Beli Gorengan 5 Ribu Bonus Invoice 180 Juta? Netizen Temukan Bungkus Janggal Diduga dari Diskominfo Bandung

Kamis, 25 Juli 2024 | 15:02 WIB
Beli Gorengan 5 Ribu Bonus Invoice 180 Juta? Netizen Temukan Bungkus Janggal Diduga dari Diskominfo Bandung
Kuitansi bermeterai yang dipakai bungkus gorengan. (x/mmaryasir)

Suara.com - Belum lama ini, cuitan salah satu netizen di X mencuri perhatian. Dalam cuitannya, netizen ini menemukan sebuah kuitansi bermeterai yang dipakai untuk membungkus gorengan yang ia beli seharga Rp 5.000 ini.

"Beli gorengan Rp 5 ribu bonus invoice Rp 181 juta, mana masih ada meterainya wkwk" tuli pemilik akun @mmaryasir.

Dalam cuitan tersebut, nampak sejumlah gorengan yang dibeli oleh netizen ini. Gorengan-gorengan tersebut kemudian dibungkus di dalam kantong kertas berwarna putih.

Netizen ini juga terkejut ketika melihat bahwa kertas bungkusan gorengan yang dipakai tersebut adalah sebuah kuitansi bukti pembayaran biaya senilai Rp 181 juta. Kuitansi ini memiliki meterai yang disematkan di kolom tanda tangan.

Temuan ini langsung saja menjadi viral di X hingga menuai berbagai komentar dari netizen. Banyak yang mencoba untuk menelusuri asal kuitansi bermeterai yang dipakai untuk bungkus gorengan ini.

Kuitansi bermeterai yang dipakai bungkus gorengan. (x/mmaryasir)
Kuitansi bermeterai yang dipakai bungkus gorengan. (x/mmaryasir)

Salah satu netizen dengan akun @wennyreads menyebut jika bungkusan gorengan tersebut benar adalah kuitansi dan bukan invoice. Diduga kuitans ini berasal dari SPJ pengadaan. Berdasarkan keterangan kuitansi, surat ini diduga berasal dari Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Kota Bandung.

"Ini kuitansi (bukan invoice), dan karena kuitansinya bermeterai (berarti arsip SPJ pengadaan), maka yang menjual kertas-kertas ini ke mamang tukang kiloan adalah Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkot Bandung, bukan vendor" tulisnya.

Setelah menjadi viral di X, cuitan mengenai asal kuitansi bermeterai yang dipakai bungkus gorengan ini langsung menuai berbagai komentar dari netizen.

"Heh, kalau gitu berarti tetap aja dinasnya menyalahi aturan. Karena seharusnya arsip yang retensinya sudah habis itu dilakukan pemusnahan arsip yang dijual" balas netizen.

Baca Juga: Detik-detik Menegangkan Pesawat Saurya Airlines Jatuh di Nepal, Petugas Bandara Hanya Bisa Terdiam

"Dapat ilmu lagi dari perkara bungkus gorengan" komentar akun lainnya.

"Kominfo? Gak fisik, gak digital, butut amat yak kemampuannya" ungkap netizen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI