemudian Web 2.0 adalah sebuah teknologi internet yang berkembang lebih interaktif dan menghasilkan produk berupa media sosial seperti YouTube, Facebook, Instagram, dan lainnya.

Terakhir, Web 3.0 adalah internet generasi ketiga yang kemudian disebut Dedy menghasilkan produk seperti metaverse.

"Di tahun-tahun ini muncul yang namanya metaverse. Pada dasarnya ini adalah gabungan dari kecerdasan buatan (AI), augmented reality (AR), dan virtual reality (VR)," sambung Dedy.

"Jadi metaverse ini adalah gabungan dari tiga itu. Kalau kami berbicara soal tiga teknologi ini, maka dibungkusnya jadi perkembangan baru dalam teknologi digital, jadi web 3.0," jelasnya.

Metaverse adalah sebuah dunia virtual yang seolah tampak seperti dunia nyata. Orang-orang akan ditampilkan sebagai avatar dan mereka bisa melakukan aktivitas seperti bekerja, bermain game, ataupun bersosialisasi.

Baca Juga: Kominfo Ajak Negara G20 Bangun Standar Literasi Digital

Untuk mendukung metaverse, pengguna memerlukan perangkat seperti headset VR atau AR. Metaverse juga makin populer sejak CEO Facebook Mark Zuckerberg mengubah nama perusahaanya menjadi Meta.

Sementara NFT adalah aset digital yang tidak dapat diperjualbelikan. Contoh dari NFT itu sendiri adalah lukisan, seni musik, item dalam game, hingga video pendek.

NFT makin populer di Indonesia berkat Ghozali Everyday. Berkat koleksi selfie yang dijadikan Ghozali ke bentuk NFT, ia mendapatkan untung miliaran rupiah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI