Namun, ketika Perjanjian Baru diterjemahkan dalam bahasa Latin, terjadi perubahan. Setelah 'Iesous', para penulis Injil kemudian menggantinya dengan 'Iesus' yang memiliki pelafalan yang sama dengan 'Yesus'.
Namun, ketika Perjanjian Baru diterjemahkan dalam bahasa Latin, terjadi perubahan. Setelah 'Iesous', para penulis Injil kemudian menggantinya dengan 'Iesus' yang memiliki pelafalan yang sama dengan 'Yesus'.