Qualcomm: AI Bisa Bantu HP Kalahkan Kamera DSLR

Liberty Jemadu | Dicky Prastya
Qualcomm: AI Bisa Bantu HP Kalahkan Kamera DSLR
Berkat teknologi AI, kamera HP akan bisa mengalahkan kamera DSLR. Foto: Ilustrasi mengambil gambar dengan kamera ponsel Samsung. [Pixabay]

Berkat teknologi AI, kamera ponsel akan bisa mengalahkan hasil foto kamera DSLR.

Suara.com - Qualcomm mengklaim teknologi AI atau kecerdasan buatan bisa membuat hasil foto dari kamera ponsel melampaui kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex).

Vice President of Product Management for Cameras Qualcomm, Judd Heape mengatakan kalau fotografi smartphone telah menggunakan pembelajaran mesin (machine learning) besar-besaran selama bertahun-tahun.

Hal itu dipakai untuk menjalankan tugas seperti pengurangan kebisingan, penghapusan objek/bayangan/refleksi, mengurangi video judder, dan lainnya. Dia merasa kalau itu bisa menjadi fokus terbesar untuk brand ponsel maupun produsen chip dalam beberapa tahun ke depan.

"Ke depan, kami melihat lebih banyak kemampuan AI untuk memahami scene, perbedaan antara kulit dan rambut, serta kain dan latar belakang maupun hal lain semacam itu," ungkap Heape, dilansir dari Android Authority, Senin (26/9/2022).

Baca Juga: Kebutuhan Chip Pada Industri Otomotif Diprediksi Akan Meningkat, Kenapa?

"Semua piksel tersebut ditangani secara berbeda secara real-time, tidak hanya post-processing beberapa detik setelah snapshot diambil, tetapi secara real-time selama seperti perekaman video camcorder," tambah dia.

Penggunaan AI sendiri telah berkembang jauh sejak pertama kali dikenalkan di tahun 2018. Namun Heape menjelaskan bahwa AI di fotografi dibagi dalam empat tahap.

Tahap pertama, AI dipakai untuk memahami hal tertentu dalam sebuah gambar maupun adegan. Tahap kedua, AI mengontrol apa yang disebut fitur 3A seperti auto-focus, auto-white balance, dan auto-exposure adjustments.

Ia menilai kalau saat ini industri masih dalam tahap ketiga dari permainan fotografi AI, yang mana AI dipakai untuk memahami berbagai segmen atau elemen pemandangan.

Nah di tahap keempat inilah Heape mengaku kalau teknologi AI di kamera smartphone bisa melampaui kamera DSLR. Hal itu diyakini terjadi dalam waktu tiga sampai lima tahun ke depan.

Baca Juga: Exotel: Layanan Hibrid AI dan Manusia Jadi Tren

"Tiga hingga lima tahun lagi kita akan mencapai holy grail fotografi AI," tutur dia.