- Xiaomi menaikkan harga lini smartphone Redmi di pasar China mulai 11 April 2026 akibat lonjakan biaya komponen memori.
- Kenaikan harga dipicu oleh melonjaknya harga modul memori global hingga empat kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
- Kebijakan ini diprediksi akan berdampak luas ke pasar global dan lini produk lain hingga tahun 2027 mendatang.
Suara.com - Xiaomi resmi mengumumkan kenaikan harga sejumlah smartphone andalannya, terutama lini REDMI seperti REDMI K90 Pro Max, REDMI Turbo 5, dan REDMI Turbo 5 Max.
Penyesuaian harga ini mulai berlaku di pasar China pada 11 April 2026. Meski baru berdampak lokal, kebijakan ini diprediksi akan berpengaruh ke pasar global dalam waktu dekat.
Menurut laporan XiaomiTime, Sabtu (4/4/2026), lonjakan harga ini dipicu kenaikan drastis harga chip memori global yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Presiden Divisi Smartphone Xiaomi, Lu Weibing, mengungkapkan bahwa lonjakan tersebut jauh melampaui perkiraan industri.
“Harga memori baru-baru ini meningkat jauh di atas ekspektasi internal industri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, harga modul memori bahkan melonjak hingga hampir empat kali lipat dibandingkan tahun lalu.
![Pengumuman kenaikan harga REDMI. [XiaomiTime]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/04/82187-pengumuman-kenaikan-harga-redmi.jpg)
Sebagai gambaran, modul 12GB + 256GB yang sebelumnya sekitar 30 dolar AS kini naik menjadi sekitar 120 dolar AS.
Ini Daftar Kenaikan Harga Redmi
Manajer Pemasaran Xiaomi China, Wei Siqi, memastikan beberapa perubahan harga yang mulai berlaku:
- REDMI K90 Pro Max naik sekitar 200 yuan (sekitar Rp490 ribu)
- REDMI Turbo 5 dan REDMI Turbo 5 Max kembali ke harga normal setelah promo dihentikan
- Subsidi untuk varian memori besar 512GB tetap dipertahankan untuk menjaga daya beli pengguna
Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas pasokan dan kualitas produk di tengah tekanan biaya produksi.
Dampak ke Pasar Global dan Indonesia
Kenaikan harga ini belum tentu langsung terasa di luar China. Namun, pengamat memperkirakan dampaknya akan meluas, termasuk ke pasar global dan lini produk lain seperti Poco.
Dalam ajang Mobile World Congress 2026, Lu Weibing juga mengingatkan bahwa tren kenaikan harga komponen ini bukan sementara.
“Biaya komponen diperkirakan akan terus meningkat hingga 2027,” jelasnya.
Lonjakan harga memori ini menjadi sinyal kuat bahwa industri smartphone global sedang menghadapi tekanan besar dalam rantai pasok.