Selamat Tinggal Disket! Jepang Akhirnya 'Move On' dari Perangkat Jadul

Budi Arista Romadhoni

Sabtu, 06 Juli 2024 | 13:21 WIB
Selamat Tinggal Disket! Jepang Akhirnya 'Move On' dari Perangkat Jadul
Ilustrasi disket tempat penyimpanan data. [Shutterstock]

Suara.com - Perangkat penyimpanan data Bernama Disket rupanya masih dipakai oleh orang-orang di Jepang.

Perangkat jadul itu tentu dikenal oleh orang-orang Indonesia di era tahun 2000an. Kini sudah jarang orang memakai Disket.

Namun demikian belakangan Jepang akhirnya mengucapkan selamat tinggal pada disket.

Menyadur dari BBC Indonesia, sampai bulan lalu, orang-orang masih diminta untuk menyerahkan dokumen kepada pemerintah menggunakan perangkat penyimpanan data ini. Ada lebih dari 1.000 peraturan yang mewajibkan penggunaan disket.

Namun, peraturan tersebut kini telah dihapus, kata Menteri Digital Taro Kono.

Pada 2021, Kono telah "menyatakan perang" terhadap disket. Tiga tahun kemudian, dia akhirnya mengumumkan: “Kita telah memenangkan perang dengan disket!”

Kono telah bertekad menghilangkan penggunaan disket sejak dia ditunjuk sebagai menteri digital. Sebelumnya, dia juga mengatakan akan “menyingkirkan mesin faksimili”.

Jepang pernah dipandang sebagai pusat perkembangan teknologi, namun dalam beberapa tahun terakhir negara ini tertinggal dalam gelombang transformasi digital global karena ada resistensi yang mendalam terhadap perubahan.

Sebagai contoh, kantor-kantor lebih menyukai mesin faksimili ketimbang email. Rencana Kano untuk menyingkirkan mesin faksimili dari kantor-kantor pemerintah akhirnya dibatalkan karena ada penolakan.

baca juga

Pengumuman ini menjadi perbincangan hangat di media sosial Jepang. Salah satu pengguna di X menyebut disket sebagai “simbol pemerintahan yang anakronistik”.

"Pemerintah masih menggunakan disket? Itu sudah sangat ketinggalan zaman... Saya rasa lembaga pemerintahan dipenuhi oleh orang-orang tua," demikian bunyi komentar lain di X.

Komentar lainnya lebih bernuansa nostalgia. "Saya penasaran apakah disket akan mulai muncul di situs lelang," tulis seorang pengguna.

Disket dibuat pada tahun 1960-an. Perangkat berbentuk persegi ini tidak lagi populer pada tahun 2000-an karena ada solusi penyimpanan lain yang lebih efisien.

Sebuah disket berukuran sekitar sembilan sentimeter dapat menampung data hingga 1,44MB. Dengan kapasitas itu, butuh lebih dari 22.000 disket untuk mereplikasi sebuah diska lepas yang menyimpan 32GB data.

Sony, produsen disket terakhir, telah menghentikan produksinya pada tahun 2011.

Sebagai bagian dari upaya yang terlambat untuk mendigitalkan birokrasinya, Jepang membentuk Badan Digital pada September 2021 yang dipimpin oleh Kono.

Namun usaha untuk digitalisasi lebih mudah diucapkan ketimbang dilakukan.

Banyak bisnis di Jepang yang masih menggunakan stempel pribadi berukir, yang disebut sebagai hanko, untuk mengesahkan dokumen resmi. Padahal pemerintah telah berupaya menghapus praktik ini secara bertahap.

Surat kabar lokal, The Japan Times mengatakan orang-orang beralih dari stempel tersebut dengan “kecepatan yang sangat lambat”.

Dan baru pada tahun 2019, penyedia pager terakhir di negara itu menutup layanannya.

Pelanggan terakhirnya mengatakan bahwa pager adalah metode komunikasi yang lebih disukai oleh ibunya yang sudah tua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jepang Sebut Kejahatan Seks Pasukan AS Tak Bisa Ditoleransi: Masyaraka Cemas!

Jepang Sebut Kejahatan Seks Pasukan AS Tak Bisa Ditoleransi: Masyaraka Cemas!

News | Jum'at, 05 Juli 2024 | 20:57 WIB

Rotan Indonesia Mendunia, Negara Ini Hampir Setengah Abad Andalkan Produk Kita

Rotan Indonesia Mendunia, Negara Ini Hampir Setengah Abad Andalkan Produk Kita

Bisnis | Jum'at, 05 Juli 2024 | 17:23 WIB

Review Anime 'Cencoroll', Petualangan Dua Remaja di Tengah Kekacauan Kota

Review Anime 'Cencoroll', Petualangan Dua Remaja di Tengah Kekacauan Kota

Your Say | Jum'at, 05 Juli 2024 | 18:15 WIB

Terkini

Bingung Urutan Nonton Insidious? Ini Timeline Lengkap dari Awal hingga Out of the Further

Bingung Urutan Nonton Insidious? Ini Timeline Lengkap dari Awal hingga Out of the Further

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:21 WIB

Misi Pasukan Langit di Way Kambas: TNI Terjun Bebas Demi Jinakkan Bara Tersembunyi

Misi Pasukan Langit di Way Kambas: TNI Terjun Bebas Demi Jinakkan Bara Tersembunyi

Jatim | Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:21 WIB

White House Secrets: Membongkar Rahasia Kesehatan Para Presiden Amerika

White House Secrets: Membongkar Rahasia Kesehatan Para Presiden Amerika

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:20 WIB

Rupiah Nyaris Rp17.750, Target Pemerintah Rp17.500 Mulai Diuji Pasar

Rupiah Nyaris Rp17.750, Target Pemerintah Rp17.500 Mulai Diuji Pasar

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:17 WIB

Andai Satwa bisa Bicara: Rumah Kami Berapi Bukan karena Takdir Tuhan

Andai Satwa bisa Bicara: Rumah Kami Berapi Bukan karena Takdir Tuhan

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:17 WIB

TPA Kebon Kongok Ditutup Desember 2026, Pemkot Mataram Siapkan "Jurus" Ini

TPA Kebon Kongok Ditutup Desember 2026, Pemkot Mataram Siapkan "Jurus" Ini

Bali | Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:16 WIB

Jelang MotoGP Aragon: Sederet Rider Ini Masih Berburu Kemenangan Pertama

Jelang MotoGP Aragon: Sederet Rider Ini Masih Berburu Kemenangan Pertama

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Benjamin Netanyahu Umumkan Turki Musuh Israel, Sejajar dengan Hizbullah

Benjamin Netanyahu Umumkan Turki Musuh Israel, Sejajar dengan Hizbullah

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:14 WIB

Gerindra Respons Pernyataan Budi Arie Soal Pemilu Dipercepat

Gerindra Respons Pernyataan Budi Arie Soal Pemilu Dipercepat

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:11 WIB

Ekonomi RI Tumbuh 5,45%, Airlangga Punya PR Kejar Tambahan 0,55%

Ekonomi RI Tumbuh 5,45%, Airlangga Punya PR Kejar Tambahan 0,55%

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:09 WIB

×