Dianggap Air Ajaib, BRIN Bongkar Fakta Mengerikan Air Sinkhole: Penuh Bakteri dan Logam Berat

Bangun Santoso

Jum'at, 16 Januari 2026 | 18:40 WIB
Dianggap Air Ajaib, BRIN Bongkar Fakta Mengerikan Air Sinkhole: Penuh Bakteri dan Logam Berat
Fenomena Sinkhole di Limapuluh Kota yang mengeluarkan air jernih. [Dok. Istimewa]
baca 10 detik
  • BRIN memperingatkan bahwa air di dasar sinkhole Limapuluh Kota mengandung bakteri dan logam berat berbahaya, tidak layak dikonsumsi.
  • Kemunculan sinkhole menandakan bahaya bagi permukiman di atas batugamping, ditandai hilangnya aliran air permukaan secara misterius.
  • BRIN menyarankan penerapan teknologi geoteknik seperti *cement grouting* untuk menstabilkan tanah di kawasan rawan bencana tersebut.

Suara.com - Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang runtuhan tanah raksasa di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, sempat menggegerkan publik. Namun, di balik kehebohan itu, muncul bahaya tersembunyi yang mengancam kesehatan warga.

Banyak warga yang terlanjur memanfaatkan genangan air di dasar lubang tersebut untuk kebutuhan sehari-hari, bahkan ada yang mengaitkannya sebagai air ajaib penyembuh penyakit. Namun, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membongkar fakta ilmiah yang mengerikan di baliknya.

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari, memberikan peringatan keras bahwa air yang terkumpul di dalam sinkhole sangat berisiko tercemar dan tidak layak konsumsi.

Ia menegaskan, air tersebut mengandung bakteri berbahaya dan sejumlah logam berat yang bisa memicu masalah kesehatan serius.

Menurut Adrin, air dalam sinkhole merupakan campuran dari air hujan dan air bawah permukaan yang mengalir melalui rongga-rongga batuan. Proses ini membuatnya rentan membawa berbagai kontaminan berbahaya.

"Air harus melalui analisis kimia terlebih dahulu, meliputi kejernihan, warna, bau, rasa, pH, kandungan bakteri berbahaya seperti E. coli, serta logam berat, sesuai standar kesehatan yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan," katanya melalui keterangan di Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Adrin juga mengingatkan bahwa kemunculan sinkhole itu sendiri merupakan sinyal bahaya bagi permukiman di sekitarnya, terutama yang berdiri di atas lapisan batugamping (limestone).

Salah satu tanda awal yang harus diwaspadai oleh masyarakat adalah hilangnya aliran air di permukaan secara misterius.

"Jika aliran air mendadak menghilang, bisa jadi air masuk ke rongga bawah tanah. Kondisi ini perlu segera diinvestigasi karena berpotensi memicu runtuhan," ujarnya sebagaimana dilansir Antara.

baca juga

Menanggapi fenomena di Limapuluh Kota, otoritas setempat kini telah melarang warga untuk memanfaatkan air dari lubang tersebut demi keselamatan bersama.

Lebih jauh, Adrin menegaskan pentingnya pendekatan berbasis sains untuk mencegah bencana serupa di masa depan. Menurutnya, ada teknologi rekayasa geoteknik yang bisa diterapkan untuk menstabilkan tanah di kawasan rawan sinkhole, yaitu cement grouting.

Metode ini bekerja dengan cara menginjeksi atau menyuntikkan material seperti semen, mortar, atau bahan kimia khusus ke dalam rongga-rongga di bawah permukaan tanah.

"Injeksi material grouting menggunakan pompa bertekanan. Tekanan dan volume injeksi dipantau dengan cermat agar tidak merusak struktur batuan di sekitar rongga. Lalu dilalukan pengecekan efektifitas grouting melalui uji permeabilitas atau pengujian geofisika lainnya untuk memastikan rongga sudah terisi dan stabilitas lapisan batuan sudah meningkat," tuturnya.

Ia berharap pemerintah daerah dan masyarakat di kawasan rawan dapat meningkatkan kewaspadaan.

Kajian geologi dan survei geofisika harus menjadi landasan utama dalam perencanaan tata ruang untuk memitigasi risiko bencana geologi di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanah Tiba-tiba Ambles Jadi Lubang Raksasa? BRIN Ungkap Penyebab dan Daerah Rawan di Indonesia

Tanah Tiba-tiba Ambles Jadi Lubang Raksasa? BRIN Ungkap Penyebab dan Daerah Rawan di Indonesia

News | Jum'at, 16 Januari 2026 | 18:20 WIB

Tanah Amblas Gerus Perkebunan Warga di Aceh Tengah

Tanah Amblas Gerus Perkebunan Warga di Aceh Tengah

Foto | Kamis, 15 Januari 2026 | 09:00 WIB

Lewat BRIN, Bagaimana Indonesia Ikut Menentukan Cara Dunia Baca Ancaman Mikroplastik Laut?

Lewat BRIN, Bagaimana Indonesia Ikut Menentukan Cara Dunia Baca Ancaman Mikroplastik Laut?

News | Rabu, 24 Desember 2025 | 15:13 WIB

Bandingkan Kasus Brigadir J, Roy Suryo Cs Minta Uji Labfor Independen Ijazah Jokowi di UI atau BRIN!

Bandingkan Kasus Brigadir J, Roy Suryo Cs Minta Uji Labfor Independen Ijazah Jokowi di UI atau BRIN!

News | Senin, 22 Desember 2025 | 17:17 WIB

BRIN Pastikan Arsinum Aman dan Optimal Penuhi Kebutuhan Air Minum Pengungsi Bencana Sumatera

BRIN Pastikan Arsinum Aman dan Optimal Penuhi Kebutuhan Air Minum Pengungsi Bencana Sumatera

News | Senin, 22 Desember 2025 | 09:33 WIB

Deretan Film Korea Berlatar Bencana Banjir, Terbaru The Great Flood

Deretan Film Korea Berlatar Bencana Banjir, Terbaru The Great Flood

Entertainment | Kamis, 18 Desember 2025 | 22:00 WIB

DPR Desak BRIN Ubah Pendekatan Penanganan Bencana: Fokus Riset, Mitigasi, dan Pendidikan

DPR Desak BRIN Ubah Pendekatan Penanganan Bencana: Fokus Riset, Mitigasi, dan Pendidikan

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 18:23 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×