Tank LVT Bongkar Pagar Laut, Generasi Awal Punya Sejarah Menarik di Medan Perang

Muhammad Yunus, Rezza Dwi Rachmanta

Kamis, 23 Januari 2025 | 18:21 WIB
Tank LVT Bongkar Pagar Laut, Generasi Awal Punya Sejarah Menarik di Medan Perang
Tank Amfibi LVT-7A1 yang digunakan untuk membongkar pagar laut (X)

Suara.com - TNI AL mengerahkan tank amfibi LVT-7A1 untuk membongkar pagar laut di perairan Kabupaten Tangerang, Banten. Landing Vehicle Tracked (LVT) generasi pertama ternyata mempunyai sejarah menarik di medan perang.

Perlu diketahui, keberadaan pagar laut misterius menuai sorotan publik dalam tiga minggu terakhir. Pagar laut sepanjang 30,16 kilometer yang terbuat dari bambu atau cerucuk dengan ketinggian rata-rata 6 meter viral menjadi perbincangan para pegiat media sosial.

Kementerian Kelautan dan Perikanan serta TNI Angkatan Laut lantas melakukan operasi pembongkaran sejak Rabu (22/01/2025) lalu.

Sebagai informasi, TNI AL menerjunkan tiga kendaraan amfibi untuk membongkar pagar laut. Dua berjenis LVT-7 dan satu lainnya adalah KAPA K-61.

Berdasarkan informasi dari laman resmi TNI AL (tnial.mil.id), korps marini memiliki banyak Ranpur Amfibi atau Kendaraan Pendarat Amfibi(Ranratfib) yaitu BTR 50 P, BTR 50 PK, BTR 50 PM, AMX-10PAC KAPA K-61 dan LVT-7A1.

Salah satu andalan Ranratfib yaitu Tank Alligator atau LVT-7A1. Tank LVT-7A1 meniliki spesifikasi panjang 7,99 m, lebar 3,27 m, tinggi 3,26 m, dan berat tempur 23,9 ton.

Ilustrasi LVT-7 milik TNI AL. (tnial.mil.id)
Ilustrasi LVT-7 milik TNI AL. (tnial.mil.id)

Kendaraan tempur amfibi ini menggunakan mesin Cummins VT-400 yang menghasilkan daya 400 HP. LVT-7A1 diklaim mampu melesat dengan kecepatan maksimal 72 km/jam dan kecepatan mundur 19 km/jam.

Saat berada di perairan, kendaraan tersebut mampu melaju 12 km/jam untuk kecepatan renangnya.

Sejarah LVT

baca juga

Landing Vehicle Tracked (LVT) atau Kendaraan Pendaratan Beroda adalah kendaraan perang amfibi yang diperkenalkan oleh United States Navy dan United States Marine Corps.

Marinir AS naik LVT menuju pantai Pulau Tinian dekat Guam pada Juli 1944. (National Archives and Records Administration)
Marinir AS naik LVT menuju pantai Pulau Tinian dekat Guam pada Juli 1944. (National Archives and Records Administration)

Marinir AS dan Inggris menggunakan beberapa model LVT generasi awal selama Perang Dunia II. LVT awalnya hanya ditujukan sebagai pengangkut kargo untuk operasi kapal ke darat.

Namun LVT berevolusi menjadi kendaraan serbu dan pendukung tembakan. Terdapat banyak jenis LVT yaitu LVT-1, LVT-2, LVT(A)-2, LVT-3, LVT-4, LVT(A)-4, dan seterusnya. Dikutip dari NOAA, sebanyak 23 batalyon Angkatan Darat AS dan 11 batalyon Korps Marinir AS dilengkapi dengan LVT pada tahun 1945. Angkatan Darat Inggris dan Australia juga menggunakan LVT dalam pertempuran selama Perang Dunia II.

LVT sangat penting bagi pasukan AS selama Perang Dunia II di Teater Pasifik (area Perang Pasifik). Banyak pulau di Pasifik memiliki terumbu karang yang sangat dangkal di lepas pantai.

Saat air surut, beberapa terumbu karang tepi terlihat di permukaan air. Terumbu karang ini mencegah perahu tradisional mendekati pantai.

Jika tidak ada penggunaan kapal amfibi selama Perang Dunia II, pasukan invasi harus berjalan atau berenang ke pantai tanpa perlindungan dari tembakan musuh.

Adanya LVT mencegah pasukan terluka sebelum mencapai pantai. Terdapat beberapa model modifikasi LVT. Beberapa memiliki senjata besar di atasnya, yang menyebabkan ranpur mirip tank tradisional.

Versi lain memiliki kompartemen terbuka untuk mengangkut orang dan perbekalan. Itulah sebabnya terdapat sebutan Tank LVT atau LVT kargo biasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Ganggu Nelayan, Menteri KKP Sebut Pagar Laut Tangerang dan Bekasi Ganggu Operasional PLTU

Tak Hanya Ganggu Nelayan, Menteri KKP Sebut Pagar Laut Tangerang dan Bekasi Ganggu Operasional PLTU

News | Kamis, 23 Januari 2025 | 17:01 WIB

Pagar Laut 30 KM di Tangerang Dibongkar, 2 Orang Diperiksa KKP!

Pagar Laut 30 KM di Tangerang Dibongkar, 2 Orang Diperiksa KKP!

Video | Kamis, 23 Januari 2025 | 16:00 WIB

Kholid Nelayan Tangerang Disambut Bak Pahlawan: Bukan DPR atau Wakil Presiden

Kholid Nelayan Tangerang Disambut Bak Pahlawan: Bukan DPR atau Wakil Presiden

Entertainment | Kamis, 23 Januari 2025 | 17:30 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×