90 Juta Tahun Lalu, Antartika Hutan Lebat dan Tempat Tinggal Dinosaurus

Agung Pratnyawan

Selasa, 28 Januari 2025 | 18:00 WIB
90 Juta Tahun Lalu, Antartika Hutan Lebat dan Tempat Tinggal Dinosaurus
Ilustrasi Hutan Hujan (unsplash/german rodriguez)

Suara.com - Sekitar 90 juta tahun yang lalu, Antartika Barat bukanlah daratan beku seperti sekarang. Sebaliknya, wilayah ini merupakan rumah bagi hutan hujan beriklim sedang yang subur, menurut fosil akar, serbuk sari, dan spora yang ditemukan oleh tim peneliti internasional.

Penemuan fakta terbaru kutub selatan ini membuka wawasan baru tentang kondisi Bumi di masa lampau dan bagaimana iklim memengaruhi lingkungan.

Dirangkum Suara.com dari iflscience, pada pertengahan periode Kapur, sekitar 145 hingga 65 juta tahun yang lalu, dunia sangat berbeda.

Dinosaurus masih mendominasi daratan, permukaan laut 170 meter lebih tinggi dibandingkan saat ini, dan suhu laut tropis mencapai 35 derajat Celsius. Kondisi ini menciptakan iklim yang hangat dan mendukung tumbuhnya hutan hujan di wilayah yang kini dikenal sebagai Antartika.

Sisa-sisa hutan hujan ini ditemukan di bawah lapisan es Antartika pada tahun 2017. Tim peneliti mengumpulkan inti sedimen dari dasar laut dekat Pine Island Glacier, yang kemudian dianalisis di laboratorium.

Hasilnya mengejutkan: lapisan tanah berusia 90 juta tahun menunjukkan jaringan akar yang rapat, serbuk sari, spora, serta sisa-sisa tumbuhan berbunga purba.

Antartika: Hutan Rawa Beriklim Sedang

Penelitian ini dipimpin oleh Johann Klages, seorang geolog dari Alfred Wegener Institute, Jerman. Melalui pemindaian CT, timnya menemukan bahwa wilayah pesisir Antartika Barat pada masa itu dihuni oleh hutan rawa yang lebat, mirip dengan hutan di Selandia Baru saat ini.

Analisis terhadap serbuk sari dan spora menunjukkan bahwa suhu udara tahunan rata-rata di Antartika Barat kala itu sekitar 12 derajat Celsius, hampir setara dengan suhu Seattle saat ini.

baca juga

Di musim panas, suhunya bisa mencapai 19 derajat Celsius, sementara air di sungai dan rawa-rawa mencapai 20 derajat Celsius. Bahkan curah hujannya mirip dengan wilayah Wales, Inggris.

Namun, ada fakta menarik lainnya: Antartika mengalami malam kutub selama empat bulan setiap tahun, di mana matahari sama sekali tidak terbit. Meski begitu, iklim tetap hangat berkat tingginya konsentrasi karbon dioksida di atmosfer.

Peta bagaimana benua-benua tersusun 90 juta tahun yang lalu.[Alfred-Wegener-Institut / iflscience]
Peta bagaimana benua-benua tersusun 90 juta tahun yang lalu.[Alfred-Wegener-Institut / iflscience]

Pengaruh Karbon Dioksida dan Gas Rumah Kaca

Menurut penelitian ini, konsentrasi karbon dioksida di atmosfer pada Zaman Kapur jauh lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya.

"Kami awalnya mengira kadar CO global sekitar 1.000 ppm, tetapi hasil model menunjukkan angka antara 1.120 hingga 1.680 ppm," jelas Gerrit Lohmann, pemodel iklim dari Alfred Wegener Institute.

Gas rumah kaca seperti karbon dioksida memainkan peran besar dalam meningkatkan suhu global, hingga mampu menciptakan iklim hangat yang mendukung tumbuhnya hutan hujan di wilayah kutub. Temuan ini juga menggarisbawahi pentingnya lapisan es saat ini dalam menjaga suhu Bumi tetap stabil.

Penemuan ini tidak hanya memberikan gambaran tentang kehidupan di masa lampau tetapi juga menjadi peringatan tentang bagaimana gas rumah kaca dapat memengaruhi iklim secara drastis.

Antartika atau kutub selatan yang dahulu hijau kini menjadi daratan es yang membeku, namun perubahan kecil dalam konsentrasi karbon dioksida dapat mengembalikan kondisi ekstrem ini.

Dengan memahami masa lalu, kita dapat lebih bijak menjaga masa depan Bumi, terutama dalam mengelola emisi gas rumah kaca dan menjaga keseimbangan ekosistem global.

Kontributor : Pasha Aiga Wilkins

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Ekspedisi Paling Menyeramkan ke Antartika

10 Ekspedisi Paling Menyeramkan ke Antartika

Tekno | Rabu, 22 Januari 2025 | 20:05 WIB

Gambar NASA Menunjukkan Antartika Menjadi Lebih Hijau Saat Es Mencair

Gambar NASA Menunjukkan Antartika Menjadi Lebih Hijau Saat Es Mencair

Tekno | Selasa, 10 Desember 2024 | 09:56 WIB

Mengapa Bumi Terus Berputar?

Mengapa Bumi Terus Berputar?

Tekno | Senin, 09 Desember 2024 | 12:43 WIB

Terkini

Konser Amal Nada Kasih "Harapan dalam Harmoni", Wujud Kepedulian Generasi Muda melalui Musik

Konser Amal Nada Kasih "Harapan dalam Harmoni", Wujud Kepedulian Generasi Muda melalui Musik

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:14 WIB

Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya

Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya

Jawa Tengah | Minggu, 11 Oktober 2026 | 00:20 WIB

Tren Aplikasi Fintech 2026: Dari Bayar Pakai QRIS hingga Atur Keuangan Lewat Ponsel

Tren Aplikasi Fintech 2026: Dari Bayar Pakai QRIS hingga Atur Keuangan Lewat Ponsel

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Ada Kunjungan Presiden Mesir, CFD Sudirman-Thamrin Besok Berakhir Pukul 09.00 WIB

Ada Kunjungan Presiden Mesir, CFD Sudirman-Thamrin Besok Berakhir Pukul 09.00 WIB

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:19 WIB

Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan

Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan

Sumbar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Keluarga Korban Penyerangan Geng Motor di Makassar Bantah Pernyataan Polisi soal COD

Keluarga Korban Penyerangan Geng Motor di Makassar Bantah Pernyataan Polisi soal COD

Sulsel | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Belum Terkalahkan di Super League, Shin Tae-yong Bawa Persija ke Puncak Klasemen

Belum Terkalahkan di Super League, Shin Tae-yong Bawa Persija ke Puncak Klasemen

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Jalan Rusak Mirip Kobakan Kolam Ikan, Emak-Emak Citamiang Sukabumi Turun Tangan Bikin Aksi Spontan

Jalan Rusak Mirip Kobakan Kolam Ikan, Emak-Emak Citamiang Sukabumi Turun Tangan Bikin Aksi Spontan

Jabar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:38 WIB

Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!

Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!

Jawa Tengah | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:03 WIB

×