Benjamin Netanyahu Umumkan Turki Musuh Israel, Sejajar dengan Hizbullah

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:14 WIB
Benjamin Netanyahu Umumkan Turki Musuh Israel, Sejajar dengan Hizbullah
Bumerang Perangi Iran: Israel Terancam Kehilangan Miliaran Dolar Akibat Manuver Turki. [Dok. Haberler]
baca 10 detik
  • Israel menggempur pangkalan udara di Syria untuk menggagalkan penempatan pasukan dan drone militer Turki.

  • Oposisi menilai tindakan Netanyahu memanfaatkan isu ancaman Turki sebagai strategi politik menjelang pemilu Oktober.

  • Hubungan Israel dan Turki kian memanas akibat perbedaan kepentingan geopolitik serta perselisihan sengit antar-pemimpin.

Suara.com - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kini menempatkan Turki sebagai episentrum ancaman keamanan baru bagi Israel di tengah panasnya persaingan politik menjelang pemilu. Langkah politik ini kian nyata setelah jet tempur Israel menggempur Pangkalan Udara Abu al-Dahar di Syria bagian utara.

Operasi militer tersebut menyasar wilayah yang diklaim sebagai titik persiapan pengerjaan infrastruktur pertahanan militer Ankara. Manuver udara ini langsung memicu perdebatan sengit mengenai motif sebenarnya dari pemerintah Israel.

Peristiwa ini menandai pergeseran fokus pertahanan Israel yang kini secara terbuka membenturkan kekuatan militernya dengan pengaruh Turki di kawasan. Publik kini mempertanyakan apakah aksi tersebut murni pencegahan bahaya atau sekadar alat pendongkrak suara.

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir melakukan tindakan provokasi dengan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. [Tangkap layar X]
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir melakukan tindakan provokasi dengan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. [Tangkap layar X]

Secara resmi, otoritas pertahanan Israel menegaskan tindakan militer di Syria merupakan langkah krusial yang tidak bisa ditawar. Dikutip dari CNN Internasional, Netanyahu bersama Menteri Pertahanan Israel Katz mengklaim intelijen menemukan rencana pengerjaan alutsista Turki.

Sumber militer Israel menyatakan Ankara berniat menempatkan personel, drone, hingga sistem pertahanan udara di pangkalan tersebut. Kehadiran instalasi militer itu dinilai dapat membatasi ruang gerak udara Israel.

Data intelijen terkait rencana pengerjaan militer Turki tersebut bahkan telah dibagikan kepada pemerintah Amerika Serikat dan Presiden Syria Ahmed Al-Sharaa. Kedua negara tetangga tersebut sebenarnya sempat menjalin dialog intensif untuk menjaga stabilitas kawasan.

Kepala badan intelijen Mossad Roman Goffman bahkan menggelar pertemuan mendatangkan Menteri Luar Negeri Syria Asaad al-Shaibani di Yordania guna meredam ketegangan. Namun, Turki menolak keras narasi ancaman yang dihembuskan pihak Israel.

Ankara menyebut alasan Israel tidak masuk akal dan menuduh Netanyahu sengaja memicu instabilitas regional demi kepentingan politik pemilu Oktober. Pemerintah Turki menegaskan kerja samanya dengan Syria berlandaskan dasar hukum yang sah.

Di sisi lain, Netanyahu terus melancarkan serangan verbal secara terbuka terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan. Melalui akun resminya, kantor Perdana Menteri Israel mengecam pimpinan Turki tersebut secara tajam.

baca juga

Perselisihan kedua pemimpin ini sebenarnya telah berlangsung lama dan kian meruncing sejak pecahnya perang di Gaza, Lebanon, dan Iran. Netanyahu juga secara tegas menentang rencana penjualan pesawat tempur F-35 AS kepada Ankara.

Analis senior keamanan dari surat kabar Haaretz, Amos Harel, menilai ada dua aspek yang berjalan bersamaan dalam peristiwa ini. Menurutnya, potensi ancaman militer Turki dan kepentingan politik domestik Netanyahu sama-sama memiliki peran kuat.

Harel menjelaskan bahwa Netanyahu menerapkan doktrin baru pasca-serangan 2023, yakni menyerang lebih dulu di setiap front pertempuran. Israel sendiri telah menduduki zona penyangga seluas 400 kilometer persegi di Syria sejak jatuhnya rezim Assad pada 2024.

Namun, pengamat dan politisi oposisi menilai momentum gempuran udara ini sangat sarat dengan agenda pemilu. Pemimpin oposisi Yair Lapid menyindir tindakan pemerintah yang dianggap terlalu mengagungkan serangan militer tersebut.

Kritik lebih keras datang dari Yair Golan yang menyebut operasi militer tersebut sangat provokatif dan membahayakan keselamatan negara. Mantan Perdana Menteri Ehud Barak bahkan menuding Netanyahu sengaja menciptakan krisis untuk menakut-nakuti pemilih.

"Di Timur Tengah, menyerang saat diperlukan itu penting. Namun jika Anda sudah menyerang, tetaplah diam," kata Yair Lapid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang di Gaza, Warga Palestina Gunakan Toilet Darurat Zaman Purba

Perang di Gaza, Warga Palestina Gunakan Toilet Darurat Zaman Purba

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42 WIB

Menteri Israel Pamer Tiang Gantung untuk Hukum Mati Warga Palestina yang Dicap Teroris

Menteri Israel Pamer Tiang Gantung untuk Hukum Mati Warga Palestina yang Dicap Teroris

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:56 WIB

Viral 3 Turis Diduga IDF Diusir dari Gym, Media Israel: Bali Tak Lagi Ramah!

Viral 3 Turis Diduga IDF Diusir dari Gym, Media Israel: Bali Tak Lagi Ramah!

Video | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Terkini

Jelang MotoGP Aragon: Sederet Rider Ini Masih Berburu Kemenangan Pertama

Jelang MotoGP Aragon: Sederet Rider Ini Masih Berburu Kemenangan Pertama

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Benjamin Netanyahu Umumkan Turki Musuh Israel, Sejajar dengan Hizbullah

Benjamin Netanyahu Umumkan Turki Musuh Israel, Sejajar dengan Hizbullah

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:14 WIB

Gerindra Respons Pernyataan Budi Arie Soal Pemilu Dipercepat

Gerindra Respons Pernyataan Budi Arie Soal Pemilu Dipercepat

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:11 WIB

Ekonomi RI Tumbuh 5,45%, Airlangga Punya PR Kejar Tambahan 0,55%

Ekonomi RI Tumbuh 5,45%, Airlangga Punya PR Kejar Tambahan 0,55%

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:09 WIB

Guyon Politik Bahlil: Presiden Gerindra, Menteri Golkar, Tapi Proyeknya di 'Kandang Merah'

Guyon Politik Bahlil: Presiden Gerindra, Menteri Golkar, Tapi Proyeknya di 'Kandang Merah'

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:07 WIB

Meriahnya Jakal Bookshop Fest: Rute Seru Bookshop Hopping Seharian!

Meriahnya Jakal Bookshop Fest: Rute Seru Bookshop Hopping Seharian!

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:05 WIB

WNA Diduga Jadi Korban Pemerkosaan di Pantai Lakey, Polisi Amankan Terduga Pelaku

WNA Diduga Jadi Korban Pemerkosaan di Pantai Lakey, Polisi Amankan Terduga Pelaku

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:02 WIB

Balon Raksasa di 10 Kota, Jadi Spot Foto Baru yang Bikin Penasaran

Balon Raksasa di 10 Kota, Jadi Spot Foto Baru yang Bikin Penasaran

Lifestyle | Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:00 WIB

Air Laut di Bumi Semakin Panas karena El Nino, Bagaimana Bisa?

Air Laut di Bumi Semakin Panas karena El Nino, Bagaimana Bisa?

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:56 WIB

Gaji Naik Secepat Siput, Harga Rumah Melesat bak Roket Luar Angkasa

Gaji Naik Secepat Siput, Harga Rumah Melesat bak Roket Luar Angkasa

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:55 WIB

×