SBY Beri Nasihat Sebelum Tarif Trump Bikin IHSG Anjlok, Netizen Tunggu Petuah Jokowi

Cesar Uji Tawakal, Rezza Dwi Rachmanta

Rabu, 09 April 2025 | 18:47 WIB
SBY Beri Nasihat Sebelum Tarif Trump Bikin IHSG Anjlok, Netizen Tunggu Petuah Jokowi
Foto SBY bersama AHY dan jajaran menyambut Prabowo Subianto pada Rabu (27/3/2024). [Suara.com/Novian]

Suara.com - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan nasihat panjang lebar sebelum tarif Donald Trump membuat IHSG anjlok. Netizen lantas menantikan saran dan petuah dari Jokowi selaku Presiden RI ke-7.

Sebagai informasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung turun 9,19 persen pada Selasa (8/4/2025) pagi. Indeks Harga Saham Gabungan anjlok parah sehingga mengalami trading halt. IHSG bernasib sama dengan indeks saham gabungan di banyak negara.

Kebijakan tarif impor dari Donald Trump sebesar 32 persen sempat menjadi perbincangan di media sosial. IHSG dan Trump bahkan sempat trending di X pada Selasa (8/4/2025) lalu.

Dikutip dari laman Kemendag RI, Indonesia tak luput dari sengatan “Hari Pembebasan” yang disebutkan Presiden AS Donald Trump. Dalam daftar yang disampaikan, Indonesia dikenai tarif timbal balik sebesar 32 persen.

Besaran tarif yang dikenakan terhadap Indonesia hanya berbeda 2 persen dari China, “lawan berat” AS, yaitu 34 persen. Dua negara ASEAN, yakni Thailand dan Vietnam, juga mendapat “tekanan” tarif yang cukup besar, masing-masing 36 persen dan 46 persen.

Nasihat SBY

Sebelum IHSG anjlok, SBY mengunggah utas yang langsung viral di media sosial. SBY menjelaskan bahwa langkah Indonesia yang lebih memilih negoisasi atas tarif Trump sudah tepat.

Sebagai referensi, beberapa negara diketahui melakukan tarif balasan sehingga perang dagang semakin memanas.

"Kebijakan dan langkah-langkah yang dijalankan oleh pemerintah menghadapi 32 persen tarif yang dikenakan oleh Presiden AS Donald Trump, saya nilai baik dan tepat. Lebih memilih negosiasi daripada retaliasi. Strategi Presiden Prabowo, saya sebut 'dual track strategy', yaitu melakukan komunikasi dengan para pemimpin ASEAN dan secara simultan mengirimkan tim negosiasi yang kuat ke Washington DC juga tepat. Ingat, bukan hanya ASEAN telah menjadi 'economic community', tetapi di tengah tantangan berat untuk menembus pasar di banyak negara, ekonomi ASEAN merupakan sandaran dan pasar bersama di sub kawasan ini," tulis SBY pada 8 April 2025.

baca juga

SBY berpandangan bila perang dagang dapat berlangsung lama. Presiden pertama di era Reformasi tersebut menyarankan agar Indonesia mempunyai ekonomi berketahanan.

"Tindakan otoritas moneter dalam keterpaduannya dengan otoritas fiskal untuk menjaga dan mengamankan nilai tukar rupiah serta saham-saham Indonesia, menurut saya memang diperlukan. Sebab kalau diserahkan kepada mekanisme pasar semata, di tengah gonjang ganjing pasar saham dan mata uang, bisa jadi nilai saham dan rupiah kita diganjar secara berlebihan, sehingga menembus batas toleransi psikologis. Kita punya banyak pengalaman tentang hal ini di masa lalu. Pandangan dan saran saya, pemerintah terus melakukan upaya gigih untuk menjaga ekonomi Indonesia, di tengah makin tinggi dan makin meluasnya intensitas perang tarif di dunia. Perang dagang yang baru saja dimulai di tingkat global, bisa berlangsung lama. Karenanya, pertama, kita harus mampu mencegah terjadinya krisis ekonomi di Indonesia (sekecil apa pun). Dan, kedua, kita harus membuat ekonomi kita makin berketahanan (resilient) di masa depan," tulis SBY.

Sebelum mengakhiri tulisan, Ketua Majelis Tinggi Partai Demorat ini mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat fundamental ekonomi. SBY optimis bila tarif Trump justru dapat menjadi peluang baik di masa depan.

"Saya mendukung upaya pemerintah untuk terus memperkuat fundamental ekonomi serta meningkatkan daya saing barang dan jasa yang dihasilkan di negeri ini. Juga upaya untuk menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan agar masyarakat kita memiliki penghasilan dan daya beli yang makin tinggi. Juga upaya untuk menjaga keamanan fiskal kita agar tetap sehat, termasuk pengendalian utang negara. Kita harus bergerak cepat, namun harus bisa berlari jauh. Insya Allah tantangan berat yang kita hadapi ini, akan menjadi peluang baik bagi masa depan ekonomi kita," pungkas SBY pada

Utas dari SBY banyak menerima respons positif dari netizen. Publik turut mengingat bila ekonomi Indonesia tumbuh sangat baik di periode kepemimpinannya.

Perlu diketahui, IHSG meroket hampir lima kali lipat (489 persen) selama 10 tahun pemerintahan SBY. Netizen lantas membalas postingan dan menunggu nasihat dari Presiden RI ke-7, Jokowi.

"Kita menunggu petuah Pak @jokowi," cuit @lieutjendw. Pantauan melalui akun X milik Jokowi, ayah dari Wapres RI Gibran tersebut belum buka suara terkait gejolak ekonomi di Tanah Air.

Jokowi diketahui mengunggah momen ketika berlibur bersama keluarga. "Dalam suasana libur Lebaran, saya dan keluarga menikmati hari di Gosek Adventure, Bali. Bersama Ibu Iriana, Mas Bobi, Mba Ayu, dan cucu-cucu, kami mencoba wahana ATV yang memacu adrenalin, dan tetap terasa hangat dalam kebersamaan," tulis Jokowi pada 7 April 2025.

Di sisi lain, akun Instagram Jokowi mengunggah postingan ucapan selamat setelah Timnas U-17 menumbangkan Yaman dengan skor 4 vs 1. Utas dari SBY menuai beragam komentar dari netizen.

Presiden ke-7 Jokowi saat ditemui awak media. (Suara.com/Ari Welianto)
Presiden ke-7 Jokowi saat ditemui awak media. (Suara.com/Ari Welianto)

"Kemarin Pak JK ngejelasin ini dengan sempurna di papan tulis, sekarang Pak SBY bisa jelasin runut dan mudah dimengerti hanya dalam 6 paragraf. Jadi paham kenapa era SBY-JK ekonomi Indonesia bisa tangguh diterpa krisis 2008, memang presiden dan wapres-nya kualitas think tank," puji @na**jo**tick.

"Tidak pernah sekalipun si jokowi memberikan pernyataan yang bernas seperti ini. Baik saat menjabat atau setelah lengser," ungkap @te**l*j.

"Udah bisa ditebak kalau Jokowi mah. Yo ndak tau kok tanya saya," cuit @hni**a*to.

"Kok tanya presiden, tanya menteri ekonomi sama keuangan dong. Kan semua udah ada bagiannya, presiden cuma lihat aja, mantau bos," bela @p**k**ooo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada Tren Sewa iPhone di Momen Lebaran, Ini Ancaman di Baliknya

Waspada Tren Sewa iPhone di Momen Lebaran, Ini Ancaman di Baliknya

Tekno | Rabu, 09 April 2025 | 16:27 WIB

Meski Sempat Menghijau, IHSG Berakhir Memerah pada Penutupan Rabu

Meski Sempat Menghijau, IHSG Berakhir Memerah pada Penutupan Rabu

Bisnis | Rabu, 09 April 2025 | 16:20 WIB

Viral di Medsos, Serial Bidaah Diklaim Raup 2,5 Miliar Views dalam Sebulan

Viral di Medsos, Serial Bidaah Diklaim Raup 2,5 Miliar Views dalam Sebulan

Your Say | Rabu, 09 April 2025 | 13:11 WIB

Jusuf Kalla Lulusan Apa? Itung-itungan Tarif Trump di Papan Tulis Tuai Sorotan

Jusuf Kalla Lulusan Apa? Itung-itungan Tarif Trump di Papan Tulis Tuai Sorotan

Lifestyle | Rabu, 09 April 2025 | 12:35 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×