6 Jenis Awan yang Menyebabkan Hujan, Jangan Lupa Bawa Payung!

Lintang Siltya Utami

Sabtu, 17 September 2022 | 09:21 WIB
6 Jenis Awan yang Menyebabkan Hujan, Jangan Lupa Bawa Payung!
Ilustrasi Hujan. (Pixabay)

Suara.com - Tidak semua awan dapat menyebabkan hujan dan hanya beberapa jenis yang mampu menimbulkan hujan. Berdasarkan tingkatannya, jenis awan yang menyebabkan hujan mencakup awan tinggi, awan menengah, awan rendah, dan awan dengan perkembangan vertikal.

Namun, tidak semua awan yang masuk ke dalam tingkatan tersebut dapat menyebabkan hujan.

Awan terbentuk dari udara yang mengandung uap air dan meluap menjadi titik-titik air. Setelah awan terbentuk, titik-titik air akan menjadi semakin besar, sehingga awan akan menjadi semakin berat dan perlahan daya tarik Bumi menariknya ke bawah hingga titik-titik air jatuh dalam bentuk hujan.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini enam jenis awan yang mampu menyebabkan hujan:

Ilustrasi awan hujan petir. (Ingo Jakubke / Pixabay)
Ilustrasi awan hujan petir. (Ingo Jakubke / Pixabay)

1. Awan Altokumulus
Awan Altokumulus merupakan keluarga awan sedang yang berbentuk pipih seperti gumpalan kapas dan terdiri dari butiran-butiran airdengan suhu sekitar 10 derajat Celcius berbentuk kristal es.

Kemunculan awan Altokumulus bisa menjadi pertanda akan terjadinya hujan lebat dan disertai petir. Beberapa jenis awan Altokumulus antara lain Castellanus, Floccus, dan Lenticularis.

2. Awan Altostratus
Awan Altostratus adalah jenis awan sedang yang berbentuk lembaran dan sering terlihat seperti satu struktur berserat.

Awan Altostratus umumnya terbentuk pada sore hari dan hujan yang dihasilkan akan datang pada malam harinya. Hadirnya awan jenis ini bisa menimbulkan gerimis, hujan ringan hingga sedang, dan bahkan salju.

3. Awan Kumulonimbus
Awan Kumulonimbus merupakan keluarga awan perkembangan vertikal yang menjulang di ketinggian sekitar 500 hingga 1.500 meter. Awan ini terbentuk sebagai hasil dari ketidakstabilan atmosfer.

baca juga

Hadirnya awan Kumulonimbus dapat menciptakan badai petir besar, hujan es, atau kilat.

4. Awan Nimbostratus
Awan Nimbostratus adalah awan tanpa bentuk yang berada pada ketinggian rendah dan tidak menyebar atau rapat. Terdapat dua jenis awan Nimbostratus, yaitu Numbostratus pannus yang menyebabkan hujan ringan hingga sedang dan Nibostratus praecipitatio yang menyebabkan hujan deras.

Namun pada dasarnya, awan Nimbostratus ini menghasilkan hujan tanpa disertai petir.

Ilustrasi hujan lebat di malam hari. [Istimewa]
Ilustrasi hujan lebat di malam hari. [Istimewa]

5. Awan Stratokumulus
Awan Stratokumulus merupakan golongan awan rendah berbentuk gulungan dengan warna yang bervariasi, seperti abu-abu hingga putih cerah.

Jenis awan ini memiliki bagian-bagian celah terang dari sinar Matahari. Munculnya awan Stratokumulus bisa mendatangkan hujan walaupun dalam jumlah sedikit.

6. Awan Stratus
Awan Stratus adalah keluarga awan rendah berbentuk kabut yang terdiri dari butir-butir air dan berada di ketinggian di bawah dua kilometer. Awan Stratus ini bisa berkembang menjadi awan Nimbostratus yang akan mendatangkan hujan dan cuaca buruk.

Dengan mengetahui jenis-jenis awan yang dapat menyebabkan hujan, siapa pun bisa mengantisipasi datangnya hujan dan mempersiapkan payung. (Jeffry Francisco)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Air Hujan Surabaya Terkontaminasi Mikroplastik, Pakis Gelora Tertinggi

Studi: Air Hujan Surabaya Terkontaminasi Mikroplastik, Pakis Gelora Tertinggi

News | Jum'at, 25 September 2026 | 17:15 WIB

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Cerah Berawan hingga Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Cerah Berawan hingga Hujan Ringan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 07:59 WIB

Jika Boring, Jangan Lupa Touring: Menikmati Lautan Awan di Puncak Malangsari

Jika Boring, Jangan Lupa Touring: Menikmati Lautan Awan di Puncak Malangsari

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 16:00 WIB

Mengapa Musin Hujan Tahun Ini Telat? El Nino Kuat Jadi Dalang di Balik Kemarau Panjang

Mengapa Musin Hujan Tahun Ini Telat? El Nino Kuat Jadi Dalang di Balik Kemarau Panjang

News | Rabu, 23 September 2026 | 15:18 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

Jakarta Diguyur Hujan, Operasi Modifikasi Cuaca Akhirnya Berhasil

Jakarta Diguyur Hujan, Operasi Modifikasi Cuaca Akhirnya Berhasil

News | Selasa, 22 September 2026 | 20:41 WIB

BMKG Prediksi Musim Hujan 2026-2027 Mundur, 61 Persen Wilayah Indonesia Terdampak

BMKG Prediksi Musim Hujan 2026-2027 Mundur, 61 Persen Wilayah Indonesia Terdampak

Video | Selasa, 22 September 2026 | 20:05 WIB

Banjir Bandang Terjang Solok, 200 KK Terdampak dan 2 Warga Hilang

Banjir Bandang Terjang Solok, 200 KK Terdampak dan 2 Warga Hilang

Foto | Selasa, 22 September 2026 | 18:13 WIB

BMKG Ungkap 2 Fenomena yang Bikin Musim Hujan Datang Terlambat

BMKG Ungkap 2 Fenomena yang Bikin Musim Hujan Datang Terlambat

News | Selasa, 22 September 2026 | 13:15 WIB

Musim Hujan Tahun Ini Diprediksi Mundur, BMKG: Durasi Bisa Lebih Panjang

Musim Hujan Tahun Ini Diprediksi Mundur, BMKG: Durasi Bisa Lebih Panjang

News | Selasa, 22 September 2026 | 10:55 WIB

Terkini

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

×