BRIN Resmikan Empat KST Nasional di Harteknas ke 27

Liberty Jemadu
BRIN Resmikan Empat KST Nasional di Harteknas ke 27
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dalam peringatan Hakteknas ke-27 di Kawasan Sains dan Teknologi atau KST Soekarno di Cibinong, Rabu (10/8/2022). [Antara]

BRIN resmikan KST Soekarno di Cibinong; KST Habibie di Serpong; KST Siwabessy di Jakarta; dan KST Samaun Samadikun di Bandung di Harteknas ke 27.

Suara.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meresmikan empat kawasan sains dan teknologi (KST) nasional pada peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-27.

Keempat KST tersebut adalah KST Soekarno di Cibinong, Jawa Barat, KST Habibie di Serpong, Banten, KST Siwabessy di Pasar Jumat DKI Jakarta, dan KST Samaun Samadikun di Bandung, Jawa Barat.

“Keempat KST nasional ini dapat menggambarkan secara lengkap kondisi strategi ke depan riset dan inovasi di Tanah Air, serta menjadi motor utama kemajuan ekonomi Indonesia,” kata Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dalam peringatan Hakteknas ke-27 dengan tema "Riset dan Inovasi untuk Kedaulatan Pangan dan Energi" di KST Soekarno di Cibinong, Rabu.

KST Soekarno dibangun di atas tanah seluas 198 hektare dan diinisiasi oleh Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno sejak 1964. KST tersebut menjadi pusat riset hayati, baik pangan, kesehatan maupun lingkungan yang terintegrasi.

Baca Juga: Momen Harteknas, Nadiem Apresiasi Pengguna Platform Teknologi Kemendikbudristek

Keberadaan KST Soekarno dengan berbagai fasilitasnya diharapkan mampu mendorong dan mempercepat pengembangan berbagai varietas unggul untuk ternak maupun pertanian. Selain itu, KST tersebut, juga dilengkapi alat deteksi cepat, baik untuk deteksi penyakit dini maupun deteksi kualitas bibit sedini mungkin.

Sedangkan KST Habibie merupakan rebranding yang sebelumnya bernama Kompleks Puspiptek. Revitalisasi KST itu dilakukan mulai 2023 yang meliputi pemindahan fasilitas pengembangan roket dan satelit di Tarogong dan Rancabungur Bogor ke KST Habibie, serta dimulainya revitalisasi fasilitas nuklir dan aplikasinya.

Revitalisasi terhadap fasilitas nuklir dilakukan untuk memperkuat dan memberdayakan fasilitas yang ada, bekerja sama dengan pelaku usaha, menjadi fasilitas bersama aplikasi nuklir, khususnya di bidang industri sterilisasi produk pangan dan alat kesehatan, serta kebutuhan medis.

KST Siwabessy difokuskan untuk penyediaan fasilitas bagi industri sterilisasi, baik pangan maupun alat kesehatan, penyediaan produk radiofarmaka, serta terapi medis berbasis iradiasi, seperti terapi proton untuk penderita kanker.

Sementara KST Samadikun difokuskan untuk riset teknologi informasi dan komunikasi. Pusat-pusat riset di KST Samadikun fokus pada pengembangan berbagai teknologi cerdas, termasuk kecerdasan artifisial dan big data.

Baca Juga: Heboh Kabar Adanya Tanaman Koka di Kebun Raya Bogor, BRIN Beri Jawaban Seperti Ini

Kecerdasan artifisial dan big data penting untuk teknologi informasi dan menjadi kunci di ranah bioinformatika, terutama untuk pengembangan obat melalui molucular docking, serta pertanian dan peternakan cerdas.

Keempat KST tersebut tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh para periset BRIN, juga untuk industri maupun perguruan tinggi.

BRIN diharapkan mampu menjadi fasilitator bagi periset dan dunia usaha yang memanfaatkan riset dan inovasi. [Antara]

Komentar