Pro Player Free Fire Kenang Saat Serahkan Uang Hadiah ke Orang Tua, Yakinkan Esports Punya Masa Depan

Senin, 14 Februari 2022 | 18:40 WIB
Pro Player Free Fire Kenang Saat Serahkan Uang Hadiah ke Orang Tua, Yakinkan Esports Punya Masa Depan
Pro player Free Fire dari EVOS Divine, SAM13 alias Saeful Muharrom mengaku tak mudah meyakinkan orang tua bahwa profesi sebagai pemain game itu punya masa depan. [evos.gg]

Suara.com - Pemain profesional atau pro player Free Fire dari EVOS Divine, SAM13, mengaku tidak mudah untuk terjun ke dunia esports. Alasannya, orang tua dia tak setuju karena game dianggap sebagai kegiatan yang membuang-buang waktu.

"Sebelumnya saya tidak mendapatkan support dari orang tua. Mereka menganggap game itu cuma buang-buang waktu, tidak menghasilkan apa-apa," kata SAM13 alias Saeful Muharrom, dalam konferensi pers bersama Garena Free Fire, Senin (14/2/2022).

Sebelum jadi pro player, SAM13 bercerita kalau dirinya sering ikut turnamen minor yang diselenggarakan oleh komunitas. Akhirnya, ia berhasil menjuarai turnamen kecil tersebut dan menyerahkan hasil hadiahnya ke orang tua.

"Uangnya saya bawa ke rumah. Kasih ke orang tua. Awalnya mereka sempat tak percaya, tapi saya bilang kalau uang ini dari turnamen," katanya.

Selanjutnya, SAM13 berhasil menjuarai turnamen Free Fire Master League (FFML) Season 1 bersama EVOS Divine. Gelar juara ini juga membawanya turut serta ke turnamen kejuaran internasional, Free Fire World Cup (FFWC).

"Kita harus buktikan ke orang tua kalau main game ini adalah impian yang harus digapai. Jadi mereka bisa support kita," ujarnya.

Senada dengan SAM13, pelatih tim GPX Riza Setiawan juga merasakan hal serupa. Ia tidak boleh terjun ke dunia esports lantaran orang tuanya tak sepakat.

"Awalnya tidak support, tapi saya bersikeras untuk menunjukkan kalau saya tak hanya main game, tapi juga dapat uang dan gaji. Orang tua memang masih tidak percaya, tapi saya maksa," kata dia.

Upaya Riza membuahkan hasil. Tim GPX yang ia latih berhasil mendapatkan posisi runner up di turnamen internasional Free Fire Asia Championship (FFAC) pada November 2021.

Baca Juga: Free Fire Resmi Umumkan Turnamen FFML Season V, Bawa Format Baru

"Ternyata sekarang di-support kan, jadi tak hanya sekadar main," sambungnya.

Ia berpesan kepada siapapun yang ingin jadi pro player, hal pertama yang harus dilakukan adalah meminta dukungan dari orang tua. Caranya, mereka mesti membuktikan kalau main game bukan hanya sekadar kegiatan yang buang-buang waktu.

"Jadi kalau sekarang tidak di-support orang tua, itu wajar. Mereka memang butuh pembuktian. Nah kasih tau kalau game itu bukan cuma buang-buang waktu, tapi bisa dapat penghasilan," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI