Ukhti sekaligus Army: Uniknya Generasi Muda Muslim Indonesia Menegosiasikan Agama dan Hiburan

Liberty Jemadu

Senin, 06 Juni 2022 | 14:21 WIB
Ukhti sekaligus Army: Uniknya Generasi Muda Muslim Indonesia Menegosiasikan Agama dan Hiburan
Sejumlah penggemar membawa poster saat menyaksikan penyanyi K-POP Red Velvet dalam acara Allo Bank Festival di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (21/5/2022). [Antara/Asprilla Dwi Adha]

Suara.com - Muhammad Naufal Waliyuddin, mahasiswa S3 pada Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga meneliti tentang perilaku generasi muda Muslim di Yogyakarta, bagaimana mereka beragama tanpa harus menentang hiburan. Berikut pemaparan Naufal seperti dikutip dari The Conversation:

Efek globalisasi dan demokrasi pasca Reformasi 1998 di Indonesia telah membuka lebar ekspresi sosial keagamaan menjadi lebih longgar, leluasa, dan semarak.

Hasilnya, corak sosial dan keagamaan di tengah masyarakat jadi lebih beragam dan menonjol. Ini bisa berwujud kehadiran kelompok yang cukup frontal seperti Front Pembela Islam (FPI) sampai menguatnya arus konservatisme dan gerakan hijrah anak muda muslim di Indonesia.

Tapi di sisi lain, fenomena yang juga menarik adalah kecenderungan anak muda muslim dalam menegosiasikan antara aspek kesalehan (piety) dan kesenangan (fun).

Belakangan, misalnya, media sosial ramai karena pertikaian antara seorang warganet dengan NCTzen (kelompok penggemar grup K-Pop, NCT Dream), hingga viral di Twitter. Tidak sedikit perempuan muslim Indonesia yang menggemari grup tersebut – termasuk juga penggemar grup K-Pop lainnya seperti Army (BTS) dan Blink (Blackpink) – dan getol menunjukkannya secara militan di media sosial.

Riset saya di Yogyakarta menawarkan jendela untuk memahami negosiasi tersebut, bahwa menjadi anak muda religius tidak melulu berarti anti-kesenangan.

Ini juga dibahas dalam tesis Aflahal Misbah dari Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta. Ia secara khusus menelaah negosiasi semacam itu dalam komunitas anak muda Salafi – kelompok muslim yang dinilai puritan – di Yogyakarta.

Misbah menggunakan gagasan dari sosiolog Mark Blythe, Marc Hassenzahl, hingga Ben Fincham untuk memetakan kesenangan anak muda Salafi di ruang sosial. Ia menampik narasi dominan yang selama ini menganggap anak muda Salafi menentang kesenangan – padahal kenyataannya tidak. Sebagai manusia biasa mereka juga pelaku utama kesenangan.

Senada dengan semangat tersebut, saya tergerak untuk membaca fenomena sosial pada kasus para ukhti (sapaan pada perempuan dalam bahasa Arab) yang merupakan pecinta K-Pop.

baca juga

Corak kesenangan generasi muda Muslim

Membaca watak sosio-antropologis generasi terkini tidak lepas dari pengaruh iklim sosial-politik, pergulatan budaya populer di masyarakat, dan pola konsumsi keagamaan di Indonesia.

Pengamat dampak teknologi, Don Tapscott, menyajikan beberapa perbedaan sikap antara generasi Baby Boomer (lahir sekitar 1946-1964) dengan generasi muda yang lahir seputar bangkitnya internet (Milenial dan Generasi Z). Di antaranya aspek kebebasan, kustomisasi, integritas, kolaborasi, hiburan, kecepatan, dan inovasi.

Generasi muda muslim masa kini menunjukkan karakteristik tersebut, terutama dalam aspek “kustomisasi” dan penikmat “hiburan”.

Artinya, mereka menunjukkan identitas yang personal namun bercampur – biasanya kita sebut (‘hybridisation of identity’) – sebagai hasil dari ‘negosiasi’ atau perpaduan berbagai budaya pasca globalisasi.

Potret kecilnya adalah munculnya ukhti-ukhti yang berpakaian tertutup, bahkan bercadar, taat secara religius dan tergabung ke kelompok hijrah, namun pada saat yang sama, mereka doyan menikmati drama Korea yang penuh adegan romantis dan bahkan menjadi penggemar K-Pop.

Ukhti sekaligus Army & NCTzen

Salah satu responden dalam studi saya, misalnya, menjelaskan proses negosiasi internal yang terjadi dalam dirinya saat mengkonsumsi konten Korea. Sebut saja EAJ, seorang ukhti NCTzen di Banten, dan alumni UIN.

“Awalnya aku liat salah satu video musik, terus suka dengar musiknya, sama lihat orangnya,” ujarnya sembari tertawa kecil.

Kemudian ia melanjutkan, “Habis itu kenal member NCT Dream, Jeno sama Jaemin. Mereka ada acara gitu ‘survival’ ke Indonesia, jadi tukang mungut sampah, nyuci baju, kek yang keren gitu lho.”

“Kebanyakan orang mikirnya karna visual mereka yang ganteng-ganteng, tapi kalau udah kenal lebih dalem, bukan cuma itu yang bikin kita kagum.”

Ketika ditanya sebagai seorang perempuan Muslim yang mengagumi NCT Dream, EAJ merespons, “Kalau as muslimah sendiri, aku ngerasa fine aja sih. Yang penting jangan sampai berlebihan, tau waktu, tau batas lah ya.”

“Memang banyak ditemui fans yang kek ngabisin uang sama waktu buat idol. Beli album, merchandise, konser [berharga] jutaan, dll. Jatuhnya impulsif dan nggak baik,” ujarnya.

Berkaca dari situ, ada beberapa motif yang melatari ukhti penggemar K-Pop mengaku dirinya sebagai Army atau NCTzen. Dua di antaranya adalah hiburan dan keteladanan.

Yang pertama, hiburan, meliputi unsur moodbooster (membuat suasana hati senang) dari segi produk musiknya, sampai ‘penyegaran visual’ dalam bentuk ketampanan para personel boyband.

Yang kedua, keteladanan, meliputi aspek kegiatan sosial yang dilakukan dan diperlihatkan oleh para idolanya. Membaca jawaban EAJ, hal ini sangat tampak dan dominan dalam proses negosiasi unik antara kesalehan dan kesenangannya.

Membaca fandom K-Pop

Kajian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) terhadap penggemar BTS (Army) di Yogyakarta, menggambarkan bahwa pada kondisi tertentu, para penggemar K-Pop juga dapat beralih dari hura-hura seremonial menuju aktualisasi diri.

Sebagai suatu komunitas berbasis fandom (dunia penggemar), mereka dapat menjadikannya sebagai ruang temu untuk memperkaya pengetahuan, koneksi, dan pertukaran gaya hidup sampai bahkan produk ekonomi, seni, dan kegiatan filantropis.

Sebagai suatu wadah, komunitas penggemar K-Pop telah bertransformasi menjadi sejenis ‘fiksi’ (kalau meminjam istilah sejarawan Yuval Harari) atau ‘realitas intersubjektif baru’. Ia telah berfungsi sebagai sebuah realitas yang diakui ada, mampu menghubungkan banyak individu, dan membentuk ikatan – bahkan hingga para ukhti yang religius. Realitas ini lalu dihayati, dinikmati, dan memfasilitasi diskursus antaranggota dengan gaya yang unik.

Psikologi fandom, dengan demikian, secara positif dapat berfungsi sebagai perekat sosial, ajang aktualisasi diri, pemantik kesadaran sosial dan kepedulian kolektif.

Ke depannya, kita belum tahu evolusi kaum muda religius di Indonesia akan seperti apa – apakah semakin beragam dan menarik dalam mengadopsi budaya populer, atau justru semakin homogen dalam menafsirkan agama? Negosiasi antara kesalehan dan kesenangan ini patut untuk terus kita amati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gempa NTT Ganggu 91 BTS, XLSMART Percepat Pemulihan hingga Tersisa 5 BTS

Gempa NTT Ganggu 91 BTS, XLSMART Percepat Pemulihan hingga Tersisa 5 BTS

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:17 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Grammy Pertimbangkan Ubah Kategori Asian Pop Usai BTS Tolak Kirim Karya

Grammy Pertimbangkan Ubah Kategori Asian Pop Usai BTS Tolak Kirim Karya

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Komdigi Pantau Pemulihan 200 BTS di Flores yang Diguncang Gempa 7,7

Komdigi Pantau Pemulihan 200 BTS di Flores yang Diguncang Gempa 7,7

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:27 WIB

Sinyal NTT Lumpuh! Gempa M 7,7 Hantam 200 BTS, Komdigi Berpacu dengan Waktu Pulihkan Jaringan

Sinyal NTT Lumpuh! Gempa M 7,7 Hantam 200 BTS, Komdigi Berpacu dengan Waktu Pulihkan Jaringan

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:01 WIB

V BTS Ungkap Alami Gangguan Pendengaran, Makin Buruk saat Jalani Wamil

V BTS Ungkap Alami Gangguan Pendengaran, Makin Buruk saat Jalani Wamil

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:00 WIB

XLSmart Punya 15 Ribu BTS 5G, Trafik Data Naik 19 Persen di Semester I 2026

XLSmart Punya 15 Ribu BTS 5G, Trafik Data Naik 19 Persen di Semester I 2026

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:24 WIB

BTS World Tour ARIRANG ke Jakarta, Visa Siapkan Akses Eksklusif untuk ARMY

BTS World Tour ARIRANG ke Jakarta, Visa Siapkan Akses Eksklusif untuk ARMY

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:49 WIB

Mengaku Pencinta K-Pop, tapi Gagap saat Berhadapan dengan Kebudayaan Sendiri

Mengaku Pencinta K-Pop, tapi Gagap saat Berhadapan dengan Kebudayaan Sendiri

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:51 WIB

Tolak Daftar Grammy 2027, Bos Recording Academy Respons Keputusan BTS

Tolak Daftar Grammy 2027, Bos Recording Academy Respons Keputusan BTS

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Terkini

Gempa Dahsyat NTT, BUMN Alihkan Program Pemberdayaan Jadi Bantuan Darurat

Gempa Dahsyat NTT, BUMN Alihkan Program Pemberdayaan Jadi Bantuan Darurat

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29 WIB

Teknologi Hidroponik Dibawa ke Bekasi, Ibu Muda Dibekali Skill Bisnis Digital

Teknologi Hidroponik Dibawa ke Bekasi, Ibu Muda Dibekali Skill Bisnis Digital

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:25 WIB

Kemarau Panjang, 1.400 Hektare Lahan Pertanian di Parigi Moutong Terancam Gagal Panen

Kemarau Panjang, 1.400 Hektare Lahan Pertanian di Parigi Moutong Terancam Gagal Panen

Sulsel | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:20 WIB

5 Rekomendasi Bedak Waterproof dan Sweatproof untuk Olahraga dan Gym

5 Rekomendasi Bedak Waterproof dan Sweatproof untuk Olahraga dan Gym

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Sony Xperia 10 VIII Muncul di Geekbench: Chipset Lama, Pesona Tetap Menyala

Sony Xperia 10 VIII Muncul di Geekbench: Chipset Lama, Pesona Tetap Menyala

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Lonjakan 1.104 Titik Panas di Sumatera: Riau 97 Hotspot, Sumsel Terbanyak

Lonjakan 1.104 Titik Panas di Sumatera: Riau 97 Hotspot, Sumsel Terbanyak

Riau | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:09 WIB

Enrekang Paling Parah! Ini Fakta-fakta 112 Kasus Karhutla Ludeskan Hutan Sulawesi Selatan

Enrekang Paling Parah! Ini Fakta-fakta 112 Kasus Karhutla Ludeskan Hutan Sulawesi Selatan

Sulsel | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:08 WIB

Naik KRL Hingga Shuttle Gratis, Ini Akses Mudah ke BNI wondrX 2026

Naik KRL Hingga Shuttle Gratis, Ini Akses Mudah ke BNI wondrX 2026

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:03 WIB

3 Fitur Tersembunyi Camera Assistant untuk Maksimalkan Kamera Galaxy A57 5G dan A37 5G

3 Fitur Tersembunyi Camera Assistant untuk Maksimalkan Kamera Galaxy A57 5G dan A37 5G

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:03 WIB

Direktur Perusahaan Buronan Korupsi Bank Sulselbar Ditangkap di Jakarta

Direktur Perusahaan Buronan Korupsi Bank Sulselbar Ditangkap di Jakarta

Sulsel | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:57 WIB

×