Ledakan GenAI : Adopsi Meroket 890 Persen di 2024, Siapkah Indonesia dengan Risikonya?

Dythia Novianty

Sabtu, 12 Juli 2025 | 14:47 WIB
Ledakan GenAI : Adopsi Meroket 890 Persen di 2024, Siapkah Indonesia dengan Risikonya?
Ilustrasi AI atau Artificial Intelligence. [Freepik]

Suara.com - Penggunaan Generative AI (GenAI) mengalami lonjakan mengejutkan sebesar 890 persen pada tahun 2024.

Berdasarkan laporan State of Generative AI 2025, Palo Alto Networks, perusahaan keamanan siber AI, hal ini didorong oleh adopsi tools GenAI yang pesat di lingkungan perusahaan.

Meskipun pertumbuhan AI menawarkan manfaat produktivitas yang signifikan, laporan tersebut memperingatkan beberapa hal.

Mulai dari penggunaan tools GenAI yang tidak disetujui, ancaman yang muncul, dan kurangnya tata kelola telah memperluas attack surface yang dihadapi organisasi dengan cepat, terutama di kawasan Asia-Pasifik dan Jepang.

Perusahaan-perusahaan dengan cepat merangkul GenAI untuk berbagai penggunaan mulai dari asisten penulisan dan platform coding, hingga customer support dan alat pencarian.

Namun, adopsi yang meluas ini melampaui kemampuan banyak organisasi untuk menerapkan kontrol keamanan yang tepat.

Rata-rata, organisasi sekarang mengelola 66 aplikasi GenAI di lingkungan mereka, dengan 10 persen diklasifikasikan berisiko tinggi.

Kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia, sedang mengalami percepatan yang pesat dalam adopsi AI dan GenAI.

McKinsey pada tahun 2024 melaporkan bahwa adopsi GenAI di Asia Pasifik telah meningkat hampir dua kali lipat dalam waktu kurang dari satu tahun.

baca juga

Dengan 65 persen organisasi di Asia Pasifik saat ini menggunakannya setidaknya dalam satu departemen.

Di Indonesia, menurut laporan Oliver Wyman, 50 persen karyawan menggunakan GenAI setiap pekannya.

Dan 21 persen menggunakannya setiap hari dengan tujuan utama untuk membuat konten, customer service, dan tugas-tugas penelitian.

Selain itu, pemerintah juga telah menetapkan target yang ambisius; AI diharapkan dapat memberikan kontribusi sebesar 366 miliar Dolar AS (sekitar Rp 5.939 triliun) terhadap PDB nasional pada tahun 2030.

Seiring dengan latar belakang tersebut, Peta Jalan AI Nasional yang akan segera dirilis oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komdigi).

Peta Jalan AI itu diharapkan selesai dalam waktu dekat dan memiliki peran penting dalam memastikan pengembangan tata kelola AI yang etis, aman, dan inklusif.

Tom Scully, Director and Principal Architect for Government and Critical Industries, Asia Pacific & Japan, at Palo Alto Networks, mengatakan bahwa adopsi AI menawarkan peluang transformatif di seluruh sektor komersial dan pemerintah di kawasan ini.

Ilustrasi hacker (Pexels.com/Sora Shimazaki)
Ilustrasi hacker (Pexels.com/Sora Shimazaki)

"Namun, seperti yang disoroti dalam laporan ini, kami juga melihat adanya attack surface yang berkembang, terutama dengan penggunaan aplikasi GenAI yang berisiko tinggi di sektor infrastruktur penting," bebernya dalam keterangan resminya, Jumat (11/7/2025).

Menurut dia, organisasi harus menyeimbangkan inovasi dengan tata kelola yang kuat, mengadopsi arsitektur keamanan yang memperhitungkan risiko-risiko unik dari AI.

Mulai dari shadow AI, ditambahkannya, kebocoran data, hingga ancaman lebih kompleks yang ditimbulkan oleh model AI agentik.

"Pengawasan proaktif dan kontrol keamanan yang adaptif sangat penting untuk memastikan bahwa manfaat AI dapat direalisasikan sepenuhnya tanpa mengorbankan keamanan nasional, kepercayaan publik, atau integritas operasional," ujar Tom Scully.

Laporan State of GenAI 2025, berdasarkan analisis traffic dari 7.051 pelanggan perusahaan global, memberikan gambaran mendalam tentang bagaimana perusahaan mengadopsi GenAI dan di mana mereka paling rentan.

Dari laporan itu terungkap bahwa referensi pengguna yang tinggi untuk platform produktivitas terlihat jelas dalam lanskap GenAI di Indonesia.

Aplikasi Grammarly memimpin sebagai tiga aplikasi teratas yang paling banyak digunakan (52,05 persen), diikuti oleh Microsoft 365 Copilot (16,84 persen) dan Microsoft Power Apps (14,49 persen).

Traffic GenAI meningkat lebih dari 890 persen pada tahun 2024. Setelah peluncuran DeepSeek-R1 pada Januari 2025, traffic yang terkait dengan DeepSeek saja melonjak 1.800 persen dalam kurun waktu dua bulan.

Namun, insiden data loss prevention (DLP) yang terkait dengan GenAI meningkat lebih dari dua kali lipat, sekarang mencapai 14 persen dari semua insiden keamanan data.

Selain itu, penggunaan GenAI yang tidak sah dan tidak disetujui, yang disebut “Shadow AI”, telah menciptakan sejumlah blind spot bagi tim IT dan keamanan, sehingga menyulitkan untuk mengontrol aliran data yang sensitif.

Terungkap pula banyak model AI berisiko tinggi yang tetap rentan terhadap serangan jailbreak yang menghasilkan konten yang tidak aman, termasuk materi ofensif dan instruksi untuk aktivitas ilegal.

Diketahui bahwa sektor teknologi dan manufaktur menyumbang 39 persen dari transaksi coding AI, sehingga menciptakan risiko tambahan bagi industri yang bergantung pada kekayaan intelektual.

Adi Rusli, Country Manager, Indonesia, Palo Alto Networks, mengungkapkan, tanpa adanya perlindungan dan kontrol keamanan yang memadai, aplikasi GenAI dapat menjadi vektor bagi serangan siber.

"Kekayaan intelektual dan data pribadi berisiko terekspos, disimpan, atau disalahgunakan, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap privasi, kehilangan data sensitif, dan ketidakpatuhan regulasi," katanya.

Untuk mengatasinya, dia menambahkan, perusahaan perlu mengambil langkah proaktif guna memitigasi risiko.

"Kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan akan membuka peluang bagi organisasi di Indonesia untuk menanamkan kepercayaan, transparansi, dan akuntabilitas untuk strategi AI mereka," ujarnya.

Adi Rusli mengungkapkan bahwa pendekatan ini akan membuka jalan bagi adopsi AI yang lebih aman dan tangguh di seluruh lanskap perusahaan.

Sumber data untuk laporan ini diperoleh dari analisis Palo Alto Networks terhadap traffic GenAI di seluruh basis pelanggan global yang terdiri dari 7.051 organisasi sepanjang tahun 2024.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar Ungkap Gen AI Bukan Sekadar Alat, Tapi Kunci Hubungan Pelanggan Abadi

Pakar Ungkap Gen AI Bukan Sekadar Alat, Tapi Kunci Hubungan Pelanggan Abadi

Tekno | Kamis, 03 Juli 2025 | 19:00 WIB

Google Veo 3 Resmi Diluncurkan ke Indonesia, Ini Cara dan Harga Langganannya

Google Veo 3 Resmi Diluncurkan ke Indonesia, Ini Cara dan Harga Langganannya

Tekno | Jum'at, 04 Juli 2025 | 21:04 WIB

Honor 400 Meluncur ke Indonesia, HP Rp 7 Jutaan Punya Fitur AI Canggih

Honor 400 Meluncur ke Indonesia, HP Rp 7 Jutaan Punya Fitur AI Canggih

Tekno | Kamis, 03 Juli 2025 | 19:25 WIB

5 Fitur AI di HyperOS 2.2 yang Wajib Dicoba Penggemar Xiaomi

5 Fitur AI di HyperOS 2.2 yang Wajib Dicoba Penggemar Xiaomi

Tekno | Kamis, 03 Juli 2025 | 19:02 WIB

Daftar Lengkap Fitur AI Xiaomi HyperOS 2.2 yang Tidak Boleh Terlewatkan

Daftar Lengkap Fitur AI Xiaomi HyperOS 2.2 yang Tidak Boleh Terlewatkan

Tekno | Kamis, 03 Juli 2025 | 12:46 WIB

SEO di 2025: Bagaimana Bisa Muncul di Pencarian AI Seperti Gemini, ChatGPT, Perplexity, dan Meta AI

SEO di 2025: Bagaimana Bisa Muncul di Pencarian AI Seperti Gemini, ChatGPT, Perplexity, dan Meta AI

Tekno | Rabu, 02 Juli 2025 | 22:14 WIB

Terkini

Nikmati Cashback 10 Persen di MANARAI Lewat QRIS BRImo, Cek Syaratnya

Nikmati Cashback 10 Persen di MANARAI Lewat QRIS BRImo, Cek Syaratnya

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 16:36 WIB

Bentuk Satgas Khusus, Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Bikin Desa Untung

Bentuk Satgas Khusus, Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Bikin Desa Untung

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 16:28 WIB

Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah

Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 16:20 WIB

Purbaya Pastikan Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Ditanggung APBN 2 Tahun

Purbaya Pastikan Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Ditanggung APBN 2 Tahun

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 16:17 WIB

Asal Bakar Rumput, 80 Hektare Hutan Produksi di Kolaka Timur Ludes

Asal Bakar Rumput, 80 Hektare Hutan Produksi di Kolaka Timur Ludes

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 16:14 WIB

Sunscreen Skin Aqua Tutup Putih Bisa Bikin Cerah? Cek Klaim dan Ulasan Penggunanya

Sunscreen Skin Aqua Tutup Putih Bisa Bikin Cerah? Cek Klaim dan Ulasan Penggunanya

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 16:05 WIB

2 Polisi Gadungan Diduga Aniaya Warga hingga Tewas Ditangkap

2 Polisi Gadungan Diduga Aniaya Warga hingga Tewas Ditangkap

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 15:59 WIB

Basarnas Palu Siagakan KN SAR Baladewa Cari Kapal Virgo Transport Hilang

Basarnas Palu Siagakan KN SAR Baladewa Cari Kapal Virgo Transport Hilang

News | Minggu, 13 September 2026 | 15:54 WIB

Stop Sikap Overproud: Pejabat Bukan Raja, Kenapa Masih Disambut Berlebihan?

Stop Sikap Overproud: Pejabat Bukan Raja, Kenapa Masih Disambut Berlebihan?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 15:50 WIB

Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Gubernur Khofifah Dukung Kafilah Jatim untuk Berikan Hasil Gemilang

Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Gubernur Khofifah Dukung Kafilah Jatim untuk Berikan Hasil Gemilang

Jatim | Minggu, 13 September 2026 | 15:47 WIB

×