Waspada Tren Sewa iPhone di Momen Lebaran, Ini Ancaman di Baliknya

Dicky Prastya Suara.Com
Rabu, 09 April 2025 | 16:27 WIB
Waspada Tren Sewa iPhone di Momen Lebaran, Ini Ancaman di Baliknya
Ilustrasi tren sewa iPhone Apple di momen Lebaran 2025. [Dok. VIDA]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Tren sewa iPhone maupun HP mahal lainnya menjadi salah satu tren terbaru di momen Lebaran 2025. Namun di balik tren ini muncul pula ancaman baru seperti risiko pencurian data pribadi hingga pembajakan akun.

Founder dan Group CEO VIDA, Niki Luhur mengemukakan kalau berdasarkan temuannya dari media lokal, ada lonjakan penyewaan smartphone di kota-kota besar seperti Bandung, Surabaya, Semarang, dan Banyuwangi di liburan Idulfitri.

Menurutnya, smartphone bukan sekadar alat komunikasi melainkan simbol gaya hidup dan identitas digital. Sayangnya, masih banyak yang belum menyadari bahwa perangkat sewaan menyimpan potensi celah keamanan yang serius.

“Menyewa smartphone untuk keperluan sesaat memang praktis, tapi jangan lupa, perangkat itu bisa menyimpan jejak data sensitif kita," ungkap Niki dalam keterangannya, Rabu (9/4/2025).

Dirinya menilai, banyak orang tidak sadar bahwa saat menyewa smartphone dan menggunakannya untuk mengakses akun digital atau mengisi data pribadi seperti KTP dan foto pribadi lewat selfie. Padahal mereka sedang membuka celah bagi kejahatan online.

Penipu atau Fraudster tidak perlu meretas sistem, karena celahnya sangat terbuka, mulai dari data yang tersimpan otomatis, cache aplikasi, hingga akses residual ke iOS atau Android dari pemilik sebelumnya.

"Dengan itu, mereka bisa mengambil alih akun siapa pun hanya dalam hitungan menit dan itulah yang kita kenal sebagai Account Takeover,” papar dia.

Sebagai penyedia solusi identitas digital bersertifikasi dan pencegahan fraud, VIDA mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat menggunakan perangkat sewaan terutama ketika mengakses layanan penting seperti perbankan digital, dompet digital, e-commerce, hingga media sosial.

Sebab, perangkat sewaan justru menyimpan risiko keamanan tinggi, terutama jika digunakan untuk login, transaksi, atau verifikasi identitas digital.

Baca Juga: Bikin Ngakak! Ayah Ini Bikin Heboh di Pernikahan Anaknya, Gegara Ini...

Berdasarkan riset VIRA bertajuk Where’s The Fraud? The State of Authentication and Account Takeovers in Indonesia, ada beberapa temuan mengkhawatirkan soal kejahatan digital.

Pertama, 97 persen perusahaan di Indonesia mengalami insiden Account Takeover dalam 12 bulan terakhir. Kedua, 67 persen konsumen telah menjadi korban transaksi tidak sah di akun digital mereka.

Ketiga, 7 dari 10 kasus serangan siber terhadap bisnis dan individu melibatkan akses tanpa izin dari perangkat atau lokasi yang tidak dikenal. Keempat, 71 persen insiden Account Takeover berujung pada kerugian finansial atau transaksi tidak sah.

Tips sebelum menggunakan iPhone sewaan

Menanggapi tren penyewaan smartphone yang kian marak untuk berbagai kesempatan, VIDA mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap risiko keamanan data pribadi.

Berikut langkah-langkah penting yang bisa kalian lakukan:

1. Hindari menyimpan informasi sensitif di perangkat sewaan, seperti password, PIN atau data perbankan.

2. Pastikan perangkat telah di-reset (factory reset) sebelum dan sesudah penggunaan untuk menghapus jejak data pribadi.

3. Gunakan autentikasi berlapis saat masuk ke akun digital untuk mencegah akses tidak sah.

4. Sebisa mungkin, hindari login akun penting di perangkat yang bukan milik pribadi.

Tren sewa iPhone marak di Lebaran 2025

Ramainya bisnis sewa iPhone menjelang Lebaran bahkan sampai disorot media dan menjadi perbincangan hangat di platform X. Kekinian seorang sender di akun X @tanyakanrl mempertanyakan fenomena sewa iPhone ini.

"Kenapa semua orang tergila-gila dengan buah-buahan? Ada apa yang sebenarnya?" bunyi cuitan sender tersebut sambil melampirkan tangkapan layar video berita sewa iPhone di kawasan Solo, dilansir pada Rabu (26/3/2025).

Cuitan tersebut menjadi viral dan jumlah penayangannya mencapai lebih dari 2 juta kali. Ribuan netizen terpantau menanggapi berita persewaan iPhone ini dengan beragam komentar.

"Di Indonesia, banyak yang berasumsi kalau iPhone itu simbol kekayaan. Lo pake Samsung foldable bakal kalah prestige di mata orang dibanding sama yang pake iPhone 13," tulis netizen. 
"Soalnya mindset tuh, pake iPhone berarti orang berada. Semahal apa pun hp kalo bukan iPhone ya berarti masih jelek/murah. Biasalah gengsi," sahut yang lain.

"Hah? Ada asa persewaan iPhone? Jujur baru tahu. Bisa jadi sebuah penelitian sosial ini. Bagaimana sebuah hari perayaan besar mengalami pergederan makna menjadi ajang pamer status sosial melalui kepemilikan brand tertentu hingga menimbulkan potensi baru," tulis yang lain kaget.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI