Microsoft Tunda Proyek Pembangunan Pusat Data di Indonesia, Ada Apa?

Dicky Prastya Suara.Com
Senin, 07 April 2025 | 22:06 WIB
Microsoft Tunda Proyek Pembangunan Pusat Data di Indonesia, Ada Apa?
Ilustrasi Data Center atau Pusat Data. [Dok. Microsoft Indonesia]

Microsoft sendiri menyatakan tetap berkomitmen pada proyek-proyek utama yang mencakup fasilitas senilai 3,3 miliar Dolar AS (sekitar Rp 55,7 triliun) di Wisconsin hingga peluncuran kawasan cloud Indonesia Central pada pertengahan tahun 2025.

Raksasa teknologi AS itu menegaskan bakal menghabiskan sekitar 80 miliar Dolar AS (sekitar Rp 1.352 triliun) untuk pembangunan pusat data pada tahun fiskal saat ini.

Namun mereka mengisyaratkan adanya peralihan pada tahun fiskal berikutnya ke arah melengkapi lokasi yang sudah ada ketimbang membangun pusat data baru.

Jika Microsoft sedang mengevaluasi ulang, perusahaan lain justru terus maju dengan infrastruktur berskala besar. OpenAI, Oracle, dan SoftBank misalnya, telah mengumumkan usaha patungan Stargate yang bertujuan untuk berinvestasi hingga 500 miliar Dolar AS (sekitar Rp 8.454 triliun) untuk infrastruktur AI di AS.

Tahap pertama Stargate mencakup penerapan senilai 100 miliar Dolar AS (Rp 1.690 triliun) di Texas, yang dimaksudkan untuk mendukung pengembangan AI berskala besar.

Persaingan pusat data para perusahaan ini pun menarik perhatian para investor dan analis. TD Cowen melaporkan bahwa Microsoft telah meninggalkan proyek yang berjumlah dua gigawatt kapasitas listrik di seluruh AS dan Eropa.

Perusahaan tersebut mengungkapkan bahwa hal ini mungkin menunjukkan ketidaksesuaian antara permintaan yang diharapkan dan kapasitas Microsoft yang ada. Analis juga berspekulasi bahwa OpenAI mungkin mengalihkan beban kerja dari Microsoft ke Oracle.

Perubahan dalam strategi infrastruktur kemungkinan juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Perusahaan AI China, DeepSeek mengklaim dapat menghadirkan kinerja AI yang kompetitif dengan menggunakan lebih sedikit sumber daya.

Dari sana, muncul kemungkinan bahwa sistem AI di masa mendatang mungkin memerlukan daya komputasi yang lebih sedikit daripada yang direncanakan sebelumnya.

Baca Juga: Penampakan Konsol Genggam Xbox Misterius Beredar, Bukan Project Kennan?

Di saat yang sama, penyesuaian Microsoft mungkin mencerminkan kendala eksternal. Di kota-kota seperti Dublin dan Amsterdam, pertumbuhan pusat data telah dipenuhi dengan regulasi yang lebih ketat karena kekhawatiran atas konsumsi listrik dan keberlanjutan lingkungan.

Dublin telah membatasi koneksi jaringan baru untuk pusat data. Sementara Amsterdam sebelumnya menghentikan semua pembangunan baru untuk mengatasi tekanan pada sumber daya lokal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI