facebook

Mars Mulai Musim Dingin, Zhurong Terpaksa Hibernasi

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Mars Mulai Musim Dingin, Zhurong Terpaksa Hibernasi
Penjelajah Mars China, Zhurong dalam misi Tianwen-1. [Wang Zhao/AFP]

Zhurong terpaksa masuk ke dalam mode hibernasi karena musim dingin telah tiba di Planet Merah.

Suara.com - Penjelajah Mars milik China, Zhurong, terpaksa masuk ke dalam mode hibernasi karena musim dingin telah tiba di Planet Merah.

Penjelajah bertenaga surya itu memasuki keadaan tidak aktif karena badai pasir dan debu musim dingin Mars pada 18 Mei 2022.

Suhu sekitar minus (-) 20 derajat Celcius pada siang hari dan minus (-) 100 derajat Celcius pada malam hari.

Menurut pertanyaan dari Chinese Lunar Exploration Program, pengorbit Tianwen 1 yang mengirimkan Zhurong ke Mars pada Mei lalu, juga mendeteksi aktivitas badai pasir dan debu di Utopia Planitia, lokasi pendaratan penjelajah.

Baca Juga: Misi 9 Tahun, Roda Penjelajah Mars NASA Rusak

Zhurong memiliki solusi untuk membantunya bertahan di tengah suhu musim dingin dan badai pasir serta debu Planet Merah.

Solusi tersebut termasuk kemampuan untuk memiringkan panel surya sehingga robot dapat memaksimalkan pengumpulan sinar Matahari dan lapisan anti-debu khusus pada panel.

Aktivitas Zhurong di Mars. [CNSA]
Aktivitas Zhurong di Mars. [CNSA]

Dilansir dari Space.com, Kamis (26/5/2022), penjelajah China tidak sendirian karena pendarat InSight NASA juga berjuang untuk menghasilkan tenaga surya yang cukup demi melanjutkan misi.

Di sisi lain, penjelajah Curiosity dan Perseverance NASA yang lebih baru tidak perlu khawatir dengan kondisi musim dingin di Mars.

Pasalnya, keduanya ditenagai oleh generator termoelektrik radioisotop, sejenis tenaga nuklir.

Baca Juga: Kejutan Tahun Baru, Tianwen 1 China Mengambil Foto Selfie di atas Mars

Penjelajah Mars milik China diperkirakan akan melanjutkan kembali aktivitas pada Desember, dengan awal musim semi di kutub utara Mars dan pembersihan badai debu lokal.

Komentar